Antara Rindu, Diary dan Secangkir Kopi, Sajak Maria M.M.M Lapak
Cari Berita

Antara Rindu, Diary dan Secangkir Kopi, Sajak Maria M.M.M Lapak

15 January 2018

Tak ada sahabat yang lebih sejati dari secangkir kopi hitam Ia lebih paham tentang arti dari rasa rindu. (Foto: Dok. Pribadi) 
Pada malam gelap tak bersuara 

Hening sepi berselimutkan dingin 

Aku tak begitu nyaman dan bersahabat bersama mimpi-mimpi malamku 

Aku pun tak terlalu pintar dan terlihat baik 

Saat menyatakan isi hati pada siapapun

Hening, sepi, hampa, menyatuh menjadi satu rasa 

Yang mencekam dalam setiap detik 

Pada malam yang beratap hitam pekat 

Tak ada sahabat yang lebih sejati dari secangkir kopi hitam Ia lebih paham tentang arti dari rasa rindu 

Yang kerap kali kusembunyikan pada pelupuk mataku 

Rindu, yang selalu menjadi alasan di setiap tangisku 

Jangan terlalu cemas untuk kami para rantauan 

Ada sesuatu yang selalu menemani langkah kami 

Yang mengisahkan perjalanan dan arah langkah yang tak kalah memilki tujuan 

Sebuah buku usang, dilapisi coretan-coretan tak berarti

Dua benda tak bersaudara 

Yang menjadi saksi air mata pelampiasan rindu tak berujung 

Untuk kami mahasiswa pengembara di tempat asing 

Yang selalu di hujani rasa rindu 

Menghabiskan waktu di ruang sempit yang berlantai resah 

Hanya benda bisu yang dapat di ajak berteman 

Tak ada tempat yang lebih damai tuk berbagi kisah 

Di tanah berpijak tak bertuan 

Ini kisah separuh hati dari miliaran hati ingin bercerita 

Kisah kami tak lebih antara rindu, diary dan secangkir kopi hitam


Penulis: Maria Muda Mai Meria Lapak
Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja - Jurusan Sosiologi