Masih Terkait Pernyataan Mendikbud, Hari Ini Mahasiswa Asal NTT Di Bali Menggelar Diskusi Sekaligus Konsolidasi Untuk Menyikapi Kembali Pernyataan itu
Cari Berita

Masih Terkait Pernyataan Mendikbud, Hari Ini Mahasiswa Asal NTT Di Bali Menggelar Diskusi Sekaligus Konsolidasi Untuk Menyikapi Kembali Pernyataan itu

19 December 2017

Inisiator atau Penggagas acara tersebut adalah Efraim Mbomba Reda. Efraim merupakan Mahasiswa asal NTT yang sangat getol menyuarakan agar Mahasiswa NTT khususnya di Bali bersuara. (Foto: RN)

Denpasar, marjinnews.com. Polemik terkait pernyataan Mendikbud RI soal NTT bodoh tampaknya masih belum padam dan terus bergulir hingga hari ini memasuki babak baru.

Hari ini Selasa 19 Desember 2017, sejumlah Mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang mengenyam Pendidikan di Pulau Dewata serta perkumpulan Pemuda peduli NTT akan menggelar kembali diskusi sekaligus konsolidasi terkait menyikapi kembali pernyaataan Muhadjir Efendi, yang dinilai menghina Orang NTT. 

Dalam undangan seperti yang diterima oleh marjinnews.com Bali pada Senin 18 Desember  malam, isinya yaitu mengajak seluruh Mahasiswa-i/ Pemuda NTT yang berdomisili di Bali, maupun Simpatisan untuk mendiskusikan dan melakukan konsolidasi kembali secara bersama - sama atas persoalan terkait pernyataan Mendikbud tersebut.

Inisiator atau Penggagas acara tersebut adalah Efraim Mbomba Reda. Efraim merupakan Mahasiswa asal NTT yang sangat getol menyuarakan agar Mahasiswa NTT khususnya di Bali bersuara untuk menyikapi pernyataan Kemendikbud tersebut. Seperti yang tertulis di harian Jawa Pos terbitan tanggal 4 Desember lalu yang isinya dinilai melecehkan martabat orang NTT.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa sejumlah Mahasiswa asal NTT di Bali bersama PENA NTT menggelar aksi unjuk rasa di depan monumen Bajra Sandhi Renon. Mereka perotes dengan pernyataan Mendikbud yang dinilai menghina Rakyat NTT.

Beberapa waktu lalu saat itu juga,tepatnya di Center Point Renon saat pertemuan dengan utusan Kemendikbud, Efraim yang juga seorang aktivis ini sempat menyampaikan isi hatinya mewakili Mahasiswa NTT di depan Utusan Kemendikbud.

Dia bahkan di akhir pernyataannya menitipkan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Jokowi untuk menyelasaikan masalah ini.

Namun sayang pada saat itu surat itu batal dikirim. Lantaran pihak Kemendikbud pada waktu itu tetap berdalih bahwa apa yang dimuat di harian Jawa Pos itu tidak benar.

Pertemuan saat itu sempat memanas lantaran  pihak Kemendikbud bilang, bahwa mereka punya rekaman terkait pernyataan Kemendikbud itu. Namun, ketika sejumlah wartawan meminta data rekaman itu untuk di buka dan didengarkan bersama Pihak utusan Kemendikbud menjawab masih di Jakarta.

Dan pihak PENA NTT sebagai pelopor protes terhadap Pernyataan itu masih bersabar pada saat itu. Pertemuan akhirnya di deatclok atau ditunda sampai hari selasa tanggal 12 Desember 2017 kemarin.

Namun, lagi-lagi pihak kemendikbud berdalih dengan jawaban mohon PENA NTT bersabar. Dan sampai hari ini polemik ini tetap saja menjadi bola panas. Belum mendapatkan benang merah penyelsaiannya.

Efraim Mbomba Reda, saat ini kuliah di Universitas Warmadewa-Denpasar mengambil jurusan Hukum. Dia berasal dari Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Dan berikut ini adalah petikan isi surat undangan untuk konsolidasi sekaligus diskusi terkait pernyataan Mendikbud tersebut.

Salam Hormat untuk rekan - rekan Mahasiwa -i /Pemuda NTT yang berdomisili di Bali.

Salam Sejahtera untuk kita semua.

Pernyataan Mendikbud, Muhajir Effendy yang dikutip oleh Jawa Pos edisi 4 Desember 2017 telah menimbulkan ketersinggungan bagi sebagian Masyarakat NTT. 

Dengan ini saya (Efraim Mbomba Reda - Mahasiswa NTT di Bali) mengajak rekan - rekan *Mahasiswa-i/ Pemuda NTT yang berdomisili di Bali, maupun Simpatisan untuk mendiskusikan dan melakukan konsolidasi bersama - sama atas persoalan ini. Diskusi sekaligus konsolidasi ini sampai menghasilkan putusan dalam menyikapi polemik ini. 

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Selasa, 19 Desember 2017
Waktu             : Pukul 19 WITA - selesai
Tempat.          : Sekretariat PMKRI Denpasar, Jln. Thamrin Gang 1 Nomor 8

Demikian undangan/ajakan ini saya sampaikan. Sangat diharapkan kehadiran nya.

Salam Peduli NTT !

Ttd

Efraim Mbomba Reda

(Inisiator) Mahasiswa NTT-Bali

Laporan: Remigius Nahal/marjinnews.com Bali