Cinta Segi Tiga Dalam Politik
Cari Berita

Cinta Segi Tiga Dalam Politik

31 January 2018

sistem demokrasi yang kita anut sebenarnya sangat memberikan kebebasan kepada masyarakat guna melakuka hak-hak politik yang melekat dalam pribadinya. (foto : dok. Prbadi)





Terjebak dalam Cinta Segi Tiga layakanya berhenti disebuah persimpangan jalan tanpa mengetahui apa yang menanti kita diakhir perjalanan, memilih si A kita takut menyakiti hati si B, dan mungkin takut kehilangan kebahagiaan yang selama ini ditawarkan oleh si B. Semakin lama berlarut terperangkap dalam situasi ini, semakin besar peluang kita untuk kehilangan keduanya.
Kita mencintai dua orang dengan sifat yang berbeda diwaktu bersamaan. ini karena karakteristik, kepribadian antara dua orang tersebut bisa saling melengkapi apa yang kita butuhkan dalam suatu hubungan asmara yang ideal.

Ketertarikan pada orang lain seperti ini adalah hal yang wajar dan alamiah. Meski wajar, kita tentu tidak akan bisa terus-terusan terperangkap dalam Cinta Segi Tiga, mungkin kita merasa mencintai keduannya, namun kita harus membuat keputusan yang final, karena tidak hanya lambat laun akan membuat kita stres sendiri, namun menggantungkan masa depan orang lain juga akan berdampak buruk pada kualitas hubungan dengan orang sekitar.

Cinta Segi Tiga juga akan Berpengaruh  Terhadap Emosi, Cinta tentu saja semestinya memilik pengaruh yang baik, dengan catatan bahwa cinta itu diperlakukan dengan baik pula. Tapi apabila cinta diperlakukan secara tidak baik semestinya seperti cinta segitiga ini, maka hal ini bisa berpengaruh buruk pada emosi anda. Yang dimaksud dengan berpengaruh buruk adalah bahwa anda bisa mengalami emosi yang fluktuatif atau berubah dengan cepat dan jarang memilikicara meredam emosi. maksudnya begini, tentu saja kita akan merasa bahagia ketika diperhatikan oleh orang yang kita sayangi, akan tetapi, di sisi lain, ketika kita melihat orang itu bermesraan dengan orang lain dan itu juga merupakan kekasih atau pacarnya, maka kita akan mengalami kesakitan hati yang luar biasa. Akan tetapi itu bisa cepat terobati jika orang yang kita sayang kembali perhatian pada kita. Pertanyaanya, apakah anda mau memiliki emosi yang fluktuatif dan tidak jelas semacam itu? Tentu saja tidak.
Lantas bagaimana dengan Cinta Segi Tiga dalam Politik? Ketika dalam kisah asmara, cinta segi Tiga antara  Seorang Laki-laki dengan dua orang perempuan ataupun sebaliknya. Tapi dalam dunia politik, Penulis coba mengambil sebuah kasus Cinta Segi Tiga antara Konstituen (wajib pilih) dengan Calon-calon pemimpin dalam Demokrasi.
Bukan hal yang asing lagi ketika konstituen dilema dalam menentukan pilihan politiknya, antara memilih si A maupun si B. Sebagian orang ada yang merasa tersiksa dan bimbang dalam menentukan sikapnya terhadap pilihan yg sangat Kompleks.
Perasaan dilema dan bimbang yang kita rasakan selama ini, saya rasa sangat manusiawi. Tidak ada manusia yang super cepat dan bijaksana dalam menentukan sikap, orang-orang pentingpun masih mengalami kebimbangan jika mengalami kondisi dilematis. Dalam dunia romantika, kita bebas dalam menentukan pilihan untuk memilih siapa yang akan menjadi pasangan hidup, tapi tentunya atas dasar pertimbangan yang matang untuk bisa mendapatkan pasangan hidup yang ideal. karena pilihan itu yang akan menentukan masa depan kita dan keluarga bahkan orang disekitar. Ketika kita salah dalam menentukan pilihan antara si A maupun si B untuk menjalani kisah asmara, maka akan ada rasa kecewa dan menyesal bilamana dikemudian hari tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Sama halnya dalam dunia Politik, sistem demokrasi yang kita anut sebenarnya sangat memberikan kebebasan kepada masyarakat guna melakuka hak-hak politik yang melekat dalam pribadinya. Sistem demokrasi tidak mengenal pemaksaan kehendak dari orang yang sedang mengemban kekuasaan. 
Banyaknya media kampanye, mulai dari media sosial hingga baliho yang terpasang dipinggir jalan akan menjadi salah satu faktor yang membuat kita bimbang dalam menentukan pilihan politik.
Salah dalam menentukan piliahan politik akan membuat kita tersesat dan susah untuk kembali, sehingga diperlukan pengetahuan dan pandangan-pandangan yang bisa membantu dalam menentukan pilihan politik. 
Jika kita terjebak dalam situasi itu, ada beberapa langkah yang sepatutnya kita jadikan pertimbangan. Kita harus mampu menganalisis pilihan-pilihan yang ada, langkah ini memang sangat rumit untuk kita lakukan karena kita harus melihat secara kompleks dengan menggunakan mata telanjang.
Setelah kita menganalisis pilihan yang ada, maka singkirkanlah pilihan yang tidak sesuai dengan apa yang kita  inginkan, disini kita dituntut untuk lebih tegas dan berani dalam mengeksekusi pilihan sampai kita benar-benar memperoleh pilihan yang ideal. Tentu saja kita juga harus memiliki pijakan yang kuat dan mumpuni dalam menentukan sikap.
Selanjutnya ketika kita sudah mempunyai pilihan dan merasa pilihan itu adalah paling ideal, karena melalui proses seleksi yang sangat ketat. Sekarang masalahnya kebimbangan itu akan muncul kembali ketika kita sudah menentukan pilihan. Semakin kita menentukan pilihan semakin kita tidak percaya diri, tapi ini tidak berlaku bagi orang-orang yang yakin dengan pilihannya.
Tapi kalau kita masih sering ragu-ragu dan miskin kepercayaan diri, Bagaimana?, Sekali lagi sayan katakan, ketika kita sudah punya pilihan jangan ragu lagi dan jangan takut dengan resiko.
Karena jika kita ingin berhasil maka resiko hidup mutlak kita dapati, sehingga untuk memperkuat pilihan, milikilah argumentasi yang realistis, selalu mengedepankan nilai-nilai positif, entah itu pikiran maupun perasaan.
Yang terpenting pegang erat-erat argumentasi yang kita punya, jangan biarkan suara-suara negatif menggoyah pendirian kita. Berikan kepercayaan yang tinggi terhadap usaha kita yang sudah bersusah payah dalam menentukan. pilihan. 
Setelah kita memiliki argumentasi yang kuat, maka bungkuslah ia dengan rasa senang, jangan sampai karena Over realistis kita melupakan sisi humanitas sebagai manusia.
Pada intinya prinsip dasar dan utama yang harus kita miliki dalam setiap situasi dilematis adalah berusahalah untuk selalu berpikir rasional, artinya kita menggunakan argumentasi yang realistis, fakta-fakta, dan dipadukan dengan akal yang Bijak.

Semoga Cinta Segi Tiga baik dalam dunia Romantika maupun dalam dunia Politik akan kita Akhiri, sekarang saatnya untuk kita tentukan pilihan, karena Cukup menggerikan jika menilik bahaya Cinta Segi Tiga dari sudut pandang psikologis. Maka dari itu, hargailah cinta,dan jangan mengkhianatinya! Semoga bermanfaat!






Penulis :  Peppy Kurniawan.
Kader GMNI Cabang Makassar