Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas Dari Manggarai Timur Yang Tinggal Sebatang Kara
Cari Berita

Kisah Pilu Fatima, Penderita Tumor Mata Ganas Dari Manggarai Timur Yang Tinggal Sebatang Kara

15 December 2017



Fatima Sanul (46), penderita tumor mata ganas dari wilayah Sambirampas, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Istimewa)

Borong, marjinnews.com. Fatima Sanul (46), penderita tumor mata ganas dari wilayah Sambirampas, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, seperti dilansir kompas.com, selama ini hidup sebatang kara.

Ibu ini menderita tumor ganas di mata kanannya sejak tahun 2012. Bermula dari tumor kecil, lama-kelamaan membesar. Berkat kepedulian seorang guru garis depan yang mengajar di wilayah itu dan perjuangannya menginformasikan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur pada November 2017, kini Fatima akan dioperasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Setelah memperoleh surat rujukan dari Puskesmas Watunggong dan dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai, hari ini Fatima diperiksa di RSCM oleh dokter ahli mata.

Khamdan, guru garis depan yang bertugas di SMPN 5 Sambirampas dan kini mendampingi Fatima di RSCM, saat dihubungi Kompas.com dari Flores, Kamis (14/12/2017), menjelaskan, Kamis pagi tadi Fatima yang didampinginya tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, lalu dijemput oleh tim dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jakarta untuk dibawa ke RSCM.

“Saat ini sedang menjalani pemeriksaan di RSCM dan selanjutnya akan dioperasi oleh dokter ahli mata. Kami terus memohon uluran tangan dari berbagai pihak untuk meringankan penderitaan dari Ibu Fatima, juga selama berada di Jakarta,” ujar Khamdan.

Dia mengatakan, berkat bantuan media massa di Pulau Flores yang memublikasikan penderitaan Fatima, akhirnya ada kepedulian dari tim ACT untuk membantu pembiayaan operasi mata di RSCM. Dari pemberitaan itu juga datang perhatian dari Pemkab Manggarai Timur untuk membiayai pengobatan Fatima yang menderita selama lima tahun.

“Beruntung ada lembaga kemanusiaan dari Aksi Cepat Tanggap Jakarta yang siap membantu biaya untuk operasi di RSCM Jakarta Pusat,” ucap Khamdan.
Dia menjelaskan bahwa semua biaya operasi dan akomodasi selama di Jakarta ditanggung oleh tim kemanusiaan dari ACT, sedangkan biaya pasca-operasi selama lebih kurang enam bulan untuk penyembuhan akan ditanggung oleh Pemkab Manggarai Timur. 

Sementara itu, Ari, anggota tim ACT, mengungkapkan bahwa pengobatan Fatima akan memakan waktu cukup lama mengingat kondisi penyakitnya yang tergolong parah sehingga membutuhkan kesabaran.

Pasien akan ditangani oleh ahli spesialis bedah onkologi dari RSCM. Adapun pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada tim kemanusiaan ACT dan dokter agar melakukan yang terbaik.

Keluarga pun hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada tim ACT Jakarta dan Pemkab Manggarai Timur, serta berharap operasi berjalan dengan lancar dan Tuhan membalas kebaikan para donatur.

“Membiayai hidup di Jakarta selama enam bulan dalam masa perawatan membutuhkan uluran tangan dari sesama manusia untuk meringankan penderitaan dari Ibu Fatima sampai sembuh,” tutur Ari.

Kompas TVS seorang anak di Gorontalo menderita tumor di bagian ginjal dan kini membutuhkan biaya untuk operasi.

Karena keterbatasan ekonomi, bayi berama Martin ini tak dapat berobat maksimal untuk mengobati tumor perut di bagian ginjalnya.(RN/MS/MN)