Terkait OTT Reskrim Polres Manggarai, Anggota PERADI Angkat Bicara
Cari Berita

Terkait OTT Reskrim Polres Manggarai, Anggota PERADI Angkat Bicara

12 December 2017

Mengapa Aldo Febriyanto begitu cepat dipindahkan pemeriksaannya ke Polda NTT di Kupang. Bukankah itu untuk mempersulit penyidikan mengingat saksi-saksi berdomisili di Manggarai. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Marjinnews.com. Terkait peristiwa OTT terhadap Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Manggarai Iptu Aldo Febrianto oleh Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Polda NTT di ruang kerjanya, Senin (11/12).
Petrus Selestinus yang merupakan KOORDINATOR TPDI & ADVOKAT PERADI asal NTT angkat bicara.

Kepada marjinnews.com, Petrus Selestinus mengatakan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT)  harus segera  menetapkan status  tersangka  kepada Iptu Aldo Febrianto.

Lanjut Selestinus, menurut KUHAP pasal 1 butir 19, memberikan definisi  bahwa : Tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya, atau apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu.

Advokat kondang itupun mengkritik tindakan penegak hukum terkait OTT ini.
Katanya, jika dibawa ke Kupang dan untuk tujuan mutasi, maka ini jelas tindakan yang sangat diskrimintatif karena selama ini Polisi sering melakukan OTT terhadap masyarakat yang hanya curi ayam di Kampung langsung ditangkap, dihajar babak belur dan masuk sel tahanan.
Salestinus kembali bertanya kepada aparat Kepolisian.

Mengapa Aldo Febriyanto begitu cepat dipindahkan pemeriksaannya ke Polda NTT di Kupang. Bukankah itu untuk mempersulit penyidikan mengingat saksi-saksi berdomisili di Manggarai. Pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya. Proses OTT ini dilakukan secara senyap dan baru diketahui awak media pada Senin (11/12) sore. Informasi yang beredar, penangkapan dilakukan dua anggota Saber Pungli Polda NTT sekitar pukul 09.00 Wita. Seperti dilansir mediaindonesia.com, Senin (11/12/ 2017).

"Kami juga kaget. Ternyata ada OTT di belakang," ujar Kasi Propam Polres Manggarai Ipda Daud R Boeloe membenarkan informasi tersebut.
Ia baru membenarkan hal itu saat diajak berbincang awak media di ruang lobi Kantor Polres, Senin sore itu. Sementara saat diwawancara resmi sebelumnya, ia enggan berkomentar.

Ia mengarahkan wartawan untuk mewawancarai Wakil Kapolres Kompol Tri Joko Biantoro. "Silakan ke Pak Waka (wakil kepala)," ujarnya.
Sesuai arahan Kasi Propam, wartawan pun mendatangi Tri Joko Biantoro. Namun Tri berusaha menghindari wartawan sambil berkata, "Enggak ada. Informasi dari mana? Enggak benar."

Kasat Reskrim Iptu Aldo Febrianto masih terlihat duduk bersama stafnya di ruangan Urusan Mintu, yang berhadapan langsung dengan ruangan kerjanya. Ia terlihat gelisah ketika didatangi wartawan.
Ia pun mengajak wartawan menuju ruangannya. Saat ditanya terkait OTT dirinya, wajahnya terlihat memerah sambil berkelit. "Ah, OTT apaan? Enggak ada itu," ujarnya.

Ia terus berkelit ketika ditanyai terus hal itu. Informasi yang dihimpun, Aldo tertangkap tangan tengah bersama seorang kontraktor di ruang kerjanya. Aldo diduga melakukan pemerasan terhadap kontraktor tersebut.

"Barang bukti berupa uang Rp50 juta sudah diamankan anggota Saber Pungli. Kedua anggota Saber sudah kembali ke Kupang melalui Bandara Labuan Bajo (Manggarai Barat). Sedangkan Aldo rencananya akan menghadap Polda, besok," ujar sebuah sumber.

Kasi Propam Polres Manggarai mengatakan Aldo tidak langsung ditahan. "Kan tidak mungkin melarikan diri," ujarnya saat obrolan dengan sejumlah wartawan.
Kepala Sub Bidang Humas Polda NTT AKBP Jules Abraham Abas yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan SMS, belum memberikan komentar terkait hal ini.(RN/MN)