Jesica, Gadis Pemilik Hati Yang Patah
Cari Berita

Jesica, Gadis Pemilik Hati Yang Patah

18 December 2017


Dear jesica, Ada hujan yang jatuh berkali-kali, namun tetap kembali. Ada embun yang segar lalu kering diterkam panas, namun tetap setia pada janji dan selalu hadir disetiap pagi.
Ada KITA yang pernah bahagia diawal cerita. Namun luka yang kau tanam sebagai akhir cerita.
(gambar : ilustrasi)


Jesica sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah, selekas kegiatan kampus sore itu. Dia pulang bersama kristin teman seangkatanya.
Banyak hal yang mereka bicarakan sembari menikmati ice cream. Separuh perjalanan, mereka sampai disebuah gang menuju rumah kristin, sedangkan rumah jesica masih 300 meter digang brikutnya.
Ketika hendak berpamitan, kristin mengeluarkan sesuatu dari kantong tasnya, "eh, jes ini ada titipan" kata kristin, sembari menyodorkan sebuah surat.
"dari siapa tin? Yakin untuk aku?" tanya jesica, seakan tidak percaya. Dan tanganya menerima surat itu.
"baca aja jes,  isinya dikabarin. Siapa tahu ada yang jatuh cinta. Hahahh daaa sayang." sahut kristin diikuti tawa dari bibirnya dan kakinya melangkah setengah lari menuju rumah.
Sementara itu, jesica melanjutkan perjalananya hingga sampai rumah.
Dikamar, jesica membaringkan badanya diranjang, membuka dan membaca surat itu.

Cerita Seorang Luka
       
Dear jesica, Ada hujan yang jatuh berkali-kali, namun tetap kembali. Ada embun yang segar lalu kering diterkam panas, namun tetap setia pada janji dan selalu hadir disetiap pagi.
Ada KITA yang pernah bahagia diawal cerita. Namun luka yang kau tanam sebagai akhir cerita.
Pada pagi cerita kita, begitu banyak rencana, khayal dan janji yang siap kita arungi berdua. Sebelum senja tiba, sebelum satu persatu rencana kita laksanakan, kau lebih dulu menikam senja menyambut pekat gelap malam, Mengakhiri cerita, menghapus semua janji, lalu pergi meninggalkan luka.
Aku masih ingat, akan katamu menjadikanku satu-satunya rindu, bahkan aku yang selalu kau banggakan didepan teman-temanmu. Lalu apa?
Apa arti ceritamu? jika akhirnya peluk yang kau nikmati bukan pelukku.
Maaf, bukan kehilanganmu yang aku ratapi, namun kebahagian KITA yang berubah menjadi perih dipipi.
Mungkin, KITA seharusnya tiada..
Jes, aku meratapi kepergianmu dalam sukaku. Bagiku kau adalah sebagian cerita dalam jejak-jejak hidupku, kau hadir dicerita yang sama, namun tidak sampai akhir cerita.
Terimakasih atas duri yang kau tanam dihati. Terimakasih atas tawa yang pernah kita ukir lalu luka akhirnya mengikir.
Padamu, aku mengerti sakitnya mengiklaskan. Sampaikan salamku untuk kekasimu yang baru". di sudut kanan bawah surat itu tertulis  "Ingatkah kau, akan sikapmu yang hampir seprti pelacur? Yang aku perjuangkan demi kebaikanmu, lalu semudah itu kau mengakhiri kita?
                           (YK. 24/05 : raditya).


Berulangkali jesica membaca surat itu, air mata membanjiri pipi hingga bantal diranjangnya.
"sungguh, aku tidak percaya keputusan konyolku menyakitimu Dit. Aku mengakhiri kita demi kebaikan, aku ingin lebih fokus belajar, memberikan waktuku sepenuhnya untuk kuliah, lantas apa yang membuat mengatakan aku seorang pelacur?. sahut jesica dalam hatinya.
Air mata jesica terus membanjiri pipinya, berulangkali jesica memandang surat itu hingga tertidur pulas. 

Kesokan hari, tak sprti biasanya jesica memanjakan pagi dengan segelas susu coklat kesukaanya.
Pagi ini, jesica hanya minum segelas air minerak, lalu beranjak dari rumah tanpa ada satu kata pamitpun kluar dari mulutnya.  Dikampus, Jesica menemui kristin. "tin, tolong berikan ini pada radit. Aku hendak pulang, hari ini aku izin" kata jesica, sambil menyodorkan sebuah surat, lalu pergi.
Kristin bingung dan tak mengucapkan satu katapun, selain menerima surat itu.
Karena penasaran, kristin membuka surat setelah jesica sudah agak lama meninggalkan kampus.
Pada surat itu tertulis "CERITA SEORANG LUKA. SALAMKU UNTUKMU DIT. SAMPAIKAN JUGA PADA AYAHKU. AKU INGIN MENEMUI IBU.  CERITA SEORANG LUKA, AKU YANG LUKA." (Jesika).

Belum sempat keluar kampus mengejar jesica, kristin mendengar kabar, jesica disambar kreta api tepat di real kreta belakang kampus.

****

Jesica anak pertama dari tiga bersaudara. Dia merupakan anak seorang yang kaya raya. Naasnya, pada 2010 lalu, ibu dan kedua saudaranya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil yang ditumpangi oleh kluarga mrka. sementara jesica dan ayahnya selamat walau sempat koma dan dirawat di Rumah sakit.
Tiga tahun pasca kejadian itu, ayah jesica menikah lagi dan dikarunia dua orang anak perempuan.
Perlakuan ayah jesika yang lebih memperhatikan anak dan istri mudanya, membuat jesica sakit hati, jesica melampiaskan sakit hatinya ditempat hiburan malam, sex bebas, mabuk dan kerap kali pulang larut malam. Bahkan jesica pernah mengancam akan bunuh diri jika ayahnya tidak memperhatikanya.
Pada hari ini tak ada pilihan lain lagi, ketika surat dari Raditia semakin membuatnya sakit hati.



Oleh : Vicky Purnama /penabiru (majinnews Yogyakarta)
Ketua komisariat PMKRI komisariat STPMD "APMD" Yogyakarta

Keterangan : cerpen ini pernah dipublikasi oleh kabarnusantara.net atas izin penulis