FOBIA, Puisi-Puisi Agust Gunadin

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

FOBIA, Puisi-Puisi Agust Gunadin

17 December 2017

Bolehkah aku memintal kasih dalam jiwamu? (Gambar: Istimewa)
FOBIA

Ketika daun papaya menunjukkan arti hijau
Dalamnya berlagak bintang
Menyejukkan hati yang hampar
Karena memang datangnya untuk berdamai
Pada arti hijau “Damai”
Mantra daun papaya
T’lah mengupas kehampaanku
Pada gadis kelam pencatat janji
Tentang rindu setengah mati
Namun….
Pencetus janji hanya mengupas
“kenangan”
Gadis fobia dalam mencintai janji

San Camillo, 15/12/2017

PHRYNE

Bolehkah aku memintal kasih dalam jiwamu
Pada siang menyengat, aku bermimpi
Benih unggulmu serimbun bunga naga
Namun terdampar pada larva kata-kata
Buah manismu telah kusimpan
Dalam peningnya nafsu’kan habis
Malam…
Kota surga beranda dalam tembang kenang
Memikul keranjang penuh hiasan cinta
Laksana cinta bulan desember
Tak’kan bergulir
Sampai….
Jeda nafsu Eros, terkapar…
Memuja cinta Filia

Gubuk, 2017

UJIAN

Berunding, menangkap, dan menguras
Telah kembali pada arti
Setiap suntukan kata yang binal
Melawan kejenuhan, saat berdirinya
Tulisan yang otopsi
Usia kunang mulai bermain
Pada hamparan literasi yang labil
Mata mencelik, ketika hamburan kata berwayang
Kepala merunduk ketika memahami
Mulai nampak pad aide berkelana
Desahan bergoyang memunculkan ide abstrak
Pada surat putih menjadi pelangi
Karena darah tinta meriuh
Dan ingin beranak pada kolom teratur

Ruang Tunggu, 12/2017 



KEHENINGAN SENJA


Sang surya kembali pada sarang

Kisah ini menuju senja
Dalam wajah teruras senari
Menampi kidung-kidung
Penjelajah siang, suatu tanda 
“Kehidupan terang”
Namun senja menjemput 
Pada anak-anak kelakar
Beradu nasib pada ibu pertiwi
Senja…
Kota tempat beradu nasib
Dengan pencakar kehidupan kelak

Kamar BLESSED TEZZA, 16/12/2017

Oleh: Agust Gunadin
marjinnews.com Maumere