Nuansa Natal Orang Manggarai Berlangsung Riah

Sangat nikmat hikmah dan meriah sekali. Selamat merayakan Natal dan bahagia Tahun baru. Semoga Tuhan selalu menyertai kita semuanya. ( Foto: Dok.Pribadi)

Kata "Natal" berasal dari bahasa Latin yang berarti "lahir", yang dalam agama Kristen dianggap merupakan hari kelahiran Yesus. Perayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Para teolog Mesir menunjuk tanggal 20 Mei tetapi ada pula pada 19 atau 20 April. Di tempat-tempat lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6 Januari, ada pula pada bulan Desember.

Perayaan pada tanggal 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5. Di jaman Romawi kuno ada berbagai perayaan keagamaan dalam masyarakat non-Kristen yang juga dilakukan pada bulan Desember.

Dewasa ini umum diterima bahwa perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah penerimaan ke dalam gereja tradisi perayaan non-Kristen terhadap dewa matahari Solar Invictus (Surya Yang Tak Terkalahkan) atau Saturnalia Celebrate dengan menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Surya Agung itu sesuai Alkitab (Maleakhi 4:2; Lukas 1:78; Kidung Agung 6:10).

Menghubungkan Yesus dengan simbolisme Matahari didukung oleh berbagai bagian dalam Alkitab. Yesus dianggap sebagai "Matahari Kebenaran" yang dinubuatkan oleh Maleakhi: "Sampai kapan matahari terbit kebenaran dan kesembuhan ada di sayapnya." Sedang Yohanes menggambarkan Yesus sebagai "terang dunia."

Meskipun bulan dan tanggal kelahiran Yesus tidak diketahui, pada awal abad ke-4 Gereja Kristen Barat telah menempatkan Natal pada tanggal 25 Desember. Saat ini, kebanyakan orang Kristen merayakannya pada tanggal 25 Desember di kalender Gregorian, yang telah diadopsi hampir secara universal dalam kalender sipil yang digunakan di negara-negara di seluruh dunia.

Namun, beberapa Gereja Kristen Timur merayakan Natal pada tanggal 25 Desember versi kalender Julian yang lebih tua, yang saat ini sesuai dengan tanggal 7 Januari di kalender Gregorian, sehari setelah Gereja Kristen Barat merayakan Epiphany. Ini bukan perselisihan mengenai tanggal Natal, tapi lebih pada preferensi kalender mana yang harus digunakan untuk menentukan 25 Desember.

Ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi pilihan tanggal ini. Tanggal 25 Desember adalah tanggal yang ditandai oleh orang Romawi sebagai titik balik matahari musim dingin (winter solstice),  hari pertama di mana hari-hari akan terasa lebih panjang dan Matahari akan lebih lama tampak di langit.

Yesus diidentikkan dengan Matahari berdasarkan Perjanjian Lama. Selain itu bangsa Romawi Kuno memiliki serangkaian festival pagan menjelang akhir tahun, dan Natal mungkin telah dijadwalkan pada saat itu untuk menyesuaikan diri, atau bersaing dengan, satu atau lebih dari festival pagan ini.

Kebanyakan umat Kristen sekarang tidak mempermasalahkan soal tanggal ini karena menurut mereka yang terpenting adalah makna dari peringatan tersebut. Saat merayakan Natal sebenarnya umat Kristen tidak sedang merayakan sejarah kelahiran Kristus saja melainkan juga menjadi momen untuk mengingat kembali pesan terpenting dari ajaran Kristus yaitu, Cinta Kasih.

Dalam menyambut Natal umat Kristen umumnya dan Katholik khususnya diseluruh dunia menyambutnya dengan sangat antusias.

Mulai dari persiapan yang bersekala kecil, sampai persiapan yang bersekala besar.

Tak ketinggalan juga bagi umat Katholik di Indonesia, lebih khusus umat Katholik Manggarai. Tradisi umat Katholik Manggarai dalam menyambut Natal sangat beragam.

Mulai dari pembuatan pernak-pernik Natal, pembuatan hiasan Natal, kandang Natal dan sampai pada upacara bahagia menyongsong Natal.

Di dalam menyongsong Natal umat Katholik Manggarai sangat antusias sekali.

Sebulan sebelum Natal, orang Manggarai tampaknya sudah mulai bereforia. Tak jarang, para kaula muda membuat kandang Natal di area terbuka semisal, di perempatan jalan bahkan di depan pekarangan rumah yang dianggap strategis.

Dalam perkumpulan itu, tak lupa juga sebuah kebiasan yang tak asing lagi yaitu bunyi musik. Apabila musik sudah didengungkan otomatis moke atau sopi menyusul. Lingkaran sloki pun mulai berputar.

Sangat berbahagia jika dalam situasi itu ada juga orang yang menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan (Babi/Anjing) berarti sesi minum itu ada cemilannya (Pareng), entah itu daging bakar atau daging masak.

Ketika eforia Natal seperti itu ada, para kaula muda yang merasa sedikit oleng/ pusing karena minuman itu, bergoyang, sampai ada yang lupa nama sendiri, tidak tau arah pulang kerumah dan akhirnya tidak sadar diri dan tidur di jalan.

Eforia semacan ini sudah dianggap lumrah bagi orang Manggarai. Tidak masalah selagi aman dan tertib. Dan pada intinya tidak mengganggu ketertiban umum.

Itu soal Natal, belum berbicara tentang Tahun baru. Tahun baru, bagi orang Manggarai identik dengan upacara" Takung Mangko Mese/ teing hang" atau upacara persembahan bagi Para Leluhur yang sudah meninggal dunia.

Dan mengucap syukur kepada Tuhan" Mori Jari Agu Dedek" atas segala keberkahan di Tahun yang sudah berlalu. Dan meminta Kepada Tuhan untuk tetap menyalurkan berkah di Tahun baru yang akan datang itu. Media sebagai hewan kurbanya ialah" manuk bakok"(Ayam Putih).

Ayam putih ini diyakini sebagai sebuah cahaya yang akan memberi penerangan untuk segala kehidupan di hari-hari yang akan datang. Buluhnya yang berwarna putih itu melambangkan hati kita yang suci dalam menyongsong Tahun Baru untuk  disisi segala Karunia dan Berkat dari Tuhan.

Inti doanya ialah" kut na'a ntaung manga, agu werus ntaung weru. Artinya, kita tinggalkan tahun yang lamai mari kita pakai Tahun yang baru.

Setelah upacara teing hang itu selesai, semua keluarga berkumpul untuk makan dam minum bersama, upacar pemungkasnya ialah bergoyang bagi yang punya alat musik. Atau bernyanyi bagi kaum Bapa-Bapa yang suka bernyanyi.

Tentunya lagu yang dibawakan ialah lagu adat Manggrai. Ada yang mengangkat ( Tukang cako) kemudian yang lain menjawab ( tukang wale).

Silih berganti, semua orang yang ikut duduk melingkar pada saat itu mendapat giliran menjadi tukang cako ( Pengangkat Lagu).

Nuansa keakraban nampak tergambar disitu. Ada pihak anak wina yang hadir,  begitu juga pihak anak rona. Serta ase ka.e.( saudara). Semua dibalut dalam sukacita menyongsong Tahun Baru.

Tak terlupakan juga, ucapan selamat Natal dan Tahun Baru. Para Umat sehabis sembayang hari raya Natal mengunjungi kerabat sekedar untuk bersilahturahmi.

Jangan lagi berbicara soal daging, pada saat itu boleh dikatakan sampai puas juga untuk makan daging. Sebab hampir setiap rumah ada yang beli daging. Di samping daging ada juga aneka kue tradisional Manggarai. Misalnya Kokis, lemet, srabe dan lain-lain.

Itu adalah cermin nuansa Natal dan Tahun baru orang Manggarai. Sangat nikmat hikmah dan meriah sekali. Selamat merayakan Natal dan bahagia Tahun baru. Semoga Tuhan selalu menyertai kita semuanya. AMIN...

Penulis: Remigius Nahal

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,204,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1040,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Nuansa Natal Orang Manggarai Berlangsung Riah
Nuansa Natal Orang Manggarai Berlangsung Riah
https://1.bp.blogspot.com/-trle9bAGudo/Wj7FLB7Z3dI/AAAAAAAAAP4/GC0-bKjeQXonKwojMl3yDgERMEEr-GmUACLcBGAs/s320/FB_IMG_15140631212659326.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-trle9bAGudo/Wj7FLB7Z3dI/AAAAAAAAAP4/GC0-bKjeQXonKwojMl3yDgERMEEr-GmUACLcBGAs/s72-c/FB_IMG_15140631212659326.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/12/nuansa-natal-orang-manggarai.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/12/nuansa-natal-orang-manggarai.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy