Mahasiswa Manggarai Bali Tidak Terima Komentar Kemendikbud Soal Pendidikan NTT
Cari Berita

Mahasiswa Manggarai Bali Tidak Terima Komentar Kemendikbud Soal Pendidikan NTT

7 December 2017

Ariston Sargon Ketua Umum Immada-Bali kepada Marjinnews.com, Rabu (6/12) mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh  Mendikbud tersebut secara tidak langsung mengatakan kesalahannya sendiri (Foto: Istimewa).
BALI, marjinnews.com - Imbas dari pernyataan Mendikbud yang  menyatakan siswa-siswi Nusa Tenggara Timur bodoh membuat kalangan  mahasiswa Manggarai Bali yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Manggarai-Udyana (Immada-Bali) protes. Mereka tidak terima terhadap apa yang disampaikan oleh sang Menteri Pendidikan tersebut.

Ariston Sargon Ketua Umum Immada-Bali kepada Marjinnews.com, Rabu (6/12) mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh  Mendikbud tersebut secara tidak langsung mengatakan kesalahannya sendiri.
"Beliau tahu bahwa kualitas pendidikan di NTT itu rendah maka seharusnya beliau berpikir bagaimana semestinya yang akan dibuat untuk memperbaiki itu agar pendidikan di NTT khususnya dan indonesia umumnya bisa baik" lanjut Sargon.

Ketua immada-Bali itu juga mempertanyakan siapa yang salah terkait rendahnya mutu pendidikan di Indonesia.

"Introspeksi diri dulu lah, jangan mengkambinghitamkan NTT. Dan jangan asbun (asal bunyi),  silakan survei dan lihat sendiri seperti apa semangat kami yang “bodoh” untuk menimba ilmu" tandas Sargon.

"Agar diketahui oleh Pak Menteri, kami orang NTT itu berjuang penuh untuk mendapatkan yang namanya itu pendidikan. Tanpa alas kaki, sungai kami lewati, tidak peduli jauhnya sekolah serta panas atau hujan kami tetap semangat untuk menimbah Ilmu"lanjutnya.

Sargon kembali bertanya, Mungkin Pak Mentri juga sendiri tidak tahu atau pun mungkin tidak peduli lagi dengan hasil belajar di NTT yang kualitasnya sangat rendah.

"Atau mungkin beliau tidak tahu alasan mengapa banyak anak–anak NTT yang datang menimba ilmu di tanah Jawa atau Bali. Ya, pastinya anda tahu alasannya. NTT bodoh. Salah siapa??" Pungkas Sargon.

Hal senada juga disampaikan Hana salah satu mahasiswa Manggarai yang mengambil jurusan Sastra Inggris di Universitas Udayana mengatakan "Pak menteri jangan asal omong. Ibarat tong kosong nyaring bunyinya. Tidak ada solusi. Bila perlu Jokowi segera mengganti Pak Mendikbud ini. Masih banyak orang yang berkompeten di Republik ini" ungkap Hana.

Statement Menteri Muhadjir ini dimuat pertama kalinya di Koran Jawa Pos tertanggal 4 Desember 2017. Dalam pernyataan resminya, Mendikbud menyebut kualitas pendidikan RI masuk ranking paling bawah. Muhadjir mencontohkan jika sample dari survey itu adalah siswa-siswi asal NTT

Berita ini menjadi tranding topik untuk wilayah NTT saat ini. Publik menilai apa yang dikatakan Mendikbud ini sangat melukai hati orang NTT.
Oleh: Remigius Nahal
marjinnews.com Bali