Boikot Prodak Amerika di Surabaya: FKJT Menduga Oknum Polisi Komplotan Amerika
Cari Berita

Boikot Prodak Amerika di Surabaya: FKJT Menduga Oknum Polisi Komplotan Amerika

19 December 2017

Perwakilan masa aksi yang tergabung dalam Forum Kebangsaan Jawa Timur (FKJT) berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar bisa bertemu dengan Komjen AS pada Selasa (19/12). (Foto: AA/marjinnews.com)


Surabaya, marjinnews.com - Organisasi Kepemudaan di Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Kebangsaan Jawa Timur (FKJT) geram ketika niat berdialog dengan Komjen Amerika yang berkantor di Jln. Citra Raya Niaga No.2 Sambikerep, Kota Surabaya terkait persoalan klaim sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trunp yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel beberapa waktu lalu dihadang kepolisian yang berjumlah hampir ratusan orang.
Menurut Zainudin, ketua umum PMII Jawa Timur, sikap kepolisian yang hiperaktif dalam aksi damai tersebut cenderung lebih membela AS dari pada suara para mahasiswa dalam aksi tersebut.
"Saya sangat kecewa dengan pihak kepolisian kita yang tampaknya lebih condong membeka AS. Sangat tidak adil ketika jumlah masa aksi lebih sedikit dari pada pengawal aksi. Apa lagi mereka menghadang kami bahkan di tempat yang masih sangat jauh dari kantor Komjen AS."Ujar Zainudin.
Ia juga menyayangkan soal ketidakmampuan pihak kepolisian sebagai jembatan mediasi antara masa aksi dengan pihak AS.
"Sangat disayangkan bagaimana pihak kepolisian kita belum bisa menjadi mediator sebagai jembatan komunikasi kami dengan Konjen AS" lanjutnya.
Akibatnya, sempat terjadi benturan ringan antar masa aksi dengan oknum kepolisian karena kawat duri sebagai penghadang tidak kunjung dipindahkan.
Sempat alot dan tidak menemukan solusi untuk memecahkan persoalan tersebut, masa aksi kemudian melanjutkan aksi pemboikotan prodak AS di Jalan Basuki Rachmat, Kota Surabaya pada Selasa (19/12) sore.

Total ada dua prodak AS yang diboikot pada puncak aksi tersebut yaitu Mc Donald dan KFC sekitar tempat masa aksi berkumpul.

Oleh: Andi Andur