Terkait Pengusiran Dari Dalam Ruang Sidang, Ahang Lapor Osy Gandut Ke BKD DPRD Manggarai
Cari Berita

Terkait Pengusiran Dari Dalam Ruang Sidang, Ahang Lapor Osy Gandut Ke BKD DPRD Manggarai

16 December 2017

Gandut, menurut Ahang harus diproses dan dimintai pertanggung jawaban atas kejadian tersebut. ( Foto: Istimewa)
Ruteng, marjinnews.com. Tampaknya kisruh Marselinus Nagus Ahang dengan Wakil Ketua DPRD Kab. Manggarai Simprosa Gandut atas kejadian pengusiran kemarin berlanjut dan semakin panas.

Hari ini anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai, NTT dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Marselinus Nagus Ahang, S.H., melaporkan Osi Gandut ke Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kab.Manggarai.

Dalam surat yang ditulis Anggota Dewan dari Dapil Ruteng-Lelak itu melaporkan Osi Gandut ke BKD atas kejadian kemarin. Dimana Ahang diusir dari ruangan sidang oleh PolPP atas inisiatif Osy Gandut selaku Pimpinan sidang.

Ahang menilai, anggota DPRD dari Fraksi Golkar itu telah melanggar UU MD3. Yang didalamnya sudah melekat hak Imunitas seorang Anggota Dewan.

Ahang, merasa hak Imunitas yang melekat didalam dirinya sebagai Anggota DPRD  telah dirampas oleh Osi Gandut.

Ia menilai pengusiran terhadap dirinya dari dalam ruang paripurna kemarin telah melecehkan institusi Dewan yang terhormat.

Gandut, menurut Ahang harus diproses dan dimintai pertanggung jawaban atas kejadian tersebut.

Ahang, berharap semoga Dewan Kehormatan DPRD Manggarai segera memanggil Osy Gandut untuk diproses sesuai koridor hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Senin (15/12/2017) Wakil Ketua DPRD Manggarai Simprosa Rianasari Gandut, yang biasa disapa Osy, meminta Sat.PolPP dan Badan Kebakaran Kab. Manggarai mengusir serta menarik Marsel Ahang dari dalam ruang sidang utama gedung DPRD Manggarai.

Persoalan kedua wakil rakyat ini dipicu  masalah adu argumen didalam sidang ke IX penetapan tiga Ranperda kemarin,  yang berujung pengusiran Ahang secara paksa oleh PolPP dan Badan Kebakaran Kab. Manggarai atas perintah Osi Gandut selaku Pimpinan sidang saat itu.( RN/MN)