Tidak Ada Alasan Orang Flores itu Gila
Cari Berita

Tidak Ada Alasan Orang Flores itu Gila

26 December 2017

Menurut hasil riset tim peneliti dari University of East Anglia terhadap penyanyi yang berlatih setiap pekan di Norfolk (Kompas, 26/12) menemukan bahwa bernyanyi bisa membantu sesorang pulih dari gangguan jiwa. (Foto: Istimewa)

Tidak bisa dipungkiri kebenaran pendapat seorang etnomusikolog Jaap Kunst terhadap orang Flores memang benar adanya. Menurutnya, orang flores adalah Singing Society (Masyarakat Bernyanyi).

Salah satu bukti yang saya rasakan sendiri adalah ketika pada suatu kesempatan saya diundang meliput acara natal bersama kumpulan keluarga Toraja di Jawa Timur beberapa waktu lalu. Seorang ibu entah sengaja atau tidak mengajak saya bernyanyi bersama setelah mereka tahu kalau saya orang Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Menurut pengakuan si ibu yang kebetulan suaminya orang Maumere, orang Flores adalah kumpulan orang-orang yang pandai bernyanyi dan bersuara bagus.

Tanpa menampik persepsi yang awalnya saya anggap keliru, saya mengharga kesempatan itu sambil kemudian mencari tahu kebenaran pandangan orang-orang di luar Flores tentang kemampuan bernyanyi di atas rata-rata kita.

Bernyanyi Bisa Bantu Pemulihan Gangguan Jiwa. Qui Bene Cantat bis Orat, pepatah bahasa Latin singkat namun cukup membuat orang-orang Flores tergugah untuk tidak hanya sekedar bernyanyi dengan baik bahkan lebih dari sekedar baik. 

Menurut hasil riset tim peneliti dari University of East Anglia terhadap penyanyi yang berlatih setiap pekan di Norfolk (Kompas, 26/12) menemukan bahwa bernyanyi bisa membantu sesorang pulih dari gangguan jiwa. 

Hal ini terutama kegiatan bernyanyi dalam kelompok atau paduan suara. Menurut mereka keseringan bernyanyi bersama akan membuat siapa pun merasa berarti dan meningkatkan kepercayaan diri.
Penelitian bernama Sing Your Heart Out (SYHO) project ini sudah dimulai sejak tahun 2005 di rumah sakit jiwa di Norwich dengan melibatkan ratusan orang dengan gangguan jiwa untuk bernyanyi bersama secara rutin.

Prof Tom Shakespeare, pimpinan studi menegaskan bahwa hal tersebut adalah hal murah untuk turut memulihkan kesehatan jiwa. Jika mereka bisa, mengapa orang yang suka bernyanyi seperti orang Flores tidak bisa?


Penulis: Andi Andur