Hidup Itu Perkara Hebat

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Hidup Itu Perkara Hebat

24 December 2017

Teruslah berjuang meraih mimpi dan raih kesuksesan. Percayalah Dia sedang menuntun kita dibalik layar semesta. Dialah sang Sutradara kehidupan. (Foto: Dok. Pribadi)

Hidup itu perkara yang HEBAT tapi yang PANTAS.

Kalimat sederhana, namun sarat makna. Mudah diucapkan namun sulit dilakukan.
Apa tujuan hidupmu?

Ada yang menjawabnya dengan lantang, ada juga yang menjawab penuh kebimbangan.

Beberapa argumen pun muncul dan jika argumen argumen itu disimpulkan, semua orang setuju bahwa akar dari tujuan hidup adalah KESUKSESAN.

Akar tetaplah akar yang selalu mempunyai cabang,  pun sama dengan kesuksesan selalu mempunyai cabang. 

Selalu mempunyai DEFINISI dan arti yang berbeda bagi setiap individunya.
Sukses selalu identik dengan kekayaan, kemewahan, jabatan namun ada juga yang mengatakan kesuksesan yang hakiki adalah kebahagian batiniah, ketaatan kepadaNya.

Ya. Hidup selalu membingungkan jika terus dipikirkan, mungkin karena itulah alasan Tuhan menyimpan rahasianya agar kita selaku hambaNya terus mencari dan mengungkap tabir rahasianya sendiri dengan cara BERJUANG.

Kata orang, Sukses itu hanya milik orang yang pintar. Pendidikan tinggi dan segala prestasi akademis lainnya. Memang tidak ada yang salah dengan pernyataan itu, tapi tidak juga sepenuhnya BENAR.

Jika kesuksesan hanya milik orang pintar,  lalu bagaimana dengan orang tidak pintar?
Banyak contoh di lapangan orang yang tidak pintar juga sukses.

Ada yang merasa pintar dan yang sedang ataupun sudah meraih gelar pendidikan tinggi namun sampai saat ini kesuksesan tak kunjung datang. Kemudian timbul.

pertanyaan, di mana letak kesalahannya?
Ini bukan persoalan benar atau salah. Ini hanya soal PANTAS atau tidaknya untuk meraih kesuksesan tersebut.

Memantaskan diri adalah hukum keterkaitan, hukum berpasang pasangan. Hukum timbal balik.

Bukan hanya kesuksesan, memantaskan diri untuk jodoh pun harus dilakukan.
Kembali pada hukum Memantaskan diri dan bertanya pada diri kita sendiri.

Apakah pantas jika orang malas malasan saban hari, cuma main dan tidur,  diberikan kesuksesan?

Apakah pantas orang sombong diberi kesuksesan ?

Jika kita sudah merasa pantas namun kesuksesan tak datang juga silahkan bertanya pada diri kita sendiri. 

Apakah kita sudah PANTAS di mata  Tuhan untuk meraih kesuksesan?

Jika kita sudah berusaha dan berikhtiar dengan sungguh sungguh, namun kesuksesan tak kunjung datang, mungkin Tuhan punya rencana lain, yang menurutNya lebih baik karena Dialah Maha pemberi petunjuk, Maha mengetahui.

Terkadang apa yang baik di mata kita, namun tidak baik di mataNya. Apa yang kita sukai namun Dia tidak menyukaiNya.
Jangan pernah menyerah untuk Memantaskan diri. 

Teruslah berjuang meraih mimpi dan raih kesuksesan. Percayalah Dia sedang menuntun kita dibalik layar semesta. Dialah sang Sutradara kehidupan.

Sukses itu bukan untuk hebat, melainkan untuk orang yang tepat. Orang yang PANTAS untuk menerimanya. Untuk itu dengan rasa tanpa menggurui, saya mengajak untuk Memantaskan diri. 

Bukan hanya Memantaskan kepada apa yang kita inginkan, namun juga Memantaskan diri kepadaNya.
"Pemilik rumah akan bersedia memberikan kunci rumahnya kepada orang yang dipercaya".

Untukmu yang sedang berjuang, namun kesuksesan tak kunjung datang, teruslah berjuang. Jika lelah, istirahat sebentar agar dapat berlari lebih kencang.

Jika menurut kita sudah berjalan, mungkin di mata Tuhan kita masih merangkak. Jika menurut kita sudah berlari, mungkin di mata Tuhan kita masih berjalan.
Kerja terus mimpi. Percayalah Tuhan bersama kita.

Selamat NATAL 2017, mari membuka diri, memantaskan diri menyambut sang Mesias.

Penulis: Heribertus Kandang