Wanita Itu Bernama Sofia

. Ibu adalah kata terindah dan terperih yang pernah ku dengar dan malam adalah kisah terpahit yang harus kulewati. (Gambar: Istimewa)
Kadang dalam diam, aku marah pada sebuah takdir yang tak berpihak pada ku atau pada orang-orang yang sangat ku sayangi. Tapi bukankah aku adalah pemilik takdirku sendiri dan aku yakin Tuhan tak pernah melempar dadu untuk sebuah kisah yang panjang?

Pernah saat senja, saat ku duduk di dapur bersama ibu, menikmati kopi sambil mendengar nasehatnya yang kadang agak menyedihkan juga, “Carlos, jika tempo nanti engkau telah memiliki cukup uang untuk hidupmu, jangan pernah lupa dengan adik-adik perempuanmu. Hiduplah dengan damai, jangan pernah bermusuhan lantaran sebidang tanah yang kami wariskan nanti” suaranya terbata-bata.

“Aku adalah aku bu, sejak kecil aku lahir dan dibesarkan oleh wanita-wanita hebat. Ibu dan keempat adik perempuanku adalah wanita hebat yang telah mengajarkan ku bahwa masih ada kaum hawa yang tidak pernah menyakitiku. Kalian telah mengajarkanku arti hidup wanita sesungguhnya. Dan satu lagi, aku bukanlah saudara Ibu yang tegah membuang adik perempuannya hanya lantaran sebongkah daging” jawabku pelan sambil menatap Ibu.

Kadang aku tak sadar juga ketika malam hadir bersama hujan kembali suara wanita itu memperingati kami semua “sekarang musim hujan, tolong kalian semua siapkan tempat untuk menampung air yang masuk ke rumah” suaranya yang menggambarkan betapa besar cintanya untuk kami.

Rumah yang berukuran kecil itu dengan atap yang bocor mejadi tempat terbaik untuk kami melewati waktu bersama. Ibu adalah kata terindah dan terperih yang pernah ku dengar dan malam adalah kisah terpahit yang harus kulewati. Dalam doa selalu ku selipkan namanya pada Tuhan dan kadang air mata jatuh ketika mengenang kisah pilu sang wanita setengah baya itu.

Atau mungkin tercintaku ini tak pernah menawarkan kehidupan bagi kaum wanita, hingga ibu yang paling kucintai merasakan bagaimana kerasnya lahir dalam adat yang menomor duakan kaumnya, kaum wanita yang tak lain adalah ibu.

Dan yang paling memilukan ketika malam wanita setengah baya itu menceritkan masa kecilnya yang begitu memilukan. Aku sempat berpikir bahwa neraka bukanlah tempat setelah kematian, tetapi dunia yang di dalamnya penuh penindasan. Sofia, ya itu nama ibuku.  Sejak kecil telah di tinggal pergi oleh Ayah dan Ibunya ketika baru berumur 3 tahun dan itu adalah awal kisa sengsara yang dialaminya.

Sejak kecil tinggal bersama saudara laki-lakinya kerja di kota karena hanya itu keluarganya yang tersisa. Dia adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, Daniel adalah anak sulung yang kerang menjadi budak negara, Rikardus penjaga kampung  dan Sofia anak bungsu dan satu-satunya yang paling cantik diantara ketiganya.

Sejak kecil Daniel dan Sofia tinggal serumah dan Rikardus menetap di kampung untuk merawat kebun-kebun peningalan Wihelmina dan Mateus ayah yang tak lain adalah orang tua mereka.

Hingga pada saat Sofia beranjak dewasa, dia tetap tinggal bersama PNS itu. Kehidupan mereka begitu harmonis, Daniel pun selalu memperhatikan kebutuhan Sofia ketika menerima gaji. Paras yang cantik dari Sofia seperti menarik pemuda yatim piatu yang tinggal di dekat mereka. Kisah yang begitu mirip seperti menjadikan mereka pasangan yang begitu menyedihkan. Sebuah kebetulan yang menciptakan kesengsaraan.  

Kadang yang lebih menyakitkan bagiku atau bagi anak-anaknya, ketika kami beranjak dewasa dan mulai mengerti arti kehidupan justru masalah hadir silih berganti. Malam menjadi obat yang menenangkan bagi Sofia karena sedikinya dia punya waktu untuk bercerita tentang keluh kesah pada anak-anaknya.

Air mata sering jatuh pada waktu yang tak diinginkan saat kembali kisah itu perlahan menguasai pikiranku. Kisah yang tak akan pernah kulupakan yang aku, ibuku dan adik-adikku alami. 

Setelah hampir 22 tahun kami tinggal bersama Om Daniel, sebuah masalah hadir di tengah-tengah kami. Saat itu Daniel jatuh sakit dan separuh bagian tubuhnya sudah tak bisa di gerakan. Dokter yang mengurus kesehatannya mendiagnosa bahwa beliau terkena stroke. Sebuah kabar yang memilukan yang kami dengar. 

Selama hampir satu bulan, aku merawatnya di rumah. Ku lihat dalam pembaringan dia seperti anak yang baru lahir dan belum mengerti kerasnya kehidupan. Sofia adiknya setia memandikan tubuh yang setengahnya telah berhadap ke rumah Bapa. Bahkan kadang aku ingin muntah saat Daniel yang tak berdaya harus ngompol di tempat tidur dan lagi-lagi adiknya Sofia yang mengurus dengan sepenuh hati.

Kisah yang begitu mengharukan, tapi itu semua sirna ketika Rikardo adik Daniel mengusir kami dari rumah Daniel. Kami tak tahu apa salah kami, apa dosa kami sehingga kami diusir. Berbekal pengetahuan yang hebat dan gelar kapala kampung, Rikardus begitu perkasa bagi Sofia. Tak ada yang bisa menandingi kehebatannya berbicara apalagi soal adat. 

“Apa salah kami, kenapa nana tiba-tiba mengusir kami?” tanya Sofia lugu saat sebelum mereka mengangkat kaki dari rumah Daniel.

“Kamu tidak perlu tahu, yang jelas sudah ku siapkan anak-anakku untuk mengurus Daneil dan kami tidak lagi membutuhkan kalian di sini” jawabnya lantang.

Air mata Sofia pun jatuh perlahan di pipi, keempat anaknya menangis, yang sulung hanya tertawa melihat tingkah bodoh Riakrdo yang tak lain adalah pamanya. Tapi jauh dalam matanya tersimpan dendam yang membara dan akan terus tumbuh bersama waktu. 

“Paman itu hebat, soal adat paman begitu pintar tapi sayang cara paman tidak menunjukan bahwa paman itu orang yang beradat. Hanya lantaran sebongkah daging yang tidak sampai setahun akan menyatu bersama tanah paman tega memutuskna hubungan yang hampir 50 tahun” hanya itu kalimat yang keluar dari mulutnya saat sebelum semua perlengkapanya dirapikan.

Tragis memang, tapi memang begitulah kisah yang dialami Sofia dan keluarganya. Wanita di daerahnya seperti tak punya hak untuk segala yang berkaitan dengan kekuasaan. Tapi anaknya tetap tumbuh bersama dendam yang membara yang lahir dai rahim seorang wanita. Wanita tu bernama Sofia
Iteng, 30 November 2017

Oleh: Klaudius Marsianus Juwandy
Mahasiswa Program Studi Pendidikana Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Santu paulus Ruteng

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,204,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1040,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Wanita Itu Bernama Sofia
Wanita Itu Bernama Sofia
https://3.bp.blogspot.com/-vWU-5SwfT30/WiLIWj9B-YI/AAAAAAAAALM/WgFQB5qVTXYhe_f4cjs_8SqxzxDKR-A5ACLcBGAs/s320/Perempuan%2Bitu%2Bbernama%2Bsofia%2Bmarjin%2Bnews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-vWU-5SwfT30/WiLIWj9B-YI/AAAAAAAAALM/WgFQB5qVTXYhe_f4cjs_8SqxzxDKR-A5ACLcBGAs/s72-c/Perempuan%2Bitu%2Bbernama%2Bsofia%2Bmarjin%2Bnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/12/wanita-itu-bernama-sofia.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/12/wanita-itu-bernama-sofia.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy