Di Hari Natal, Rindu Itu Halal
Cari Berita

Di Hari Natal, Rindu Itu Halal

25 December 2017

Kita telah mengerti , jarak ini telah memberi arti, meski hati tak sudi sendiri(Foto: Maria Goreti Genom)


Maria Goreti Genom, gadis desa yang bersahaja, dari sudut Pulau Bunga, kau hadir mengisi indahnya Kota Jogja, tak ada duanya selain satu saja.

Mengenalmu adalah pahala yang berharga, tanpa kutanya seberapa besarnya. Tajamnya matamu menatap mampu merobek gelapnya rayuan yang biadab, hingga sanggup membawaku pada cinta yang beradab.

Begitulah kau......

Aku salah kau tabah, aku susah kau gelisah, aku marah kau menyerah, tanpa hadiah kau tetap ramah.

Tulus, jujur dan penuh syukur, adalah arti hidup bagimu. Hatimu penuh nasehat, tidak pernah terjerat gaya hidup yang sesat. Tentang dunia modern tidak pernah tampil sok keren karna ikut tren.

Tau kah kau, bahwa bagiku, kau tak sekedar perempuan yang sekedar memberiku harapan asmara belaka. Namun kau jugalah kawan berjalanku untuk melakoni peran hidup sebagai sesama insan ciptaan Tuhan. Sejak dulu aku sadar, bahwa memelihara impian sampai kelar butuh jiwa yang tegar, hingga aku terdampar di kota denpasar untuk belajar menantimu dengan sabar.

Saat kau datang,deritaku hilang sebab menjadi akhir hayalku saat itu. Memang tak mudah melepas kepergianmu setelah berbincang sekejap, namun janjimu menjadi syarat jiwaku untuk kuat. Tak jarang kita ditantang untuk mengancam terciptanya jurang pemisah dan kita tetap menang.

Kau tau, kita telah tiba di penghujung tahun. Rupanya kisah kita sudahtua.aku ingin merayakannya tanpa kata, karna itulah jiwamu.

Namamu tiada gantinya, seberapapun beban yang menimpa sebagai resikonya, aku siap menerimanya demi kita bisa bersamaselamanya. Aku ingin mengenang saat kita berbincang di ujung petang setahun silam saat kau datang. Diakhir pekan kita enggan berkeliaran hingga lupa makan sebab terjebak hujan yang tak mampu kita hentikan.

Kini hujan deras menumbuk keras atap ini, serasa kisah itu terulang sampai-sampai rinduku ini begitu liar menjelma pada pesonamu yang menyasar di langit-langit kamar.

Bertahun-tahun kita lewati tanpa henti, cinta kita menanti bukti agar sehati sampai mati, sebab janji kita hingga kini adalah menikmati arti dari cinta sejati.

Hari ini kristus telah datang, ku kenang dirimu yang tersayang. Sukacita kelahiran juru selamat, ku ingin jabat tangan erat, memang tidak dekat dan tak saling melihat, namun aku ingat bahwa jiwa kita telah melekat tanpa sekat.

Ini catatan pendek untuk cinta yang panjang. Semoga kita tetap bertahan untuk mengerti bahwa jarak ini telah memberi arti meski memang aku tak sudi sendiri. Ku ingin sudahi sepi ini, sebab kau tau bila tiba hari natal. Rinduku tebal dalam hayal. Bercinta di hari natal mungkin saja dianggap nakal namun rindu itu halal.

Salam rindu buat mu pujaan hatiku.

Penulis: Vitalis Jebarus-Mhsw. Jurusan Bahasa Inggiris-Univ. Mahasaraswati Denpasar.