Soal Ulah Mendikbud, PENA NTT Tunjuk Advokat Senior Tempuh Jalur Hukum
Cari Berita

Soal Ulah Mendikbud, PENA NTT Tunjuk Advokat Senior Tempuh Jalur Hukum

MARJIN NEWS
7 December 2017

Petrus Bala Pattyona merupakan salah satu pengacara senior asal Lemalera, Lembata, NTT, dan sudah malang melintang dalam menangani berbagai kasus besar di Tanah Air (Foto: Istimewa)
DENPASAR, marjinnews.com - Kisruh soal statemen Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy, rupanya berbuntut panjang.

38 wartawan asal NTT di Bali yang tergabung dalam Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT, selaku komunitas yang pertama kali memprotes keras pernyataan Muhadjir, bahkan berencana untuk menyiapkan langkah hukum.

Bertempat di Denpasar, Bali, Kamis (7/12/2017), PENA NTT di Bali secara resmi menunjuk Advokat Senior Petrus Bala Pattyona, SH, MH, CLA, sebagai kuasa hukum.

Petrus Bala Pattyona merupakan salah satu pengacara senior asal Lemalera, Lembata, NTT, dan sudah malang melintang dalam menangani berbagai kasus besar di Tanah Air.

Petrus Bala Pattyona misalnya, pernah menjadi kuasa hukum Ratnasari Dewi, istri Presiden ke-1 RI, Ir. Soekarno. Selain itu, Petrus Bala Pattyona juga menjadi kuasa hukum Bupati Sabu Raijua (Nonakrif) Marthen Dira Tome.

"Saya siap mendampingi PENA NTT untuk menyiapkan langkah hukum. Seperti apa langkah hukum yang akan diambil, sedang kami pertimbangkan," kata Petrus Bala Pattyona.

PENA NTT juga telah menunjuk Advokat Muda, Benyamin Seran, SH, sebagai kuasa hukum mendampingi Petrus Bala Pattyona.

Benyamin Seran selama ini banyak menangani kasus - kasus besar di Bali, termasuk beberapa kasus yang melibatkan warga asing. 

Oleh: Remigius Nahal
marjinnews.com Bali