Bangkit Dari Keterpurukan, Ini Cerita Inspiratif Di Balik Kesuksesan Seorang Venezia Indra Ghassani

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Bangkit Dari Keterpurukan, Ini Cerita Inspiratif Di Balik Kesuksesan Seorang Venezia Indra Ghassani

19 January 2018

Dalam hidup, kita dihadapkan dengan banyak pilihan untuk menunjang kehidupan kita. Namun, dalam perjalanannya setiap kita pasti menjatuhkan satu pilihan terbaik untuk menunjang kehidupan yang baik adanya (Foto: Dok. Pribadi)
Bagi sebagian orang hidup adalah sesuatu yang sangat bisa dilakukan oleh siapa pun. Sebagian dari sekian banyak orang itu mempersiapkan banyak hal dan selalu berlaku siap dalam melakukan segala sesuatu. Menjadi penerang dan menjadi orang yang cukup bermanfaat bagi orang di sekitar kita adalah intisari dari mengapa kita hidup berdampingan antara satu dengan yang lainnya.

Perjuangan untuk menjadikan hidup lebih berarti adalah bukan pekerjaan mudah, semudah membasuh wajah kita dengan sebotol air. Dalam hidup, kita dihadapkan dengan banyak pilihan untuk menunjang kehidupan kita. Namun, dalam perjalanannya setiap kita pasti menjatuhkan satu pilihan terbaik untuk menunjang kehidupan yang baik adanya. Tentang pilihan, ketika kita tidak memilih sesuatu atau menjatuhkan pilihan pada sesuatu pun itu adalah “pilihan” juga.

Sebuah cerita menarik kali ini berasal dari seorang gadis berparas cantik pemilik nama lengkap Venezia Indra Ghassani atau yang akrab disapa Nene. Gadis kelahiran Kota Madiun, Jawa Timur itu saat ini tengah menempuh pendidikan di sebuah kampus swasta di daerah Malang, Universitas Merdeka dengan fokus studi Ilmu Komunikasi yang tidak pernah disangkanya sama sekali sebelumnya.

Nene adalah sosok yang sangat istimewa. Dibalik potret wajahnya yang anggun ada banyak prestasi gemilang telah menemani jejak langkah kaki hidupnya. Sepak terjang dari wanita masa kini ini sangat luar biasa, bagaimana tidak menyandang kata ‘luar biasa’, Venenzia pernah menjadi 10 Besar Raka Raki Duta wisata Jawa Timur 2015, Juara 1 Duta Bahasa Jawa Timur 2015, Terbaik Duta Bahasa Nasional 2015, Juara 2 Duta Pajak Kota Malang 2015, 15 Besar Miss Indonesia 2016, perwakilan Indonesia dalam ASEAN Young Leader di Thailand 2016,Mahasiswa berprestasi Utama Universitas Merdeka Malang 2017,  Ranking 6 Mahasiswa berprestasi  kopertis 7 Jawa Timur 2017, Winner of Tresmmme Digital Face 2018.

Proses yang dilalui oleh Venezia begitu menginspirasi khususnya bagi kaum hawa. Venezia pernah menjumpai banyak pilihan dalam hidupnya. Ia pernah dibenturkan kepada sebuah pilihan yang mamaksanya untuk tidak bisa memilihnya salah satu pun. Dan itu yang kemudian membesarkan namanya karena ia memilih untuk membuat pilihan besar dalam hidupnya.

"Sejujurnya dari kecil saya bukan orang yang memiliki motto hidup khusus. Saya menjalani hidup dengan biasa-biasa saja, menganggap bahwa menjalani hidup cukup dengan berusaha menggapai impian, bersyukur terhadap pemberian Tuhan, dan berdoa kepada Tuhan. Namun apa yang saya alami di pertengahan masa remaja saya membuat saya belajar dan memiliki sebuah motto hidup yang saya pegang hingga saat ini" Jelas Nene.
Venezia Indra Ghassani (Foto: Dok Pribadi)

Baginnya dilahirkan sebagai anak tunggal menuntut Venezia untuk menjadi pribadi yang mandiri.

“Benar-benar tidak ada celah untuk menjadi seorang anak perempuan yang manja seperti kebanyakan anak perempuan lain seusia saya”, tegas Venezia saat di wawancarai marjinnews.com.

"Kedua orang tua juga bekerja, dan saya hidup di kota perantauan, tidak ada saudara sama sekali. Sejak kecil orang tua saya selalu mendoktrin saya bahwa seorang perempuan dewasa kelak harus berkarier, dan tentunya mereka menuntut saya menggantikan mereka menjadi seorang dokter di masa depan. Pada saat itu, saya sama sekali tidak keberatan untuk menjadi seorang dokter. Hal-hal yang diceritakan oleh orang tua saya membuat saya tergiur dan terpatri kuat bahwa kelak saya akan menjadi dokter yang hebat" lanjutnya.

Didukung dengan nilai-nilai sekolah yang sempurna, serta modal dari orang tua yang dirasa cukup, Venezia merasa yakin bahwa cita-citanya akan tercapai dengan mudah. Namun ternyata, kita memang sebagai manusia hanya dapat berencana, dan Tuhan sebagai penguasa yang menentukan jalan hidup manusia seperti apa. Venezia pernah merasa gagal pada pilihan yang dia impikan oleh kedua orang tuanya.

"Ya, saya gagal masuk ke Fakultas Kedokteran dimanapun di seluruh kampus yang ada di Indonesia. Kegagalan besar ini tidak membuat saya kalah, saya terus berjuang mencoba hingga dua tahun. Saya belajar double, sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi di Fakultas Politik yang notabene adalah jurusan sosial, sementara saya juga belajar ilmu Saintek untuk dapat masuk ke Fakultas Kedokteran agar cita-cita saya dan orang tua tercapai. Namun, lagi-lagi saya tetap gagal. Dan disinilah saya menyadari bahwa inilah kegagalan terbesar dalam hidup saya" pungkas Nene.

"Saya membuat malu orang tua saya, dan saya ternyata tidak dapat menggapai cita-cita saya sendiri yang saya bangun sejak saya masih merangkak. Pada saat itu, orang tua saya sangat malu kepada saya. Mereka tidak mau bercerita sama sekali tentang saya kepada orang lain yang bertanya tentang nasib saya. Orang tua saya malu terhadap saya, dan saya tidak membuat mereka bangga. Saya mengecewakan mereka. Selain itu, kedua orang tua saya kehilangan uang nyaris ratusan juta untuk mewujudkan impian saya tersebut, hingga akhirnya saya berada di posisi terendah hidup saya. Saya yang dulunya selalu memiliki kendaraan pribadi dan hidup sangat berkecukupan, pada saat itu harus berjalan kemana pun saya pergi. Beberapa barang berharga pun harus saya jual juga untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari".

Menurut Venezia yang akrab di sapa Nene itu, berpangku tangan dengan kegagalan yang menimpa dirinya tidak  bernilai positif, dengan sekuat tenaga bangkit dari keterpurukan, Nene berpikir keras bagaimana memanfaatkan apa yang saat itu dia miliki setelah ia gagal. Berbekal doa, nasihat dari kerabat, serta usaha yang masih tidak berhenti.

"Saya memulai menjajaki dunia pemilihan ajang kecantikan tahun 2015 sebagai Duta Wisata Jawa Timur. Semenjak itulah, jalan terbuka lebar hingga mengantarkan saya sampai saat ini. Berbagai pembelajaran, proses, dan juga pencapaian yang telah saya berikan, membuat orang tua saya akhirnya mengakui saya kembali dan berkata, bahwa kesuksesan tidak hanya digapai dengan menjadi seorang dokter saja".

"Saya, Venezia Indra, yang dulu dicemooh karena gagal menjadi dokter, kini bisa membuktikan kepada orang tua, bahwa mahasiswa sosial pun dapat mencari nafkah untuk keluarga, dan kegiatan-kegiatan yang saya lakukan pun positif. Ayah saya pernah berkata kepada saya, bahwasanya manusia dapat dikatakan sukses apabila manusia tersebut dapat menginspirasi orang banyak dan juga bermanfaat bagi orang lain. Dan semenjak pembelajaran besar tersebut, saya jadi memiliki motto hidup.“Urip sejatine mung golek selamet” – yang dalam Bahasa Indonesia artinya hidup itu mencari keselamatan. Dalam artian begini, apabila kita meminta pada Tuhan sebuah keselamatan, itu tandanya sudah mencakup keseluruhan bahwa apapun yang diberikan Tuhan nantinya itu yang penting hidup kita senantiasa selamat sentausa. Terkhusus untuk Wanita Indonesia harus menjadi wanita dengan kualitas dan mampu menginspirasi wanita lainnya, karena being inspired is beyond amazing". Tegas Venezia.

Narasumber: Venezia Indra Ghassani
Penulis        : Mega Jehaman
marjinnews.com Malang
Koordinator Komunitas NGOPI Malang

Catatan: Artikel ini adalah salah satu dari tiga rangkaian topik Focus Discussion kami selama bulan Januari-Februari 2018 dengan spesifikasi tema: "Perempuan-perempuan Tangguh". Bagi pembaca budiman yang hendak merekomendasikan beberapa tokoh inspiratif serupa, silahkan menghubungi kami melalui email: marjinnews@gmail.com
Salam, Jabat erat!