Amanat Bali Mengkomentari Pilgub NTT
Cari Berita

Amanat Bali Mengkomentari Pilgub NTT

21 January 2018

Berangkat dari landasan itu maka, aliansi Mahasiswa NTT yang ada di Bali mempunyai pandangan terhadap situasi dan kondisi dalam menghadapi Pilgub NTT 2018 yang akan datang. (Foto: RN)
Denpasar, Marjinnews.com.  Pemilihan Gubernur NTT sudah di depan mata. Geliat para kandidat yang mau maju untuk menduduki gedung Sasando kian menggema. Tebar janji dan seleweran visi-misi para kandidat sudah merambah diseluruh lapisan masyarakat di Bumi Flobamora.

Masyarakatpun dituntut untuk memilah bahkan memilih pemimpin secara selektif agar benar - benar menjadi pemilih yang cerdas untuk menghasilkan calon pemimpin NTT yang berkualitas dan bisa menjadi pemimpin harapan rakyat Nusa Tenggara Timur di kemudian hari.

Berangkat dari landasan itu maka, Aliansi Mahasiswa NTT yang ada di Bali mempunyai pandangan terhadap situasi dan kondisi dalam menghadapi Pilgub NTT 2018 yang akan datang.

Aliansi Mahasiwa NTT (Amanat) - Bali merupakan suatu perkumpulan yang dibentuk oleh mahasiwa NTT yang berdomisili di Bali atas dasar membangun solidaritas antar mahasiwa NTT. Solidaritas yang dibangun itu tentunya memiliki orientasi untuk memikirkan persoalan - persoalan sosial kemasyarakatan yang terjadi di NTT serta juga memberikan kontribusi konkrit untuk daerah Bali.

Anggota Amanat - NTT hari ini yang sudah terkumpul sudah sebanyak 130 orang. Saat ini penjaringan anggota terus dilakukan oleh beberapa mahasiwa NTT yang menjadi inisiator dalam pembentukan Amanat - Bali ini.

Menganggap penting untuk memberikan edukasi politik dalam konteks Pilgub NTT yang hari ini semakin menggeliat, salah satu anggota Amanat - Bali, Rovinus Bou menyampaikan pesan kepada masyarakat NTT agar mampu menjadi pemilih yang cerdas.

"Masyarakat NTT mesti mengedepankan rasionalitas untuk memilih paslon dalam Pilgub NTT." Ungkap pria kelahiran Belu, 17 Mei 1991.

"Menjadi pemilih cerdas berarti memilih dengan menggunakan kepala, bukan perut.", Tuturnya.

Aristo Muliady Waku, yang juga salah satu anggota Amanat - Bali menyampaikan bahwa sebelum memilih pemimpin, penting untuk kemudian mengetahui rekam jejak dari para calon.

"Rekam jejak ini mampu menjadi dasar bagi pemilih untuk menilai integritas dari setiap kandidat.", pungkas Aristo. Pria asal Flores - Manggarai tersebut.

"Jika unsur itu dilewati oleh setiap pemilih di NTT, maka saya yakin bahwa masyarakat akan dipimpin oleh pemimpin yang cerdas dan berintegritas. Sebab pemilihnya juga cerdas." Tandas anggota Amanat yang juga Aktivis PMKRI Denpasar itu. (RN/MN/ED)