Konfrontasi Dengan Kemendikbud, Siapa Pena NTT ?

PENA NTT menghormati perbedaan ini, tapi perjuangan ini tak akan surut. Terima kasih untuk saling menghargai di tengah perbedaan sikap,...


PENA NTT menghormati perbedaan ini, tapi perjuangan ini tak akan surut. Terima kasih untuk saling menghargai di tengah perbedaan sikap, menyikapi pernyataan Mendikbud. (Foto: PENA NTT)

Denpasar- marjinnews.com. Beberapa hari terakhir media massa ramai memberitakan protes keras PENA NTT di Bali, menyikapi pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Efendi, yang dinilai merendahkan martabat siswa-siswi dan masyarakat NTT, termasuk anggota PENA NTT.

PENA NTT pada dasarnya tak mengelak dari fakta bahwa kualitas pendidikan di NTT masih rendah. Tanggung jawab semua pihak, termasuk Mendikbud sendiri, untuk bersama-sama membenahi benang kusut pendidikan di NTT.

PENA NTT memprotes keras pernyataan Mendikbud, selain karena meng-kambinghitam-kan NTT atas merosotnya kualitas pendidikan negeri ini, juga karena pernyataannya mengandung sterotipe, stigma buruk terhadap masyarakat NTT.

Bagi PENA NTT, pernyataan Mendikbud bukan kritik, tapi penghinaan. Pernyataannya memancarkan stereotipe bahwa semua siswa NTT, bodoh.

Stereotipe itu harus dihapus. Bagi PENA NTT, kritik-sepahit apapun- itu-harus diterima. Sebab, itu berkah kehidupan. Sebaliknya, streotipe adalah bencana kemanusian!

PENA NTT mengambil posisi untuk mempersoalkannya. Kita bisa menerima kritik untuk menjadi bahan refleksi. Tidak demikian untuk stigma buruk. Ia harus dihapus dari cara berpikir seseorang.

Itulah pertimbangan PENA NTT mengutuk pernyataan Mendikbud.

Oh ya, perlu ditegaskan, bahwa PENA NTT mengutuk pernyataannya, bukan pribadinya. PENA NTT tak bisa mengambil kuasa Tuhan untuk mengutuk seseorang.

Memprotes pernyataan Mendikbud bahkan dilakukan PENA NTT dengan turun ke jalan menggelar aksi damai.

Selain mengutuk pernyataannya, PENA NTT melayangkan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Mendikbud mengklarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat NTT, termasuk meminta presiden Jokowi mencopotnya jika Mendikbud menolak permintaan maaf tersebut.

Tuntutan lainnya, Mendikbud harus menunjukkan keberpihakannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan NTT, baik dengan pengalokasian anggaran yang memadai maupun dalam bentuk kebijakan.

Jika melihat respon di medsos, memang tidak semua masyarakat NTT merasa direndahkan martabatnya oleh pernyataan Mendikbud. Tak sedikit pula yang mencibir perjuangan PENA NTT. Adapula yang secara khusus mempersoalan beberapa tuntutan PENA NTT.

Tak jadi soal, ini bisa dimaklumi, sebab setiap pribadi mempunyai isi kepala berbeda, sehingga menafsirkan maksud pernyataan Mendikbud pun tak bisa sama.

PENA NTT menghormati perbedaan ini, tapi perjuangan ini tak akan surut. Terima kasih untuk saling menghargai di tengah perbedaan sikap, menyikapi pernyataan Mendikbud.

Oh ya, Arnold Dhae, salah satu anggota PENA NTT pernah mengatakan, "Kita boleh menatap obyek yang sama, tapi bisa berbeda sudut pandang untuk memahaminya".

Menurut wartawan Media Indonesia ini, perbedaan ini harus dihormati. Memaksakan seseorang untuk samakan persepsi atau penafsiran adalah bentuk perampasan kemerdekaan berpikir seseorang.

Bagi kami di PENA NTT, setiap pernyataan Kae Arnold yang lebih dari 10 kata, dan dilontarkannya tanpa menanggalkan topi, adalah sabda yang tak boleh dibantah.

Demikian pun dengan pernyataannya di atas. Konon, Kae Arnold ini bisa merayu setan untuk bertobat. Entahlah.

Siapa PENA NTT?

PENA (Perhimpunan Jurnalis) NTT adalah sebuah komunitas jurnalis asal NTT di Bali. Jurnalis asal NTT di Bali yang jumlahnya diperkirakan 40 orang, hampir semuanya berhimpun di PENA NTT. Ada 38 Jurnalis, termasuk anggota kehormatan, yang bergabung di PENA NTT.

PENA NTT baru berumur empat bulan. Walaupun usianya masih belia, setidaknya ini bisa mementahkan (jika ada) penilaian yang menyebutkan komunitas ini adalah "makhluk" yang tiba-tiba muncul hanya untuk berkonfrontasi dengan Mendikbud.

Terlalu naif untuk menyebut kehadiran PENA NTT hanya untuk kepentingan merebut "panggung".

Kehadiran PENA NTT bukan pula sebagai tandingan komunitas jurnalis asal NTT di Bali, yang sudah ada sebelumnya.

Oh ya, selain PENA NTT, ada juga Komunitas Jurnalis Flobamora (KJF). Keduanya sama-sama wadah berhimpun jurnalis asal NTT di Bali. Bedanya, KJF menjadi salah satu organ yang bernaung di bawah IKB Flobamora. Adapun PENA NTT, tidak meng-induk pada organisasi apapun di Bali.

Bagaimana keanggotaannya? Yah, anggota PENA NTT juga anggota KJF. Begitupun sebaliknya. Bahkan, ada yang menjadi pengurus di PENA NTT, juga menjadi pengurus KJF. Memang ada beberapa orang anggota KJF yang tidak bergabung di PENA NTT. Sebaliknya, beberapa anggota PENA NTT juga belum tahu, apa itu KJF.

Lalu, semenjak ada kegaduhan pernyataan Mendikbud, saya tak tahu persis apakah semua anggota PENA NTT masih menjadi anggota KJF.

PENA NTT dibentuk untuk mewadahi jurnalis asal NTT di Bali. Tujuannya sebagai wadah untuk bisa nongkrong bareng, makan bareng, minum bareng dan bareng-bareng yang lainnya.

Hanya percobaan untuk bareng-bareng pacarin satu orang gadis, yang gagal. Valdi, Tian, Rio dan Zelo sudah tiga kali mencobanya, tapi selalu gagal. Padahal mereka selalu mengklaim sebagai pejantan tangguh dari NTT.

Gimana bisa berhasil, mereka sama-sama sedang berada dalam antrian menanti berkah arisan. Ekspresi mereka saat merayu juga sama. Mereka juga punya kebiasaan yang sama; memperlakukan kopi-kopi di warung sebagai minuman gratis.

Soal urusan adat menyikapi kebiasaan terakhir mereka, biasanya Kaka Apollo Daton dan Kaka Emanuel Dewata Oja (Edo) yang menyelesaikannya. Semoga rahmat berlimpah untuk Kaka Apollo dan Kaka Edo.

Oh ya, salah satu kegiatan rutin PENA NTT adalah arisan, yang dilaksanakan dua kali sebulan. Saat arisan, kami wajib setor Rp100.000. Dari jumlah tersebut, Rp.50.000 untuk arisan, Rp25.000 untuk kas dan sisanya untuk uang makan. Yang berhalangan hadir tetap membayar uang makan.

Jangan kaget ketika pada hari kami melaksanakan arisan, warung-warung RW atau Sei Babi di kawasan Renon, cepat tutup. Bukan untuk menghindari kami. Sebaliknya, karena aksi pejantan-pejantan tangguh di atas yang makan tidak pake ukur. Kalau makan, minta tambahnya sampe nasi habis di dapur.

Kita tutup dulu bahas soal makan. Selanjutnya saya kisahkan momen-momen penuh haru dan bahagia yang terjadi sebelum dan sesudah undian arisan.

Saat undian arisan dimulai, suara gemuruh terjadi. Inilah momen semuanya tampak bahagia. Namun, saat nama yang beruntung mendapat arisan disebut, seketika suasana jadi hening.

Inilah momen penuh harunya. Yang dapat arisan tampak sumringah. Yang belum beruntung hanya saling menatap. Yang mengharapkan uang arisan untuk bisa pulang libur Natal, biasanya dihibur secara khusus.

Beruntung, PENA NTT mempunyai anggota seperti Kae Arnold Dhae. Selain jago bersabda yang bisa membuat kami tertegun, dia juga lihai membuat kami melupakan suasana haru itu.

Ini salah satu contohnya. Dia pernah mengatakan bahwa lelaki berselingkuh itu wajar. Tidak boleh disalahkan. Karena menurut dia, lelaki itu menghasilkan sperma. Bahasa yunaninya spermatocia. Artinya, kata dia, tercecer di mana-mana.

Jadi sperma harus tercecer di mana-mana, tidak tercecer hanya kepada satu orang. Usai bagikan pengetahuan itu, empat pejantan tangguh di atas langsung mengidolakan Kae Arnold.

Teakhir, soal kas. Sejak arisan pertama tanggal 7 Juli 2017, yang sekaligus ditetapkan sebagai Hari Jadi PENA NTT, total kas PENA NTT Rp3.700.000. Tidak ada potong pajaknya. Tapi sudah dipotong untuk bayar aqua, kopi dan nasi beberapa hari terakhir.

Uang kas itu dipastikan aman. Itu karena PENA NTT punya sosok seperti Jo Manggol, yang dipercayakan untuk memegang duit itu. Dia lelaki telaten, juga tulen tentunya, untuk mengurus uang kas itu.

Oh ya, uang kas itu bisa dipinjam oleh anggota. Mau dipinjam untuk keperluan apapun, silahkan. Apalagi dipinjam untuk membeli cincin pertunangan, pasti diprioritaskan.

PENA NTT itu asyik, bukan?

Oh ya, sebelum mengakhiri catatan ringan ini, berikut saya lampirkan nama-nama anggota PENA NTT, termasuk anggota Kehormatan:
1. Emanuel Dewata Oja/ Fajar Bali
2. Apollonaris Daton/ Pos Bali
3. Ambros Boli Berani/ ABC News
4. Gregorius Rusmanda/ Pos Bali
5. Arnoldus Dhae/ Media Indonesia
6. M Susanto Edison/ Bali Tribune
7. Igo Kleden/ Paradise
8. Nano Bethan/ Pos Bali
9. Ambros Ardin/ Pos Bali
10. Robinson Gamar/ Kompas.com
11. Valdi Ginta/ Bali Tribune
12. Saverinus Suryanto/ Suluhbali.co
13. Marselus Pampur/ Radar Bali
14. Agustinus Darfiano/ Nusa Bali
15. Policarpus Wiligis/ Nusa Bali
16. Andre Sulla/ Radar Bali
17. Simon Sannor Rykkoh/ Derap Hukum
18. Remigius Nahal/ Marjinnews.com
19. Monika Rahayu/ Radar Bali
20. Reza Kello/ Nusa Bali
19. Hendrik Kleden/ Bali Tribune
20. Victor Riwu/ Bali Tribune
21. Jo Mangol/ Tribun Bali
22. Erik Seran/ Tribun Bali
23. Samuel/ Tribun Bali
24. Natasya/ MNC
25. Doni Tabelak/ Radar Bali
26. Geril Ngalong/ Bali Express
27. Christovao Vinhas/The East Magazine & Online
28. Mansi Singko/ Berita Satu
29. Richard Sumbi/ Swarntt.com
30. Eviera Paramita/ Tribun Bali
31. Nani Laksmy/ Dialog

Anggota Kehormatan:
1. Gaudens Suhardi
2. Peter Sahertian
3. Umar Ibnu Alkhatab
4. Yohanes Vianey Tinton (Ekora NTT)
5. Aloysius Yanlali (Suara Flores)
6. Maxi Marho (Teropong NTT)
7. Sony Tumbelaka (AFP)

Penulis: Ambros Ardin
Editor  : Seluruh Anggota PENA NTT




COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,157,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,259,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,352,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Konfrontasi Dengan Kemendikbud, Siapa Pena NTT ?
Konfrontasi Dengan Kemendikbud, Siapa Pena NTT ?
https://4.bp.blogspot.com/-kzz5KhF1amo/Wi13N5ZvTAI/AAAAAAAAAXQ/dJ6G1ARJolAVtWqLoeupkb6MG7KxsZwvgCLcBGAs/s320/IMG_20171210_231933_041.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-kzz5KhF1amo/Wi13N5ZvTAI/AAAAAAAAAXQ/dJ6G1ARJolAVtWqLoeupkb6MG7KxsZwvgCLcBGAs/s72-c/IMG_20171210_231933_041.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/12/konfrontasi-dengan-kemendikbud-siapa.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/12/konfrontasi-dengan-kemendikbud-siapa.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close