Balada Penantian, Puisi-puisi Constan Amand

Di akhir musim yang dinantikan, ketika burung pipit tak lagi mendendangkan kidung kesunyian, sebelum bunga naga bergegas bergegas ke rahim fajar, dan langit tak mengepakan sayapnya, dengan mata buta aku menatap rumah-Mu (Gambar: Istimewa)
Ketika burung pipit tak lagi mendendangkan kidung kesunyianAdventus: di suatu pagi

/1/
Pada suatu pagi pertama di awal bulan yang terakhir
Saat mentari belum bermekar
Kicauan pipit-pipit mungil membucah
Kali ini tak biasanya
Bersama daun-daun tua melayang-layang menghalangi cakrawala
menanti tunas baru memekarkan kuncup mungil
alam serasa terlahir kembali

/2/
Di suatu pagi yang sudah biasa
Ketika langit menjelma jadi gelap
Dan gerimis muda menghalangi pesona cakrawala
Sorakan pipit-pipit muda kembali membucah
Kali ini nadanya penuh parau
Dari sarang yang sederhana itu
Mereka menantikan kabar sang fajar
Segera mencercah keangkaraan nasib yang lama tak berpaling
sebelum fajar baru tak ragu menyalakan api keriangan

/3/
Pada pagi yang terakhir
Di akhir musim yang dinantikan
Ketika burung pipit tak lagi mendendangkan kidung kesunyian
sebelum bunga naga bergegas ke rahim fajar
dan langit tak mengepakkan sayapnya
dengan mata buta aku ke rumah-Mu
Mengheningkan batin menyambut sabda-Mu berpintu
“hati-hatilah dan berjaga-jagalah
Jangan sampai sabda-Ku berlalu”
Itulah kata-Mu yang kudengar
Lalu kubuka kelamin mataku menatapi mezbah kudus-Mu
 Kutemukan sebait sajak penantian itu
“Maranatha
Di palungan-Mu
aku selalu menanti”
(bukit pepaya jelang Desember 2017)

Aku dan Nafas-Mu

Telah bertahun-tahun aku dijelma oleh paruh usiaku
Dalam rintihan pertiwi yang terus tersakiti
jadi lusuh ingatanku bukan pula sebab amnesia waktu
tapi Engkau yang berhembus dalam diriku oleh karena nafas-Mu
aku adalah sebongkah tanah liat yang bernyawa dalam hembusan nafas-Mu

aku adalah nafas-Mu
yang menjarah dalam kerinduan gurun kefanaan
debu dan  tanah terus melabrak membuat aku terengah-engah di paru suci-Mu
Nafas-Mu memberi jelmaan hidup baru
Bukan seperti pengemis tua yang mengganti baju
Ataupun seperti  orang yang kedinginan yang sedang mandi untuk yang terakhir kalinya
Aku terlahir dalam kesucian-Mu, bening bagai telaga tak berair namun ikannya merinai
Sejuk bagai angin yang menjarahi embun di pelupuk mata
Sebab nafas-Mu adalah surga bagi nyawaku

bila lekas nafasku kembali ke rahim-Mu
pastilah nafas-Mu tak lagi kucari
aku selalu ingat kesucian-Mu dalam selawat yang t’lah Engkau hembuskan
dalam angin yang telah melepaskan tubuhku dari kefanaan
dan dalam paru-paru-Mu yang suci aku tak mungkin berpaling kembali
nafas-Mu adalah keabadianku
(Maumere 2017)

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Balada Penantian, Puisi-puisi Constan Amand
Balada Penantian, Puisi-puisi Constan Amand
https://2.bp.blogspot.com/-7mRWL7_a7Fw/WiLJq8VSPQI/AAAAAAAAALY/ytaC2vfkNXUiOL25qzaPHsBHKKgLgns1gCLcBGAs/s320/Puisi-puisi%2BKonstan%2BAmand.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-7mRWL7_a7Fw/WiLJq8VSPQI/AAAAAAAAALY/ytaC2vfkNXUiOL25qzaPHsBHKKgLgns1gCLcBGAs/s72-c/Puisi-puisi%2BKonstan%2BAmand.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/12/balada-penantian-puisi-puisi-constan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/12/balada-penantian-puisi-puisi-constan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy