Ketika Tuhan Berharap Pada Kita

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Ketika Tuhan Berharap Pada Kita

22 December 2017

semakin lama hati kita semakin disinari oleh kasih dan terang Kristus. Semakin lama mendekati Natal hidup kita semakin diterangi oleh Kristus Sang Terang Sejati. (Foto: Dok.Pribadi)

Umat khatolik di seluruh dunia sekarang ini sedang menjalani masa Adven atau masa penantian. 

Masa adven ini digunakan oleh umat khatolik untuk merenungkan segala sesuatu yang telah dilakukannya pada hari sebelumnya yang mungkin saja tidak berkenan di hati Tuhan. 

Masa ini juga adalah momentum yang baik bagi umat khatolik untuk menyesali dan memohon ampun atas segala salah dan dosa yang telah mereka lakukan sehingga mereka layak mengikuti perayaan Natal yaitu perayaan peringatan kelahiran Yesus Kristus yang dinantikan dalam masa adven.

Masa adven dimulai  sejak 4 minggu sebelum hari raya Natal. Pada masa adven ini terdapat 4 lilin yang 3 diantaranya berwarna ungu dan 1 berwarna merah muda atau pink. 

Lilin warna ungu bermakna pertobatan, menantikan kedatanga Tuhan Yesus Kristus. Lilin berwarna merah muda atau pink bermakna sukacita dan gembira karena sudah dekatlah kedatangan Tuhan Yesus Kristus, Juru Selamat kita,  Juru Selamat dunia. 

Lilin berwarna merah muda atau pink dinyalakan pada Minggu Adven yang ketiga, maka Minggu Ketiga Adven disebut Minggu Gaudete,  Minggu Sukacita. Keempat lilin dinyalakan berurutan satu persatu sampai semua menyala pada Minggu keempat masa adven. 

Maknanya bagi kita adalah bahwa semakin lama hati kita semakin disinari oleh kasih dan terang Kristus. Semakin lama mendekati Natal hidup kita semakin diterangi oleh Kristus Sang Terang Sejati.

Namun sangat disayangkan bahwa ada begitu banyak umat khatolik yang tidak bisa memanfaatkan moment ini untuk melakukan sesuatu yang baik yang menunjukkan terang Kristus itu sendiri sesuai yang diamanatkan dalam masa Adven tersebut.

Dari judul yang diangkat penulis memang sangat tidak mungkin bahwasannya Tuhan akan berharap pada kita. Namun penulis melihat dua aspek yang ada dalam diri Tuhan Yesus Kristus yaitu, Ke-Allahan dan Ke-Manusiaan. 

Aspek Ke-Manusiaan Tuhan Yesus sangat terlihat jelas lantaran dia dilahirkan dari seorang ibu seperti halnya kita manusia biasa. Sedangkan aspek Ke-Allahan-Nya adalah ketika Yesus bangkit dari antara orang mati.

Dari segi ke-Allah-an memang sangatlah tidak mungkin Dia akan berharap pada kita. Akan tetapi dari segi aspek ke-Manusiaan tentu Dia memiliki harapan dari kita. Pertanyaannya, apakah yang Dia harapkan dari kita?

Ketika kita menjalankan masa Adven ini dengan penuh suka cita, ketika kita memanfaatkan masa Adven ini untuk bertobat dan menjalankan makna dari masa Adven itu sendiri sehingga kita benar-benar siap untuk menyabut Yesus Kristus yang hadir pada hari raya Natal, itu berarti kita menjalankan apa yang diharapkan Tuhan Kita YESUS KRISTUS dan itulah yang Dia harapkan dari kita.

Oleh: Vicki Datus
Mahasiswa SETIBA Saraswati Denpasar