Nyentriknya Saksi Ahli dari KPK di Sidang Praperadilan Setya Novanto

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Nyentriknya Saksi Ahli dari KPK di Sidang Praperadilan Setya Novanto

12 December 2017


Penampilan nyentrik dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara itu bahkan membuat hakim Kusno juga ikut komentar. (Foto: Istimewa)
Jakarta, marjinnews.com. Jika dilihat dari penampilannya, tak ada yang menyangka Mahmud adalah seorang saksi ahli, seorang dosen sekaligus doktor di bidang hukum pidana.

Berambut mohawk dan gesper berlogo buaya warna emas, kehadiran Mahmud Mulyadi dalam sidang praperadilan Setya Novanto, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017), seperti dilansir Kompas.com sangat menyita perhatian.

Kedatangannya di PN Jakarta Selatan hari ini untuk memberikan pandangannya sebagai saksi ahli dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penampilan nyentrik dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara itu bahkan membuat hakim Kusno juga ikut komentar.

"Ahli ini penampilannya anak gaul, tapi pintar sekali," ujar Kusno kepada Mahmud.
Mulyadi yang memiliki gelar doktor ilmu hukum tersebut memang berpenampilan seperti anak muda, meski usianya kini sudah 32 tahun.

Dalam persidangan, Mahmud menggunakan jas potongan slim fit, dengan paduan celana panjang berbahan jeans biru muda. Mahmud menggunakan aksesoris dasi berwarna biru dan ikat pinggang yang kepalanya berbentuk buaya berwarna emas.

Potongan rambut yang dipilih Mahmud juga tak seperti dosen pada umumnya. Mahmud terlihat menaikkan rambut bagian atas dan bergaya ala mohawk.
Tak cuma itu, Mahmud menggunakan sepatu semacam boots yang dilapisi motif warna-warni.

Selama persidangan, Mahmud mampu menjawab semua pertanyaan yang disampaikan KPK, pihak pemohon praperadilan dan hakim. Beberapa kali, Mahmud memberikan keterangan secara panjang lebar dan mendapat pujian dari pihak pengacara Setya Novanto.

Penampilan Mahmud yang nyentrik, bukan kali ini saja terlihat. Dalam pemberitaan media, setidaknya rambut mohawk Mahmud sudah ada sejak tahun 2014, saat dia menjadi pembicara di acara Indonesia Lawyer's Club.

Pada tahun 2016, dia juga mempertahankan gayanya saat hadir dalam acara Masyarakat Hukum Pidana Indonesia (Mahupiki).

Meski berpenampilan mencolok, ilmu yang dimiliki Mahmud terbilang mumpuni. Dia dipercaya berbagai pihak untuk  menjadi saksi ahli di persidangan-persidangan di berbagai kota di Indonesia.(RN/MN)