Sajak Joseph Epifianus, Tentang Desember, Hujan Dan Senja
Cari Berita

Sajak Joseph Epifianus, Tentang Desember, Hujan Dan Senja

12 December 2017

Bagiku, hujan senja di bulan Desember adalah larik sedihku. (Foto: Dokumen Pribadi)

Begitu riuhnya hujan senja mendera di beranda

Menempiaskan namamu diantara kubangan lukaku

Adalah kau, sebuah senja dengan hening paling senyap

Tempat kuletakkan segenap rasa nyeri hatiku

Aku menemukan kilau senja di matamu yang menjelma menjadi jingga juga
bertabur wewangian cinta

Hujan ibarat memetik senar dalam hati

Di sudut senja, aku memandang penuh makna

Diamku merobek sebagian hati

Gelisah pun menautkan sepenggal rasa

Hingga kunikmati sebagian nyanyian burung paling sunyi


Hujan senja kali ini aku bermimpi

Andai saja dapat kita nikmati bersama

Meski tubuh kita mengigil dalam percikannya

Namun, matamu mampu menghangatkan hatiku

Bagiku, hujan senja di bulan Desember adalah larik sedihku

Dan pelukanmu kan menjadi setitik hangat bagi lebam luka-lukaku

Engkau adalah ombak bagi perahu sunyiku

Menuntun kembara ini menuju singgasana hatiku

Di tepi senja

Aku meneriakan namamu

Ada sebait kidung puisi tertinggal disana

Dalam hening aku mendaraskan doa

Kukirimkan jejak kakiku lewat senja untukmu

Terimalah jejak kakiku

Biarlah kakiku, kakimu dan kaki kita saling menopang

Agar kuatku dan kuatmu menyatu menjadi satu

Kelak tubuh kita bernaung bersama dalam satu atap payung

Kala senja tiba, rindu meraung tiada henti

Rindu ingin segera diobati dengan pertemuan

Namun, apa ada daya rindu masih menghamba pada jarak

Bentangan jarak ibarat jurang yang tak terseberangi

Akankah jarak memperpendek spasinya

Agar raungan rindu terhenti?

Ahh jarak, kejammu ibarat gelombang ganas

Menghantam tubuhku kembali ke tepi sunyi





Penulis: Joseph Epifianus
Sekjend PMKRI Cabang Merauke