Para Tokoh NTT Di Bali Mendukung Perjuangan PENA NTT
Cari Berita

Para Tokoh NTT Di Bali Mendukung Perjuangan PENA NTT

12 December 2017

Sejumlah Tokoh asal NTT yang tinggal di Bali menyatakan dukungan terhadap perjuangan PENA NTT terkait pernyataan Mendikbud soal NTT Bodoh.(Foto: RN/ MN)

Denpasar, marjinnews.com. Perjuangan 38 jurnalis asal NTT di Bali yang tergabung dalam Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT, mendapatkan dukungan dari para tokoh NTT di Bali. Meski beberapa tokoh ini enggan menyatakan dukungan secara terbuka, namun parah tokoh menyampaikan dukungan atas gerakan yang dilakukan oleh PENA NTT.

Salah satunya, Dr. Simon Nahak, saat bertemu dengan PENA NTT di Center Point Renon, Denpasar, Senin (11/12). Simon Nahak menegaskan, dirinya siap mendukung gerakan PENA NTT, termasuk apabila harus menempuh jalur hukum.
“Saya mengikuti setiap informasi yang diberitakan berbagai media. Ini sebuah langkah positif yang harus dilakukan oleh masyarakat NTT. Apapun perjuangan teman-teman, saya siap mendukung.

Sebagai pengacara asal NTT, saya katakan setiap gerakan wartawan memberi nilai perubahan yang sangat besar bagi publik. Termasuk saya sebagai pengacara sejak tahun 1990, mati hidup bersama  wartawan demi sebuah perubahan” tutur Ketua Asosiasi Advokat Indonesia Wilayah Bali, NTB dan NTT ini.

Simon juga mengatakan mendukung perjuangan PENA NTT yang mengecam pernyataan Mendikbud. “NTT itu bukan embel-embel, ini tali pusar kita. Jadi menurut saya, gerakan ini sangat manusiawi, sangat bagus dan saya dukung penuh,” tandas Ketua Prodi Magister Hukum Universitas Warmadewa ini.

Simon mengapresiasi bahwa melalui perjuangan PENA NTT masalah ini sampai ke telinga Mendikbud. Mendikbud bahkan telah mengutus tim ke Bali untuk berdialog langsung dengan PENA NTT, meskipun berakhir deadlock pekan lalu.

“Ini tidak main-main. Jadi saya sangat mendukung perjuangan teman-teman” kata Simon, yang didampingi, Yulius Benyamin Seran, SH, advokat muda asal NTT.

Terkait statemen Mendikbud yang dikecam, menurutnya wajar jika diminta pertanggung jawaban oleh PENA NTT ataupun masyarakat NTT lainnya yang tersinggung dengan statemen dimaksud. Ia bahkan mengapresiasi, karena Mendikbud berjanji akan meminta maaf apabila benar ia melontarkan pernyataan sebagaimana salah satu media nasional.

Laporan: Remigius Nahal/ marjinnews.com Bali