Yorris Raweyai Tidak Boleh Meremehkan DPD 1 Golkar dan Warga NTT
Cari Berita

Yorris Raweyai Tidak Boleh Meremehkan DPD 1 Golkar dan Warga NTT

MARJIN NEWS
2 December 2017

Sikap Melki Lakalena harus dipandang sebagai sebuah sikap jujur dari seorang anak muda yang sekarang sudah nyaris tak terdengar ketika pragmatisme menjadi menu utama konsumsi anak muda dalam perpolitikan (Foto: Istimewa)
TPDI sangat menyayangkan sikap dan pandangan Yorris Raweyai yang meremehkan DPD I Partai Golkar NTT dalam sebuah wawancara media menanggapi sikap DPD I Golkar NTT yang menolak munaslub Golkar, dengan kata-kata bahwa "kalau NTT kan sudah secara terbuka menyatakan menolak, biar saja kalau cuma satu nggak terlalu signifikan apalagi wilayahnya juga situ" akan berbeda apabila yang menolak adalah DPD I Golkar dari wilayah Jawa". Ini sungguh-sungguh meremehkan bukan saja DPD I Golkar NTT tetapi warga masyarakat NTT yang dianggap sebagai tidak memiliki kontribusi dalam membangun demokrasi dan membesarkan Partai Golkar di NTT dan  di tingkat nasional. 

Sikap Yorris, bertolak belakang dengan kebutuhan Partai Golkar saat ini yaitu meraih simpati publik, membangun kepercayaan publik terhadap Partai Golkar yang sedang ambruk. Namun yang terjadi Yorris justeru menciderai kedewasaan berpolitik Partai Golkar, jiwa besar Partai Golkar dalam berpolitik dan jiwa besar Golkar dalam berdemokrasi selama ini. Karena itu Yorris tidak boleh memandang Golkar  NTT dengan cara pandang kuantitatif dan minor. Justru Yorris salah besar jika memandang NTT seakan akan tidak punya kontribusi apa apa dalam pembangunan bangsa ini melalui Partai Golkar. Ini namanya Yoris berada dalam posisi hendak memperbaiki Golkar yang tengah rusak, tetapi sekaligus merusak tatanan dan sistimnya sekaligus merusak kualitas demokrasi dalam tubuh Partai Golkar yang selama ini jauh lebih demokratis dari Parpol lainnya.

Pada sisi yang lain sikap sportif dan berani Kader muda Golkar NTT, Melki Laka Lena karena mengambil sikap "berbeda"dan disampaikan secara terbuka, patut kita apresiasi, terlepas dari di balik sikap beda itu terkandung nilai lain yang hendak dipertahankan oleh Melki Lakalena. Namun demikian sekali lagi Yorris Raweyai tidak boleh meremehkan sumbangsih DPD I Golkar NTT, hanya karena Yoris berbeda kubu dan berbeda cara pandang dengan Melki Lakalena. Yoris harus paham bahwa selama ini DPD I Golkar dan Masyarakat NTT berkontribusi besar dalam membangun demokrasi dan mempertahankan NKRI ketika terjadi ancaman perpecahan terhadap NKRI. 

Sikap Melki Lakalena harus dipandang sebagai sebuah sikap jujur dari seorang anak muda yang sekarang sudah nyaris tak terdengar ketika pragmatisme menjadi menu utama konsumsi anak muda dalam perpolitikan, apalagi yang berkaitan dengan kekuasaan dimana orang selalu ingin buang badan dengan mengorbankan fatsun poliik, prinsip demokrasi bahkan harga diri termasuk harga diri sebuah komunitas bisa tergadaikan atas nama soliditas demi demokrasi semu yang melanda di sebagian besar Partai Politik papan atas.

Oleh: Petrus Selestinus
KOORDINATOR TPDI & ADVOKAT PERADI