Temu Kasih Bersama Para ODHA

Senat Mahasiswa STFK Ledalero mengadakan kegiatan “Temu Kasih” kasih bersama ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) kabupaten Sikka dengan tema From STFK Ledalero With Love, Jumat (1/12)
Maumere, marjinnews.com - Jumat, 1 Desember 2017, pada peringatan hari HIV/AIDS sedunia, Senat Mahasiswa STFK Ledalero mengadakan kegiatan “Temu Kasih” kasih bersama ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) kabupaten Sikka dengan tema From STFK Ledalero With Love. Kegiatan ini berlangsung di aula St. Thomas Aquinas STFK Ledalero sejak pukul 10.00-14.30 WITA.

Kegiatan dibuka tepat pukul 10.00 WITA oleh Ronan Limahekin, perwakilan Senat Mahasiswa. Dalam kata pembukaannya, Ronan mengangkat sebuah refleksi kecil mengenai kasih. Kasih adalah sumber hidup manusia. Tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa kasih. Lebih dari itu kasih juga adalah kekuatan yang meneguhkan dalam setiap penderitaan dan yang menyatukan dalam setiap perbedaan.

Ada tiga agenda utama dalam kegiatan Temu Kasih ini. Pertama, kegiatan bedah buku “Bangkit Dalam Harapan Baru”. Kedua, kegiatan sharing kelompok. Ketiga, latihan kerajinan tangan. Kegiatan pertama dimoderatori oleh Venan Meolyu. Ada tiga pembicara dalam sesi ini, yaitu: P. Dr. John Prior (moderator KDS), Frano Kleden (salah satu penulis buku) dan ibu Vigis (ketua KDS).

Pater John Prior sebagai pembicara pertama mengemukakan bahwa ada dua hal utama yang menghalangi penyembuhan terhadap ODHA. Pertama, ketidaktahuan. Para ODHA tidak mengetahui apa itu HIV/AIDS, bagaimana proses penularannya, bagaimana pengobatannya dan bahkan apa dampaknya. Kedua, stigmatisasi. Stigmatisasi adalah label yang diberikan oleh masyarakat kepada ODHA. Mereka dicap sebagai orang bejat bahkan jahat. Mereka dijauhi dan dikucilkan dalam pergaulan masyarakat. Penderitaan akibat stigmatisasi ini sebenarnya lebih berat dari sakit fisik yang mereka alami. Bagaimana menghilangkan ketidaktahuan dan stigmatisasi ini? Menurut Pater John, ada tiga hal yang harus dibuat. Pertama, menerima mereka sebagai saudara/i. Kedua, para ODHA saling berbagi informasi. Ketiga, para ODHA diminta untuk menceritakan pengalaman mereka kepada publik.

Setelah pembicaraan dari P. John, dilanjutkan dengan pembicaraan kedua dari Frano Kleden. Mahasiswa semester VII STFK Ledalero ini memaparkan materi dalam sebuah makalah reflektifnya berjudul “Suara Yang Patut Dikenang”. Ia membuka pembicaraannya dengan mengutip sebuah kalimat dari Shakespeare, seorang sastrawan masyhur dari Inggris: “Beri kepada tiap orang telingamu dan hanya kepada beberapa orang suaramu”. 

Frano lebih jauh menyampaikan bahwa buku “Bangkit Dalam Harapan Baru” adalah kumpulan kisah hidup para ODHA. Buku ini memuat sharing dan curahan hati para ODHA bersama para frater. Menurut Frano, buku ini sangat bermanfaat bagi siapa saja, baik bagi mereka yang telah ‘melahirkan’ buku ini maupun mereka yang meluangkan waktunya untuk membaca buku ini. Buku ini dapat menjadi sumber peneguhan bagi para ODHA sehingga mereka terus mempertahankan hidup mereka dan berusaha menghadapi masa depannya secara normal. Buku ini juga dapat menjadi inspirasi bagi setiap orang agar saat mengalami kejatuhan dalam hidup jangan lupa untuk bangkit kembali dalam harapan baru. Selain itu, buku ini juga mengingatkan Gereja akan pentingnya pastoral perjumpaan bagi mereka yang terpinggirkan dan terkucilkan dalam masyarakat.

Setelah pembicara kedua selesai menyampaikan bahannya, dilanjutkan dengan acara musikalisasi puisi yang dibawakan oleh saudara Mikel, Frid dan Andi. Mereka membawakan puisi berjudul “Gelap”. Semua peserta terhanyut dalam lantunan puisi dan lagu indah yang mereka bawakan. 

Selanjutnya, pembicara ketiga, Ibu Vigis menyampaikan pembicaraannya. Ia menceritakan pengalamannya sebagai seorang aktivis ODHA yang tangguh. Ia yang pertama kali menggerakan teman-teman ODHA untuk membentuk kelompok KDS (Kelompok Dukungan Sebaya). Kelompok ini secara khusus memerhatikan orang dengan HIV/AIDS. Dalam kelompok ini mereka dihimpun, disatukan, saling berbagi pengalaman dan suka duka hidup mereka. Ibu Vigis agak kesulitan saat mengawali pembicaraannya. Ia menangis terharu karena terhanyut dalam puisi indah yang dibawakan oleh Mikel dkk. Puisi berjudul “Gelap” yang dibawakan oleh Mikel dkk. itu mengingatkannya akan pengalaman gelap yang pernah ia dan teman-teman ODHA alami saat masa-masa awal penderitaan mereka. Ia ingat bagaimana mereka dikucilkan dan disingkirkan dari pergaulan masyarakat. Ia berharap suatu saat semua orang bisa memahami ODHA. “ODHA bukan orang-orang jahat. Mereka bukan orang-orang bejat,” katanya. 

Sesi kedua dalam kegiatan Temu Kasih ini adalah sharing kelompok. Para ODHA dan mahasiswa dilebur ke dalam empat kelompok. Dalam kelompok, mereka mensharingkan pengalaman hidup mereka dengan bertitik tolak dari teks kitab Nabi Yesaya 63: 16-17: 64:3-8. Teks ini mengisahkan tentang umat Israel yang merasa ditinggalkan oleh Allah. Allah seperti tidak ada dan tidak peduli dengan penderitaan mereka. Namun mereka tetap memanggil Allah sebagai “Bapa” (sampai tiga kali) dan masih mengakuiNya sebagai pembebas. Di dalam kelompok, peserta diminta untuk mensharingkan pengalaman penderitaan hidup mereka dan merefleksikan secara pribadi apakah dalam penderitaan seperti itu, “Saya” masih berharap bahwa Allah akan membuat intervensi dalam hidup “Saya” dan bangsa ini?

Setiap kelompok terhanyut dalam kegiatan sharing masing-masing. Situasi hening dan alunan musik syahdu menambah kedalaman sharing setiap kelompok. Yang paling menarik bahwa setiap ODHA secara terbuka menceritakan pengalaman hidup dan penderitaan mereka. Begitu banyak ODHA yang tidak tahan untuk meneteskan air mata saat mereka mengingat dan menceritakan kembali pengalaman hidup mereka. Namun berdasarkan pleno hasil sharing kelompok nampak sangat jelas bahwa tidak ada seorang ODHA pun yang secara mutlak mempersalahkan Allah dan menganggap bahwa Allah tidak peduli dengan hidup mereka. Memang ada yang merasa bahwa Allah tidak adil karena mereka menanggung penyakit tanpa melakukan pelanggaran apapun. Hal ini terutama dikeluhkan oleh ibu rumah tangga yang terjangkit HIV dari suami mereka yang pulang merantau. Akan tetapi mereka tetap bersyukur kepada Allah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Mereka justru semakin merasakan kehadiran Allah dalam diri setiap orang yang menerima dan secara tulus mengasihi mereka.

Acara sharing kelompok ini diselingi oleh cerita pendek berjudul “Cincin” yang dibawakan oleh Fr. Ansel Langowuyo. Suara khas Fr. Ansel dan kata-kata indah dalam cerpennya berhasil menghanyutkan setiap peserta yang hadir dan mengantar semua peserta kepada refleksi yang lebih mendalam tentang hidup yang penuh tantangan ini.  

Sesi ketiga dalam kegiatan Temu Kasih ini adalah latihan kerajinan tangan dari bahan bekas. Pelatihan ini diberikan oleh Ibu Maria. Ibu Maria adalah juga seorang ODHA yang telah lama aktif di KDS. Ia mengajarkan semua peserta untuk membuat kerajinan tangan dari plastik minuman-minuman sachet seperti ABC Mocca. Top Cofee, Torabika, dll. menjadi tas-tas cantik yang bernilai tinggi di pasaran. Latihan ini menarik banyak minat terutama bagi para mahasiswa STFK Ledalero.

Kegiatan Temu Kasih ini ditutup dengan menari “Tobelo” bersama. Semua nampak bahagia dan suasana kasih persaudaraan semakin tercipta. Kegiatan Temu Kasih ini terselenggara dengan sukses berkat kerja sama yang solid dari setiap pengurus Sema. Karena itu patut dihaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, terutama Staf Sema, seksi Aksi Sosial, seksi Publikasi, seksi Akademi, seksi Dekorasi, seksi PU, seksi Konsumsi, seksi Acara, seksi Sound System, seksi Perlengkapan dan secara khusus STFK Band yang berhasil menghibur semua peserta dengan lantunan lagu dan musik yang indah. 

Kegitan Temu Kasih ini menyadarkan kita bahwa semua manusia tidak luput dari penderitaan. Hanya mungkin tingkatan penderitaan itu berbeda kadarnya pada diri setiap orang. Semua manusia juga tidak pernah luput dari pengalaman jatuh. Namun selalu ada harapan untuk bangkit dalam harapan baru. “Matahari sebenarnya tidak pernah tenggelam hanya kita saja yang tidak melihatnya”, kata Fr. Ansel dalam bagian penutup cerpennya. 

Oleh: Toni Mbukut

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,204,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1040,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Temu Kasih Bersama Para ODHA
Temu Kasih Bersama Para ODHA
https://3.bp.blogspot.com/-4DHG5p1fCiw/WiLTENSXbfI/AAAAAAAAAL4/z_QRILSMqGYRDzVKbMC1JOfFy9mksve3wCLcBGAs/s320/Ledalero%2BMarjin%2BNews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-4DHG5p1fCiw/WiLTENSXbfI/AAAAAAAAAL4/z_QRILSMqGYRDzVKbMC1JOfFy9mksve3wCLcBGAs/s72-c/Ledalero%2BMarjin%2BNews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/12/temu-kasih-bersama-para-odha.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/12/temu-kasih-bersama-para-odha.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy