Sepotong Terang Bulan Di Hari Ulang Tahunmu

Ku kirimkan sepotong terang bulan yang ku bungkus dengan sebuah doa untuk dan harapan seorang remaja yang masih terlalu alim mengenal cinta, karena aku ingin memberikanmu yang lebih dari kata-kata. (Foto: Istimewa)
Sofia Tersayang,
Ku kirimkan surat ini bersama sepotong terang bulan di hari ulang tahunmu yang kubeli diperempatan dekat rumahku. Maaf harus membuatmu kecewa di hari bahagia ini, tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sangat menyayangimu lebih dari segalanya.

Terima kasih karena kamu sudah memilih aku sebagai orang  yang kamu cintai. Aku sangat berharap pilihanmu adalah jujur.

Aku tahu mungkin aku tidak bisa menjadi pangeran dalam dongeng yang sering engkau ceritakan padaku saat kita bersama di suatu sore sambil menikmati senja yang kian redup tersapu gelap.

“kamu tahu, pada akhir kisah, pangeran itu menjemput permaisurinya dengan kereta kencana” katamu sambil mengambil segelas teh.

Pacarku yang paling cantik
Bersama surat ini ku ucapkan selamat ulang tahun untukmu, gadis yang selalu membuatku tersenyum sendiri di malam hari. Aku tahu kamu marah padaku lantaran ucapanku tak jadi yang pertama. Bukankah setiap orang ingin menjadi orang yang pertama untuk pujaan hatinya, tapi maaf aku justru hadir dipenutup acara ulang tahunmu karena aku ingin menjadi yang terakhir dalam hidupmu.

Ku kirimkan sepotong terang bulan yang ku bungkus dengan sebuah doa dan harapan seorang remaja yang masih terlalu alim mengenal cinta, karena aku ingin memberikanmu yang lebih dari kata-kata dan hadiah tetapi sebuah kisah dan perjuangan seorang kekasih.

Kamu tahu, terlalu banyak kata yang dikeluarkan oleh orang-orang hebat di tanah yang tercinta ini dan tidak ada satu pun yang mau mendengar yang lain. Bukankah itu yang kita sebut egois. Miliku, Sofia, Kita lupakan mereka, dan aku yakin sekarang kamu bertanya-tanya saat membaca suratku ini dan apa arti sepotong terang bulan yang ku kirim ini untukmu.

Apakah kamu masih ingat, saat setelah ku kecup keningmu di malam itu, ku ajak engkau  berjalan ke taman kota menikmati dinginnya malam. Saat itu hanya ada aku dan kamu yag duduk di bangku panjang. Bola lampu berdiri di samping kita dan burung hantu seperti tak mau kalah dengan kisah yang kita buat di taman itu. Dari kejauhan nampak rembulan yang indah memancarakan sinar kejujuran untuk bumi.

Aku ingat, masih sangat ingat, saat engkau mengatakan, “Tio, bisakah engkau mengambil rembulan itu untukku saat ulang tahunku nanti?”

“Ah kamu Sofia, akan kubawakan rembulan di pangkuanmu nanti’ jawabku saat itu sambil memelukmu erat seerat kata-kata yang ku ucapkan padamu. Tapi bukankah begitu dunia romansa kita, menjanjikan hal yang tak pernah bisa kita buat hanya untuk menyenangkan orang yang kita sayangi.

Pacarku yang paling cantik,
Kukirimkan surat ini bersama sepotong terang bulan sebagai hadiah di hari ulang tahunmu. Maaf harus memberimu sepotong terang bulan di hari spesial ini karena aku sudah tak sanggup membawakan rembulan di pangkuamu.

Kamu mungkin tertawa dengan kado yang kukirimkan ini, tapi ketahuilah bahwa cintaku begitu mahal kepadamu, tak ada mata uang yang sanggup membelinya.

Malam itu, saat aku duduk menyendiri di teras rumah. Ku lihat dari kejahauhan cahaya rembulan begitu indah, merah merona dan dalam keadaan sempurna. Dari tempat duduk ku raih rembulan itu.
Ku lihat besarnya hanya segenggam tanganku. Perlahan dan sangat hati-hati ku petik rembulan itu dan dapat dalam genggamanku. Dalam genggamanku cahaya rembulan begitu dingin tapi tetap indah memancarkan sinar kemuliaan. Seketika dunia menjadi gelap, dan cahaya rembulan itu ku genggam dan menyimpanya di saku celana.

Dari kejauhan aku dengan suara orang-orang marah, “aduh kenapa gelap sekali ini malam, tidak seperti biasanya, rembulan seperti telah hilang di curi orang”. Aku rabah kembali saku celanaku untuk merasakan cahaya rembulan tapi telah tiada yang tersisa hanya selembar uang Rp.5000. Aku lihat burung hantu bertengger di pohon bersama rembulan yang telah ku ambil. Burung hantu itu telah mencuri rembulanku, rembulanmu juga.

‘kembalikan, rembulan itu untuk pacarku” teriakku. Tapi burung hantu tak menghiraukan ucapanku. Ku lempar dengan batu tapi tak mengenainya. Dari dahan ke dahan dia bertengger dan saya harus capeh mengejarnya. Malam itu dia seperti menguji kesabaran dan cintaku untukmu.

Sofia pacarku, kamu tahu saat aku mengejar burung hantu jehanam itu, aku harus berpisah dengan sendal yang ku pakai saat  mengejarnya. Malam itu juga saat aku mengejar burung hantu, tak sengaja melewati komunitas para Imam. Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara anjing yang menggonggong dan mengejarku.

Kamu tahu, burung hantu yang mencuri rembulanku tetap santai di dahan mahoni. Sial, malam yang sial untukku atau untukmu juga. Hingga pada saat pengejaranku, burung hantu itu akhirnya bertengger tepat di atas gerobak seorang pedagang di perempatan lampu merah. Dengan sigap ku tangkap burung hantu itu, ku pikir aku telah mendapatkannya dalam gengamanku. Namun dengan seketika pula burung itu lenyap di telan malam, mataku mencarinya kemana-mana namun tak ku dapati jejaknya.

“mau terang bulan Mas?” tanya pedagan itu mengagetkanku. Aku bingung dengan kejadian malam ini seperti sebuah cerita yang tak pernah berpihak pada tokoh utama. Sofia sayang, maaf aku telah menyerah mengejarnya. Aku berharap rasa putus asa ku ini tidak kau angap sebagai bukti bahwa aku tidak tulus mencintaimu.

Dari kejauhan aku masih mendengar suara anjing-anjing sialan itu.

‘ayo mas, makan terang bulan ini. kue ini enak kalau dimakan malam hari apalagi kalau makan bersama kekasi” kata lelaki tua itu.

Malam semakin malam Sofia, lantas ku berpikir bahwa sebaiknya ku kirmkan terang bulan ini untukmu karena cahaya rembulan telah hilang dibawa pergi burung hantu dan lagi pula aku telah lelah mengejarnya.

“aku pesan satu mas, gulanya sedikit saja dan taburi misis dan tolong panggangya agak lama. Aku ingin terang bulan yang berwara merah kecoklatan” kataku singkat.
Pacarku yang terbaik,

Sengaja ku kirimkan sepotong terang bulan ini untukmu karena tak bisa bawakan rembulan di pangkuanmu, aku hanya punya uang Rp5000 untuk membelimu sepotong terang bulan dan kamu tenang saja, rasanya sudah kutakari dengan sempurna sebab bagaimana manisnya hidup ada ditangan kita sendiri.    

Ruteng, 10 Desember 2017
Penulis : Klaudius Marsianus Juwandy
Mahasiswas STKIP Santu Paulus Ruteng Prodi Bahasa Dan Sastra Indonesia Semester VII

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,108,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,142,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,174,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,529,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,51,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,199,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,15,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1021,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,89,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,84,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,18,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,43,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,43,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Sepotong Terang Bulan Di Hari Ulang Tahunmu
Sepotong Terang Bulan Di Hari Ulang Tahunmu
https://4.bp.blogspot.com/-gKntaKkICuw/WjyQ55tRDKI/AAAAAAAACfU/Gxgx-iX6Te4z7v_N1NHazSxeam107G-yACLcBGAs/s320/Sepotong%2BTerang%2BBulan%2Buntuk%2BSofia.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-gKntaKkICuw/WjyQ55tRDKI/AAAAAAAACfU/Gxgx-iX6Te4z7v_N1NHazSxeam107G-yACLcBGAs/s72-c/Sepotong%2BTerang%2BBulan%2Buntuk%2BSofia.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/12/sepotong-terang-bulan-dihari-ulang.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/12/sepotong-terang-bulan-dihari-ulang.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy