Pesan Buat Fahri Hamzah: "Kebodohan" Jangan Dipamer

Fahri boleh mengkritik siapapun termasuk pak Presiden, namun kritikan seharusnya menunjukan diri sebagai seorang nasionalis dan negarawan dan bukan semakin menelanjangi diri sebagai wakil rakyat yang memecah belah dan mendukung kelompok tertentu (Foto: Istimewa)
Menyimak bagian ILC semalam (Rabu, 05 Desember-2017) yang bertopik: “212: Perlukah Reuni”? di youtube, dimana salah satu ucapan Fahri Hamzah yang mengatakan penasehat-penasehat Jokowi bodoh, dan mengatakan Jokowi sebagai alumni 212 karena presiden Jokowi hadir dalam aksi 212 beberapa waktu lalu.

Sebagai warga negara, saya menilai pernyataan Fahri Hamzah yang dalam posisinya sebagai wakil ketua DPR-RI sekaligus yang mengatasnamakan diri sebagai wakil rakyat adalah sebuah pernyataan yang justru menunjukan kebodohan Fahri Hamzah sendiri yang seharusnya menjadi penengah yang baik di tengah suhu politik bangsa yang sarat sentimen agama dan ras tanpa harus menghina orang lain.

Fahri boleh mengkritik siapapun termasuk pak Presiden, namun kritikan seharusnya menunjukan diri sebagai seorang nasionalis dan negarawan dan bukan semakin menelanjangi diri sebagai wakil rakyat yang memecah belah dan mendukung kelompok tertentu. Fahri Hamzah tentu marah khan, kalau dibilang bodoh. Saya sangsi kalau Fahri mengatakan tidak marah.

Menyimak ungkapannya soal penasehat-penasehat Jokowi bodoh dan pernyataan selanjutnya soal ketidahadiran Jokowi yang oleh Fahri Hamzah sebagai alumni 212 juga, Fahri sejatinya tidak tengah mengampanyekan kebodohannya sediri dengan logika yang salah.

Kalau Fahri mengatakan penasehat-penasehat presiden Jokowi adalah bodoh, maka saya justru mengatakan dan menyampaikan pesan bahwa pernyataan dia adalah sebuah pernyataan bodoh yang tidak usah dipamer di depan khalayak. Seorang anggota dewan terhormat seharusnya juga menunjukan kehormatannya dengan menghormati orang lain dalam tutur kata maupun tindakan.
 
Logikanya sederhana: Kehadiran Jokowi. Kehadiran Jokowi menemui peserta aksi 212 pada tanggal 2 December 2016 seharusnya dilihat sebagai kehadiran seorang pemimpin yang mendengarkan rakyatnya. Sama seperti ketika Jokowi menemui aksi massa dari kelompok mahasiswa atau organisasi lain, mendengarkan aspirasi dan makan bersama adalah bentuk kehadiran seorang pemimpin untuk semua dan bukan untuk satu golongan.
 
Dengan kehadiran pak Jokowi di tengah aksi mahasiswa atau kelompok dan organisasi masyarakat tertentu, lalu apakah pak Jokowi dinilai sebagai pendukung atau alumni dari aksi mahasiswa atau organisasi tersebut? Tidak. Demikian juga dengan kehadiran pak Jokowi yang menemui peserta aksi 212 TIDAK BISA DIARTIKAN sebagai  sebuah kehadiran politis yang serta merta menyimpulkan bahwa pak Jokowi adalah salah seorang peserta aksi 212 dan menjadi alumni 212. 

Cara pandang Fahri Hamzah ini bagi saya adalah cara pandang yang bodoh. Jadi kalau pak Jokowi hadir dalam kegiatan keagamaan umat Hindu atau Budha, pak Jokowi dicap sebagai pengikut Hindu dan Budha? Tidak. Justru cara pandang Fahri ini mengingatkan cara pandang kaum intoleran terhadap sosok dan kebijakan mantan Presiden RI: Gus Dur. Kehadiran Gus Dur dalam natal bersama umat Kristiani, Gus Dur langsung dicap sudah menjadi umat Kristen.
 
Fahri justru memperlihatkan kesalahan terbesar dengan mengatakan pak Jokowi adalah alumni 212, karena menemui aksi massa 212. Kalau demikian; artinya massa aksi 212 memaksa untuk menemui Presiden hanya sebuah jalan politik untuk menjebak Jokowi (jika bertemu dan memang bertemu) agar dicap sebagai alumni 212. Pernyataan Fahri dengan jelas merupakan pernyataan yang bermuatan politik untuk memecah belah bangsa, untuk membenturkan pak Jokowi dengan kelompok lain yang selama ini berjuang mempertahankan NKRI dan Pancasila.
 
Lebih lanjut, Fahri menegaskan bahwa Jokowi seharusnya hadir dalam acara 212, 02 Desember 2017 yang lalu. Pak Jokowi dan penasehatnya bukan orang bodoh. Bagaimana mungkin Pak Jokowi mau hadir kalau di sana ada bendera kaum intoleran yang dipasang. Bagaimana mungkin Pak Jokowi mau hadir kalau perjuangan kalian adalah untuk mengganti ideologi Pancasila. Dari sini nampak jelas, yang bodoh itu siapa? Pak Jokowi dan penasehat-penasehatnya atau anda?
 
Hanya satu pesan padamu Fahri; anda pasti marah dibilang bodoh, maka jangan pamer pernyataan yang justru menelanjangi kebodohan anda sendiri.
 
Manila, 6 Desember 2017
Oleh: Fr. Juan Tuan MSF
Catatan: Segala macam bentuk aspirasi dalam tulisan ini murni menjadi tanggungjawab penulis. 

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Pesan Buat Fahri Hamzah: "Kebodohan" Jangan Dipamer
Pesan Buat Fahri Hamzah: "Kebodohan" Jangan Dipamer
https://3.bp.blogspot.com/-vssyoLFJSeU/WigyOvNgVDI/AAAAAAAAAO4/4jsi-fTx6y4OdQvmsBBne7na-ljYXe3SACLcBGAs/s320/images.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-vssyoLFJSeU/WigyOvNgVDI/AAAAAAAAAO4/4jsi-fTx6y4OdQvmsBBne7na-ljYXe3SACLcBGAs/s72-c/images.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/12/pesan-buat-fahri-hamzah-kebodohan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/12/pesan-buat-fahri-hamzah-kebodohan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy