Ahang Kembali Melontarkan, Ada Mafia Anggaran Di Kabupaten Manggarai.

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Ahang Kembali Melontarkan, Ada Mafia Anggaran Di Kabupaten Manggarai.

15 December 2017

Marsel Nagus Ahang dari Fraksi PKS menyebut ada mafia anggaran di DPRD Manggarai yang dilakukan oleh tim badan anggaran (Banggar) DPRD Manggarai. (Foto: Istimewa)

Ruteng, marjinnews.com. Sidang Paripurna IX DPRD Kabupaten Manggarai, NTT, kemarin berlangsung tegang.

Marsel Nagus Ahang dari Fraksi PKS menyebut ada mafia anggaran di DPRD Manggarai yang dilakukan oleh tim badan anggaran (Banggar) DPRD Manggarai.

Dalam sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Simprosa Gandut juga dihadiri oleh Bupati Manggarai Deno Kamelus Kamis (14/12/2017) kemarin.

Marsel Ahang menyebutkan lima hal yang perlu disikapi dalam sidang paripurna.
Salah satunya yakni, tentang klarifikasi surat Ketua DPRD berkaitan data inkonsistensi antara dokumen penetapan APBD 2017 dengan buku penjabaran APBD 2017.

Ahang ketika dihubungi marjinnews.com melalui pesan  whatsapp pada jumaat (15/12/12) membenarkan hal itu.

Ahang mengatakan APBD Kab.Manggarai yang jumlahnya  Rp. 1,18 trilun sangat berbeda ketika di jabarkan didalam buku penjabaran APBD Kab.Mangarai 2017.

Yakni jumlahnya menjadi Rp.1,29 terliun. Ada kelebihan 11 miliar. Dan uang 11 miliar tersebut disembunyi oleh Badan Anggaran ( Banggar) DPRD Kab. Manggarai.

Ketika ditanya lebih lanjut dimana uang itu disembunyikan,  Ahang menjawab uang itu disembunyikan di SKPD -SKPD di Kabupaten Manggarai.

Ahang dalam keterangannya itu tidak menjelasakan di SKPD mana saja uang itu disembunyikan.

Namun, ketika ditanya uang yang disembunyi oleh Banggar di SKPD tujuannya untuk apa, Ahang mengatakan itu untuk kepentingan Politik mereka.

Dalam sidang Paripurna IX DPRD Kab.Manggarai kemarin itu berjalan dalam situasi yang memanas.

Ahang dan beberapa anggota dewan dengan nada tinggi terlibat “perang” argumentasi.

Pimpinan Sidang Simprosa Gandut yang berasal dari Fraksi Golkar berulang kali  mengingatkan Marsel Ahang untuk menghormati mekanisme sidang.(RN/MN).