Seks Bebas: Seni yang Menginginkan dan Seni yang Menikmatkan?

Fantasi seks, terobsesi dengan tubuh, dan perhatian pada relasi dengan lawan jenis, merupakan ciri-ciri dari perkembangan psikoseksual yang dialami oleh remaja (Gambar: Istimewa)
Pada tanggal 26 Agustus 2017 jumat sore, hari bersejarah bagi saya ketika mendalami matakuliah Estetika Tubuh. Dalam mengawali perkuliahan, dosen matakuliah tersebut memberikan sebuah pernyataan yang sempat membuat saya tergoda, pernyataannya begini; “Semua orang memiliki tubuh, tetapi tak banyak yang memiliki tubuh”. Menarik bukan? 

Setelah malam bergeser pada pagi, dan hari terus berganti, hingga pada bulan November ini kata-kata tersebut masih terngiang amat jelas di kalbuku. Dalam otakku yang sempit ini muncul tafsiran dari berbagai arah penjuru mata angin untuk bisa menukik lebih dalam tentang pernyataan tersebut, heheh dan ternyata jawaban sederhana saja yakni; menghargai tubuh. 

Dalam lamunanku di penghujung malam tentang tubuh jika perutku keroncongan, terus berirama dan berbunyi seperti orang berbalas pantun dalam dolo-dolo, maka saya harus menemukan penawarnya yakni bergegas mengisi perut dengan makanan. Hal ini merupakan cara sederhana dalam menghargai tubuh yang sedang lapar. 

Tetapi tentang tubuh dalam arti luas saya sepakat dengan filsuf kenamaan seperti Sokrates yang mengatakan begini; “kenalilah dirimu sendiri” mengenali diri berarti mengenali tubuh. Lantas bagaimana dengan perilaku seks bebas?

Pada tanggal 13 Oktober 2017 sangat gempar ketika media massa khususnya Pos Kupang menyajikan berita tentang “18% Remaja di Nusa Tenggara Timur terjebak Seks Bebas (rata-rata beralasan atas dasar cinta).” 

Pernyataan hingga pada kesimpulan tersebut dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan selama tiga bulan oleh Universitas Negri Sebelas Maret Surakarta dan Universitas San Pedro Kupang di 11 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur yakni Kota Kupang (16 %), Flores Timur (9,6 %), Sabu Raijua (13,5 %), Belu (9,6%), Kupang (11,5 %), Nagekeo (9,6%), Manggarai (2,9%), Ngada (9,6%), Ende (6,7%) Sikka (4,8%), Rote Ndao (5,8%) dengan kelompok umur 15-24 tahun. 

Melonjaknya perilaku ini tentu memunculkan pertanyaan lebih dalam, berapa harga tubuh seseorang? Mahal atau semurahkah tubuh seseorang? Apakah perilaku seks bebas dengan seyogianya dikatakan bahwa manusia merupakan makhluk lemah, lesuh, hingga rapuh,? Dengan kata lain bahwa manusia adalah makhluk yang tidak sempurna?. Bagaimana dengan akal budi yang selalu bersemayam dalam diri seseorang? Bukankah akal budi berperan sebagai teman untuk menentukan yang baik dan yang buruk?

Remaja dalam perkembangan psikoseksual
Setelah melewati masa kanak-kanak (dari lahir sampai 7 tahun), seseorang akan mengalami masa yang baru yakni masa remaja. Rentang usia pada remaja berkisar usia 8 tahun-12 tahun (dalam usia ini banyak anak bergaul terpisah) dan usia 13-19 tahun (remaja mulai mau bergaul dengan lawan jenis, saling berkenalan, bahkan mereka bisa membangun relasi yang lebih mendalam. Masa remaja terutama pada usia 13-19 tahun, mengalami banyak perubahan dan pertumbuhan dalam diri mereka. 

Tidak mengherankan jika remaja lebih suka keluar rumah dan lebih suka bertemu dengan teman-teman di luar, selain itu selalu konflik antara remaja dan orangtua. Fantasi seks, terobsesi dengan tubuh, dan perhatian pada relasi dengan lawan jenis, merupakan ciri-ciri dari perkembangan psikoseksual yang dialami oleh remaja. Umumnya pria lebih berfantasi tentang seks secara fisik, sedangkan wanita lebih berfantasi pada hal yang romantis.

Seks bebas; sebuah seni yang menginginkan?
Kata seks berasal dari kata latin (sexus) yang berarti jenis kelamin. Kata sexus sebenarnya berakar pada kata kerja secare yang berarti memisahkan atau membagikan. Dalam konteks identitas jenis kelamin, secare bisa dimengerti sebagai usaha untuk menggolongkan atau membagi makhluk hidup atas dua jenis kelamin yakni wanita dan pria (manusia), jantan atau betina (binatang).

Perilaku seks bebas merupakan perbuatan yang dianggap tabu bagi para penjaga tubuh atau mereka yang menghargai tubuh sebagaimana menghargai diri mereka sendiri. Perilaku seks bebas pun dianggap lumrah bagi mereka yang telah mewujudkan (yang ingin) sebagai cita-cita. Jika belum mewujudkan yang ingin, maka tubuh dan diri dianggap tidak penting, dan tidak berguna, tubuh dan diri merasakan sesuatu yang kurang. 

Saya dengan tegas mengatakan bahwa seks adalah sebuah seni yang menginginkan, karena seni merupakan sebuah ekspresi diri yang dalam kebesertaanya melibatkan aspek ingin, sedangkan seks bebas adalah perbuatan bebas fungsi kontrol dari pihak manapun, bebas pajak, bebas paksa, dan aneka bebas beserta gaya bebas lainnya. Hubungan seks bebas yang terjadi antara dua individu lebih banyak di prakarsai oleh semangat degup, decak kagum diantara remaja pada tubuh yang diatas namai semangat cinta yang menggebu-gebu antara pria dan wanita, meski tidak mempedulikan dampaknya. 

Jika cita-cita dalam hal ini seks bebas telah diwujudkan maka tubuh dianggap berguna karena sudah mewujudkan aspek ingin dalam diri. Perilaku seks bebas ini juga merupakan tindakan yang terjadi dengan pemahaman penuh dalam artian persetujuan kehendak antara pria dan wanita.

Seks bebas; sebuah seni yang menikmatkan?
Perwujudan ekspresi dalam diri tentang seks bebas, dianggap menikmatkan jika sebuah perasaan, penasaran, gejolak, rasa ingin semua telah tersalurkan. Namun dibalik kenikmatan tersebut ada pula dampak yang akan dialami dan diraih jika tidak mengontrol diri. Tetapi bagaimana mungkin mengontrol diri jika hal tersebut menggiurkan dan menikmatkan?. Kembali ke pribadi masing-masing, jika “ya” berhenti, jika “tidak” lanjut terus. 

Perilaku manusia dalam hal ini perbuatan seks bebas, secara eksplisit menampilkan dua sikap yakni; pertama sikap dominasi tubuh seseorang atas tubuh pribadi yang lain, dengan menguasai tubuh manusia lain, tubuh orang lain dianggap sebagai obyek yang semata-mata untuk menggapai hedonisme; Hedone-Yunani kesenangan dan kenikmatan jasmani. Kedua yakni;sikap yang melanggar dan mencedrai tahap-tahap dalam perkawinan serta tidak menghargai Tuhan sebagai pencipta tubuh, sebab menjaga tubuh berarti mengikuti perintah Tuhan dan menghargai anugerah yang diberikan.

Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan hubungan seks bebas yakni; 
a) rasa penasaran (perubahan fisik dan psikologi pada remaja membuat mereka ingin mencoba hal yang dianggap tabu), 
b) disiplin yang longgar atau permisif dari orang tua sehingga remaja menggunakan kesempatan (jika seseorang tidak bergaul ia akan diejek oleh sesamanya), 
c) maraknya informasi pornografi di media sosial (elektronik maupun non elektronik), 
d) keluarga yang tidak harmonis;broken home (kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua) 
e) penyalahgunaan narkoba juga memicu remaja mencari kenikmatan semu melalui seks bebas. 

Dampak dari perilaku seks bebas pun bervariasi yakni; berisiko kehamilan, kanker serviks, kanker rahim, atau juga kemandulan apabila faktor keseringan menggunakan pil dan lain sebagainya. Seks bebas juga mempunyai dampak psikologis yang timbul yakni munculnya perasaan bersalah, menyesal, malu, marah, sedih, bingung, stress, kehilangan percaya diri, kehilangan konsentrasi, depresi, mimpi buruk, merasa tak berguna dan sulit mempercayai orang lain.

Keluarga; panti pendidikan pertama bagi anak
Perilaku seks bebas bisa saja merusak masa depan remaja, apabila perbuatan itu menyebabkan (kehamilan) ataupun penyakit kelamin dan lain sebagainya. Perilaku seks bebas yang di dominasi oleh remaja disebabkan karena hawa nafsu yang sulit diatasi. Inisiatif untuk mengekang hawa nafsu tersebut dapat berawal dari pendidik, terutama pada tahap ketika seseorang masih  berada dalam masa kanak-kanak dan dalam masa remaja, dalam hal ini fokus perhatian dari orang tua. 

Orang tua menjadi teladan bagi anak-anaknya manakala mereka menjadikan penguasaan hawa nafsu dan dorongan mereka sebagai kebiasaan dengan mengajarkan yang baik kepada anak-anak. Hal ini memberikan pesan bahwa keluarga merupakan panti pendidikan pertama bagi anak. Cara-cara sederhana yang dilakukan oleh orangtua berupa menjaga kebersihan dan kerapian, bersikap sopan, menghargai dan menghormati sesama. 

Pelajaran sederhana ini akan menghemat biaya dan upaya tambahan kelak untuk remaja, karena telah dibentuk dengan kebiasaan yang baik. Selain itu, pendidikan seks perlu diajarkan kepada para remaja untuk mengenal jenis kelamin yang lain, hal ini dimaksudkan para remaja dapat perlahan-lahan secara bertanggung jawab memilih pasangan hidupnya di masa depan secara bebas.

Meskipun perilaku seks bebas sering terjadi di kalangan masyarakat, namun perihal ini dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, baik guru di sekolah, tokoh masyarakat mesti menjadi sumber belajar positif bagi remaja. Guru-guru di sekolah mempunyai kewajiban untuk mengingatkan atau menyampaikan tentang dampak dari perilaku seks bebas. 

Remaja harus diberi wawasan tentang pendidikan seksual, selain itu perilaku seks yang sehat di dasarkan memalui sistem nilai sosial, adapundiberlakukan hukum yang tegas oleh pemerintah untuk mengurangi dan mengatasi perilaku seks bebas oleh remaja. Dengan demikian mengontrol diri ekuivalen dengan mengontrol tubuh, memiliki tubuh berarti menyadari identitas dan kebermaknaan tubuh karena dalam tubuh seseorang bersemayam sosok Allah, “Tubuhmu adalah bait Roh kudus” (1 Kor 6:19). 

Oleh: Ady Klodor
Penghuni biara St.Kamilus de Lelis, Maumere
Mahasiswa STFK Ledalero, Maumere, Flores-NTT

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,111,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,146,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,539,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,62,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,200,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1032,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,45,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,6,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Seks Bebas: Seni yang Menginginkan dan Seni yang Menikmatkan?
Seks Bebas: Seni yang Menginginkan dan Seni yang Menikmatkan?
https://1.bp.blogspot.com/-61XBzxjyMY0/Wf_qfAOeztI/AAAAAAAAB54/TwTdEZr8aFI9elP_TBXV025bxWVdQpyeACEwYBhgL/s320/Seks%2Bbebas%2B%2Bmarjinnews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-61XBzxjyMY0/Wf_qfAOeztI/AAAAAAAAB54/TwTdEZr8aFI9elP_TBXV025bxWVdQpyeACEwYBhgL/s72-c/Seks%2Bbebas%2B%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/seks-bebas-seni-yang-menginginkan-dan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/seks-bebas-seni-yang-menginginkan-dan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy