Kilas Internasional: Akademisi Arab Desak Masyarakat Internasional Terima Keputusan Trump
Cari Berita

Kilas Internasional: Akademisi Arab Desak Masyarakat Internasional Terima Keputusan Trump

21 December 2017

Selama ini, hal itu merupakan kepentingan politik belaka dan memberikan budaya agar umat Islam membenci orang-orang Yahudi serta menolak sejarah mereka di wilayah ini," paparnya. (Foto: Istimewa)

Riyadh, marjinnews.com. Seorang akademisi Arab Saudi menyuarakan dukungan soal pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas status Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

Seperti yang dilansir Merdeka.com 19 Desember 2017. Dia juga meminta agar masyarakat Arab mengakui kota suci itu ada hubungannya dengan orang-orang Yahudi.

"Kita sebagai orang Arab harus memahami pihak lain dan tahu apa tuntutannya, sehingga kita bisa berhasil dalam upaya negosiasi perdamaian, agar tidak sia-sia," kata Kepala Pusat Studi Strategis dan Hukum Timur Tengah, Abdulhamid Hakim, dikutip dari laman Jerusalem Post, Selasa (19/12).

"Kita juga harus menyadari bahwa Yerusalem merupakan simbul religius dan suci bagi orang Yahudi, sama seperti Makkah dan Madinah bagi umat muslim," tambahnya.

Hakeem juga menekankan, Arab seharusnya membebaskan diri dari pemikiran mantan Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser dan warisan politik Islam baik Sunni maupun Syiah.

"Selama ini, hal itu merupakan kepentingan politik belaka dan memberikan budaya agar umat Islam membenci orang-orang Yahudi serta menolak sejarah mereka di wilayah ini," paparnya.

Pernyataan Hakim sontak mengundang berbagai reaksi kemarahan dari masyarakat. Mereka menyuarakan kecaman di media sosial.

"Orang-orang Arab Zionis membawa lebih bahaya daripada Zionis itu sendiri," tulis seseorang bernama A. Elmhay. (RN/MN)