Kepada Nucalale
Cari Berita

Kepada Nucalale

5 December 2017

Do not angry with the rain; it simply does not know how to fall upwards-Vladimir Nabokov (Gambar: Narareba)
Elok nian tanahku
Nun jauh tak terengkuh
Tapi terpahat di loh kalbu
Hingga nanti kututup mata

Burung-burungnya rupawan
Melengking hingga jauh di atas awan
Negeri elok tanpa dandanan

Hijaunya lingko pada musim penghujan
Pemikat wisatawan di kolong langit
Meski terus dikeluh kemelut
Tanah airku tetap menawan

Ingin kukembali pulang
Ke haribaan rahim penyayang
Sebab di dada semangat meradang
Kugenggam sayang!

Percikan api-api natal menerangi kaki langit
Mengaitkan leluhurku nan luhur
Di sana tempat-Nya bertahta
Jari Agu Dedek

Tanahku nun jauh di sana
Kupahat dalam balutan rindu tak bertepi
Di ujung waktu nan berliku-kelok

Ingin kurengkuh sayap-sayap sabda bahagia
Di tiap ranting-ranting cerita dunia
kasihnya nan hangat tak kunjung sirna
hingga fana dijemput baka

Aromanya menyeruak, membangkitkan gairah mahapanjang
Melahirkan fantasi tanpa basa-basi
Mengukir rasa terdalam di lubuk hati
Nucalale pemikat jiwa yang bertualang

Sketsa abadi lukisan karya Maha Ada
Bersinar di antara gemerlapnya lampu nirwana
Tanah air pusaka nan gelimang harta
Melebur dalam satu rasa antara kapur dan sirih
Menyatu dàlam ludah berbalut aroma kopi robusta

Oleh: Timoteus Rosario Marten
Jayapura, 20 Januari 2017