Surat Cinta Untuk Papah Novanto.


"Bila engkau adalah manusia, sakit adalah ujian dari Tuhan, bukan ujian terhadap sesama manusia" (Gambar: Istimewa)
Papahku sayang
Jutaan suara sumbang
dari rakyatmu kini lindap tak menggenang
sedang aku masih mengenangmu
yang berbaju kuning teriakan keadilan di bawah rindang pohon beringin

Papahku sayang
sujudkanlah nuranimu ke tanah paling anyir
jutaan manusia telah terkapar di sana
mayat-mayat busuk adalah sumpah dalam serapah
yang mati seusai mendoakanmu

"bila engkau adalah manusia, sakit adalah ujian dari Tuhan, bukan ujian terhadap sesama manusia"

Papaku sayang
kudengar, kabar setiap helaian nafas rakyatmu adalah tarikan desah yang kecewa
kibasan nasib di bawah bangku parlemenmu adalah keberuntungan berkah yang tak suci

malam ini
kudengar para nelayan yang menghuni laut kecewa
kembali melarungkan duka
litani yang berombak dirapal dalam cadas yang paling luka
dengan buncah dahaga berbentuk samudera, seketika dangkal dan mengering ketika seekor belut mengibas ekor dalam jaring kehidupan

kudengar
dari seberang pulau
seorang nenek dengan suluh di tangannya bergerak menuju kematian,
suaranya masih tegas serupa protokoler di dalam Senayan

"jika belut dapat mengeringkan samudera keadilan, maka di laut ini telah hidup binatang yang bercinta dalam perilaku manusia"

sementara
di sepanjang garis pantai
kudengar kidung sendu
serupa nyanyian kematian
melambung tinggi dalam cakrawala hampa
sesekali ayat-ayat itu semakin jelas menampar sunyi

"berpura-puralah mati, jika Tuhan sanggup kau bohongi"

Papahku sayang
laut yang dinahkodai olehmu
adalah nurani dari ikan-ikan yang tumpang tindih dengan perilaku yang sama mengibas di bawah sampanmu, ikan-ikan itu takut jika jala kau tebar atas nama nafsumu

masih banyak lagi keluh malam dan senja
tak hanya ikan-ikan yang menggigil atas hukum yang bertebaran di samudera ini
bahkan alam raya telah bersabda pada cakrawala untuk mengutuk kebajikan yang penuh onani omong kosong

"jika pena kebajikan telah mampu menghapus ayat-ayat suci, maka di alam ini telah tumbuh drakula yang berwajah manusia"
 
Papahku sayang
kata-kata ini semakin luka dan menganga jika aku ikut mengutuk
namun aku masih memiliki nurani
dan cukup membakar amarahku pada kebijaksanaan hukum

"menyeralah papahku sayang, tak cukup lagi banyak waktu untuk melumuri hukum dengan berpuasa kepada tanggung jawab atas nama sakit"


Di sisa hidupmu ini
ayah sudahi saja nahkoda penuh omong kosong ini, berbijaklah pada nurani,
jika korupsi terus menggenjot kemanusiaanmu
maka bakarlah ayat-ayat suci di negeri ini
karena tak pantas menjadi pedoman untuk menjelajahi alam kemanusiaan.

dan dari bilik malam ini
kuharap semoga Papah selalu sehat dalam setiap perilaku.

Bogor; 14/11/2017
Oleh: Yogen Sogen
Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Pakuan Bogor
Penulis antologi puisi "Nyanyian Savana"
Ketua presidium PMKRI Bogor.

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,204,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1040,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Surat Cinta Untuk Papah Novanto.
Surat Cinta Untuk Papah Novanto.
https://3.bp.blogspot.com/-nhDQ9VIUnSE/WguD6VPGPuI/AAAAAAAAB_U/nwCrPNjwnJQQ5eTlvcSIPi0vyQRTpwrzwCLcBGAs/s320/S.%2BNovanto%2Bmarjinnews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-nhDQ9VIUnSE/WguD6VPGPuI/AAAAAAAAB_U/nwCrPNjwnJQQ5eTlvcSIPi0vyQRTpwrzwCLcBGAs/s72-c/S.%2BNovanto%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/surat-cinta-untuk-papah-novanto.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/surat-cinta-untuk-papah-novanto.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy