Kejaksaan Denpasar Larang Jaksa Bocor Surat Dakwaan
Cari Berita

Kejaksaan Denpasar Larang Jaksa Bocor Surat Dakwaan

12 December 2017

Kejadian semacam ini bukan kali pertama terjadi, sebelumnya juga ada jaksa Kejari Denpasar yang enggan meminjamkan surat dakwaan kepada wartawan terkait kasus pencurian (Foto: Istimewa)

Denpasar, marjinnews.com. Para jaksa, khususnya jaksa Kejari Denpasar belakangan ini terkesan takut bila wartawan melihat atau hanya sekedar membaca surat dakwaan yang sudah dibacakan di muka sidang.

Seperti dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga dengan terdakwa Kadek Adi Waiska Putra. Jaksa Ni Luh Wayan Adihi Antari yang ditemui di ruang kerjanya oleh wartawan BaliNewsNetwork tidak berani meminjamkan dakwaan walau hanya sekedar untuk dibaca seperti yang dilansir balinewsnetwork.com (11/12).

Tanpa ada alasan yang jelas, Jaksa Adhi Antari langsung membawa surat dakwaan kasus tersebut ke ruang Kasi Intel Kejari Denpasar, Agus Sastrawan.
Kejadian semacam ini buka kali pertama terjadi, sebelumnya juga ada jaksa Kejari Denpasar yang enggan meminjamkan dakwaan kepada wartawan terkait kasus pencurian yang melibatkan orang asing.
Dari informasi yang beredar di internal Kejari Denpasar, ternyata jaksa tidak boleh lagi meminjamkan dakwaan kepada wartawan meskipun hanya sekadar untuk dibaca.

Kasi Intel Kejari Denpasar, Agus Sastrawan yang dimintai konfirmasi membenarkan adanya larangan itu. Menurutnya, Kejari Denpasar Sila Pulungan menginginkan semua informasi yang keluar dari Kejari Denpasar hanya melalui Kasi Intel.
“Pimpinan ingin semua informasi yang disampaikan kepada wartawan hanya melalui Kasi Intel,”ujar Agus Sastrawan yang ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Kasi Intel pun menyarankan agar nantinya wartawan bila ingin melihat atau membaca dakwaan yang sudah dibacakan bisa melihat atau meminjam kepada terdakwa atau pengacara terdakwa.
“Kalau terdakwa tidak didampingi pengacara bisa nanti melalui kami,”pungkasnya. (RN/MN)