Rasaku Terhalang Oleh Keyakinan


Mataku seakan langsung tertuju ke meja. Kulihat ada sebuah alquran tertata rapi. Aku diam. Selama ini kami tidak pernah tanya kau Agama apa. (Foto Ilustrasi: Geogle)

Ikatan batin kita memang kuat. Tapi aku tidak bisa mencintaimu lagi.
Sebab harus diketahui keyakinan kita beda. Apalagi Bapakmu tidak mau melihat aku datang menemuimu lagi.

Siti, cinta dan rasa nyaman yang kau berikan untukku setengah tahun ini sudah meyakinkan untuk terus mencintaimu. Tidak! Jadikan rasa saling mencintai ini sebagai pelajaran berharga untuk kita berdua, dan harapanku semoga rasa cinta ini tetap ada dalam diri kita.

Siang hari Siti ajak aku pergi pesiar ke rumahnya. Aku sangat gembira dengan ajakan itu.

Apalagi baru pertama kali berkunjung ke rumahnya. Berangkat dengan sepeda motor buntut yang biasa aku gunakan setiap hari. Kegirangan pikiran di nikmati dalam perjalanan.

Tibalah Aku di rumah itu. Ayahnya berdiri depan pintu. Aku berjalan masuk beri senyuman. Kenapa senyumku tidak dibalas? Apa bapak itu, tidak biasa senyum ee? ucapku dalam hati. 

Munculah Siti dengan wajah berseri.
Mari silakan masuk ajaknya. Aku masuk sambil gemetar, bahkan kaki yang masih sehat melangkah, semacam ada tali yang mengikat. Aku masuk dan duduk.

Mataku seakan langsung tertuju ke meja. Kulihat ada sebuah alquran tertata rapi.
Aku diam. Selama ini kami tidak pernah tanya kau Agama apa.

Siti jalan ke belakang. Beberapa menit kemudian muncul bawa kopi dan kue.
Kenapa kamu lain sekali hari ini? Dari tadi diam terus. Kamu ada masalah?

Tanya Siti. Tidak apa-apa aku baik-baik saja. Aku hanya pikir tugas kuliah yang belum dikerjakan.

Kenapa ketika melihat alquran ini pikiran merasa beban, sahutku dalam hati. Ayo minum kopi, jangan malu-malu. Makan itu kue sampai habis, ucapnya bercanda.

Iya toh, pasti makan habis, sekalian dengan piring candaku sambil makan kue yang begitu lezat.
Ketika aku sedang bercanda, tiba-tiba ayahnya lewat dan duduk.

Kamu dari mana? Tanya ayahnya, sambil matikan rokok di asbak .
Dari Bealaing om, jawabku garuk kepala.
Kuliah juga? Sama jurusan dengan Siti? ucapnya lagi tarik satu batang rokok dari bungkusan.

Iya om, satu kampus dengan Siti tapi kami beda jurusan.
Saya jurusan Bindo. Ohh, belajar yang rajin, ucapnya sambil jalan.

Kamu jangan takut, Ayah biasa begitu, susah senyum tapi hatinya sangat baik. Bahkan dia larang pacaran sebelum selesai kuliah, ucap Siti tersenyum.

Terus kenapa kamu masih mau pacaran? Apa ayahmu tahu kamu pacaran denganku? Bicaraku sedikit kecil. Aku hanya ingin pacaran tujuan untuk saling mengenal saja, jawab Siti sambil ambil gelas depan muka dan jalan ke belakang.

Lama aku di rumahnya, tak terasa senja kutub barat mulai merah, memanggilku pulang. Aku pamit pada ayahnya yang sedang duduk di ruangan TV begitupun dengan Siti.

Dalam perjalanan pulang aku dilimpahi rasa senang. Bertanya dalam hati bagaimana hubungan dengan Siti nanti. Semoga baik-baik saja.

Tibalah aku di rumah.
Malam hari ketika aku sedang kerjakan tugas. Siti menelpon.
Aku jawab. kamipun saling bercakap-cakap sehingga malam berlalu begitu cepat. Bangun pagi kembali beraktivitas.

Di kampus ketika sedang berjalan Siti memanggilku, dia ajak aku kesebuah kantin untuk pergi minum. Kamu kuliah apa tadi? Ucap Siti sambil minum teh.

Dosen tidak masuk, kami hanya diberi tugas. Lama kami di kantin.
Siti ajak pulang. Aku antar kerumahnya.
Setiap hari kami selalu bertemu di kampus. Ketika pulang kalau ada waktu pasti aku antar.

Suatu hari tepatnya hari jumat Siti mengikuti latihan menari.
Aku jemput dia di depan rumahnya aku menunggu.

Bapaknya datang. Aku langsung lempar dia denga senyum manis.
Mungkin mau menegurku apalagi selama ini aku selalu datang kerumahnya, ucapku dalam hati. Mau jemput Siti?

Sitinya Masih ganti baju di dalam, ucap Bapaknya sambil jalan menuju kios kecil di pinggir jalan.

Munculah Siti dengan baju menarinya yang begitu indah dengan paras wajah cantik. Kamu sangat cantik hari ini, ucapku bercanda. Dari dulu juga saya tetap cantik toh. Jawabnya.

Kami lansung jalan antar Ana di tempat latihan menari itu.
Ketika kegiatan selesai kamu telpon aku supaya datang jemput, melihat wajahnya terlalu anggun untuk di pandang. Iya nanti saya telpon jawab Siti sambil jalan.

Aku lansung balikan sepeda motor dan pulang ke rumah.
Ketika sedang main PS bersama teman-teman, handphone berdering, kulihat Siti SMS minta bantuan antar pulang.

Aku lansung jalan. Aku sudah depan ruangan. kamu di mana?  Bunyi SMS ku. Tunggu sedikit ini mau keluar, balasan dari Siti. Munculah dia.
Ayo naik sudah. Dalam perjalanan cerita tentang kegembiraan kegiatannya.
Aku hanya mengucapkan selamat dan terus berjuang.

Sampailah di rumah. Aku lansung pamit pulang. Jangan dulu pulang, singgah minum dulu. Ku parkirkan sepeda motorku.
Kami masuk dan duduk. Jangan buatkan minum, saya sudah minum tadi.
Jam yang berputar begitu cepat, aku bergegas pulang.

Siti, apa hubunganmu dengan dia? Ayah lihat kalian bersama terus setiap hari, ucap ayahnya yang sedang nonton. Dia teman saya Ayah.

Kami sudah kenalan baik. Dia sering membantuku ketika ada kesulitan, jawab Siti sambil jalan ke kamar gantikan pakaian.

Ayah tidak mau kamu kecewa karena pacaran. Ayah mau kamu temukan orang yang mendampingi setelah selesai kuliah. Harus sesuai dengan keyakinan kita agar kamu tidak menyesal nanti.

Ketika kamu terus dengannya dan merasa nyaman, apakah dia mau mengikuti keyakinan kita?

Pagi hari Siti menelponku, ajak bertemu. Tumben dia ajak ketemuan pagi-pagi. Mungkin ada masalah.
Aku pergi dan bertemu dengannya di belakang kampus.

Ku lihat dia jalan kurang semangat, tidak seperti biasanya.
Kamu kenapa? Tumben kamu ajak ketemuan pagi-pagi sapaku tersenyum.

Ada hal penting yang ingin saya bicarakan ucapnya menegangkan.
Kita berpacaran sudah setengah tahun.
Kamu selalu membantuku ketika ada halangan. Bahkan kesusahan yang aku alami, menjadi kesusahanmu juga ucap Siti terbata-bata.

Terus maksudnya apa? Jawabku, merasa keheranan.
Kamu sebetulnya agama apa? Bicaranya menangis.

Kenapa kamu tanya demikian? Apa aku salah jika mencintaimu? Jawabku sambil mengelus pundaknya.

Kemarin ayah tanya tentang kamu. Bukanya ayah tidak suka kita bersama.
Cuma ayah tidak ingin aku dan kamu sakit hati.
Apakah kamu mau mengikuti agamaku ketika kita lama menjalin hubungan ini? Pacaran berbulan-bulan denganmu saja, aku sangat sulit melepaskanmu.

Apalagi bertahun-tahun nanti. Ucap Siti sambil menangis.
Tapi Siti , aku sangat mencintaimu.
Memang Ikatan batin kita sudah kuat. Tapi aku tidak bisa mencintaimu lagi.

Kamu harus tahu keyakinan kita beda. Bapakku tidak ingin melihat kamu datang menemuiku lagi. Aku berharap kamu mengerti. Siti cinta dan rasa nyaman yang kau berikan untukku setengah tahun ini sudah meyakinkan diriku untuk terus mencintaimu.

Tidak!! Jadikan rasa saling mencintai ini sebagai pelajaran berharga untuk kita berdua, dan semoga rasa cinta tetap ada dalam diri kita, menangis berjalan meninggalkanku.

Penulis : Yohanes Jefrianto Nabor
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP St.Paulus Ruteng

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,109,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,144,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,537,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,200,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1031,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,45,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Rasaku Terhalang Oleh Keyakinan
Rasaku Terhalang Oleh Keyakinan
https://4.bp.blogspot.com/-7lupqAwEQnU/WjpAiYbGTbI/AAAAAAAAAJA/bCzP_e-GhiggNtc5RFuO249hHjDzWkbzQCLcBGAs/s1600/CBA.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-7lupqAwEQnU/WjpAiYbGTbI/AAAAAAAAAJA/bCzP_e-GhiggNtc5RFuO249hHjDzWkbzQCLcBGAs/s72-c/CBA.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/12/rasaku-terhalang-oleh-keyakinan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/12/rasaku-terhalang-oleh-keyakinan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy