Marselinus Ahang, DPRD Kabupaten Manggarai yang Terlupakan

Banyak kalangan menilai aksi Ahang ini sebagai sebuah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang kerap terjadi di kabupaten Manggarai yaitu diskriminasi kebijakan anggaran dalam APBD yang tidak mengakomodir masukan dewan yang tertuang lewat hasil reses (Foto: floreseditorial.com)
Selama beberapa hari  terakhir ini, publik Manggarai kembali ramai dengan aksi salah satu anggota dewan dari fraksi PKS yaitu Marselinus Nagus Ahang. Marsel Ahang adalah salah satu anggota DPRD kabupaten Manggarai yang kerap kali bersetru baik dengan  sesama reksn anggota dewan,dengan kepala dinas bahkan dengan bupati Manggarai Deno Kamelus.

Banyak kalangan menilai aksi Ahang ini sebagai sebuah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang kerap terjadi di kabupaten Manggarai yaitu diskriminasi kebijakan anggaran dalam APBD yang tidak mengakomodir masukan dewan yang tertuang lewat hasil reses. Namun tak sedikit juga banyak kalangan menilai bahwa aksi Ahang mencoreng moralitas dewan sebagai lembaga terhormat.
Lalu pertanyaan, benarkah karena didiskriminasi point utama dari Aksi Ahang?

Mari kita liat rentetetan peristiwa Dibawah ini.
25/11/2017, saat ada sidang paripurna 7 dengan agenda penyampaian nota keuangan APBD 2018 oleh bupati.Waktu itu Ahang pertanyakan tentang hasil reses DPRD yang hampir dua tahun belakangan ini kadang diakomodir dan  kadang tidak akomodir.

Ahang menilai bahwa proyek di Manggarai hanya dibagi untuk kepentingan politik Pilkada. Berangkat dari hal itu dirinya kecewa dengan sikap bupati sehingga  meminta pimpinan sidang untuk skor dan harus rapat internal antara DPRD.

29/11/2017, waktu paripurna 8, Ahang kembali protes menurutnya hasil reses selama ini sebenarnya harus diprioritaskan ialah di dapil kecamatan Ruteng Lelak. Namun tim banggar dan tim anggaran pemerintah meminta untuk di tempatkan di daerah pemilihan lain di Kabupaten Manggarai. 

18/7/2017, Ahang juga pernah  mendatangi Kejaksaan Negeri Manggarai yaitu pada Senin (untuk melaporkan mafia proyek yang terjadi di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Manggarai, khususnya paket Penunjukan Langsung (PL) yang nilainya kurang dari Rp 200 juta.

4/7/2017, Ahang pernah juga mengamuk di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manggarai.
Marsel meminta sejumlah staf  Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manggarai  untuk menyerahkan data-data tentang proyek-proyek tahun anggaran 2017 yang sudah menjadi jatah Bupati, anggota DPRD maupun sejumlah kepala dinas.

Dari berbagai pristiwa di atas (yang dirangkum dari berbagai sumber) dapat kita simpulkan bahwa benar adanya bahwa Aksi Ahang ini murni melawan ketidak adilalan dan melawan diskriminasi anggaran.

Sebagai wakil rakyat Ahang punya hak dan wewanang serta fungsi sebagai bagian dari menyerap, menghimpun dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Manggarai lebih khusus dari dapilnya.

Menyerap, menghimpun dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat merupakan salah satu fungsi yang sangat penting dari DPRD. Sebagai lembaga Negara yang merupakan wakil rakyat, maka dari itu, DPRD wajib dan memiliki tugas untuk mendengarkan aspirasi serta keluhan dan kebutuhan masyarakatnya.

Ahang memiliki wewenang untuk menghimpun, dan membahas mengenai penindak lanjutan dari aspirasi masyarakat daerah. Sebab hal ini merupakan salah satu tugas utama DPRD sebagai lembaga legislative yang merupakan wakil rakyat, yang merupakan penghubung antara masyarakat atau rakyat daerah biasa dengan pemerintahan. Hal ini akan membantu sebuah daerah akan menjadi lebih baik, terutama dalam hal kemajuan pembangunan dan juga kesejahteraan 

Disamping itu juga Ahang dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan  memiliki fungsi utama yaitu fungsi Anggaran dan pengawasan. Sesuai dengan namanya, fungsi anggaran meliputi pembahasan mengenai anggaran belanja dan juga pendapatan daerah. Hal ini dilaksakan untuk membahas dan juga memberikan persetujuan terhadap rancangan dari APBD yang diajukan oleh pemerintah daerah. Dengan adanya fungsi ini, maka DPRD berfungsi untuk menentukan apakah APBD yang diajukan bisa digunakan atau tidak, serta melakukan perbaikan atau revisi megenai APBD yang diajukan oleh pimpinan daerah.Serta fungsi pengawasan dimana DPRD memiliki fungsi utama sebagai pengawas dan juga pemantau setiap pelaksanaan peraturan daerah yang sudah disepakati bersama dengan pimpinan daerah, serta mengawasi penggunaan anggaran yang sudah disahkan sebelumnya dalam 

Jika benar bahwa aksi Ahang ini murni memperjuangkan keadilan maka seharusnya kita sebagai masyarakat Manggarai harus apresiasi anggota DPRD seperti ini yang memperjuangkan keadilan dan mendukung apa yang dilakukannya guna menuju Manggarai yang adil. Pemerintah daerah yang dalam hal ini bupati tidak boleh melakukan diskriminasi seperti yang tengah diperjuangkan Ahang diatas.

Jika benar bahwa aksi Ahang ini murni melawan diskriminasi anggaran maka Pemerintah kabupaten Manggarai dalam hal ini Bupati Manggarai telah melanggar undang-undang  dan sangat bertentangan dengan sumpah jabatan yang  pernah ia ucap yang  mengatakan:

''Saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban sebagai Bupati dan Wakil Bupati dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara republik Indonsia Tahun 1945, dan menjalankan segala peraturan Perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa".

Jika benar di kabupaten Manggarai telah terjadi diskriminasi karena dendam pilkada seperti keterangan Ahang. Maka Bupati Deno bisa diduga belum move on dan telah memberi harapan palsu kepada rakyat Manggarai serta telah berbohong sebab diawal masa kepemimpinanya Deno pernah menegaskan, dalam penyelenggaraan pemerintahan dia dan Wabup Viktor Madur tidak akan mengobarkan kebencian kepada siapa pun. Sebab Kebencian tidak akan membangun apa pun.

Bahkan Deno mengajak seluruh rakyat Manggarai untuk rekonsiliasi dan bongkar sekat-sekat. Hal itu disampaikanya, terkait perbedaan politik Pilkada serentak 9 Desember 2015 yang lalu.

Jika benar bahwa aksi Ahang ini murni melawan diskriminasi maka Pemerintah Kabupaten Manggarai telah melakukan tindakan melawan hukum yaitu undang-undang otonomi daerah.

Perbuatan diskriminasi merupakan perbuatan yang  bertentangan dengan visi- misi otonomi daerah, ingat otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur kepentingan masyarakatnya sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaan otonomi daerah harus berdasarkan aspek demokrasi, keadilan, dan pemerataan potensi yang dimiliki daerah sesuai dengan keragaman dan ciri khas daerah tersebut.

Pemeritah Manggarai jangan lupa bahwa tujuan otonomi daerah ini tidak lain adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat daerah yang dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan terbentuknya sarana dan prasarana di daerah yang layak dan merata kepada seluruh wilayah Manggarai.

Oleh: Remigius Nahal
Catatan: Segala bentuk aspirasi yang tercantum dalam artikel ini murni sepenuhnya menjadi tanggungjawab pribadi penulis.

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,116,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,157,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,180,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,568,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,6,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,274,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,61,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,59,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,286,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,233,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,411,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,18,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,peradilan,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1105,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,90,Politikus,7,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,86,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,20,Sospol,40,Start Up,1,Suara Muda,61,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,45,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,18,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,Yulius Benyamin Seran,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Marselinus Ahang, DPRD Kabupaten Manggarai yang Terlupakan
Marselinus Ahang, DPRD Kabupaten Manggarai yang Terlupakan
https://2.bp.blogspot.com/-CNxQaZTqCAk/WiNc-HjIkjI/AAAAAAAAAMs/KSeeqiUjjp4-vQQi1o9WTrvIvhVvQ_fIwCLcBGAs/s320/Marselinus%2BAhang%2BMarjin%2BNews.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-CNxQaZTqCAk/WiNc-HjIkjI/AAAAAAAAAMs/KSeeqiUjjp4-vQQi1o9WTrvIvhVvQ_fIwCLcBGAs/s72-c/Marselinus%2BAhang%2BMarjin%2BNews.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2017/12/marselinus-ahang-dprd-kabupaten.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/12/marselinus-ahang-dprd-kabupaten.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close