Saksi Fakta dan Ahli Meringankan SN Berpotensi Mencegah Gugurnya Prapadilan

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Saksi Fakta dan Ahli Meringankan SN Berpotensi Mencegah Gugurnya Prapadilan

28 November 2017

patut diwaspadai karena dikhawatirkan dengan jumlah 14 orang yang harus diperiksa, diduga sebagai rekayasa untuk menghambat pelimpahan berkas perkara ke Penuntutan sebelum sidang praperadilan diputus Hakim (Foto: Tempo.co)
Pengajuan 9 saksi dan 5 ahli untuk didengar sebagai saksi dan ahli yang meringnkan untuk tersangka Setya Novanto menjelang persidangan prpaperadilan dibuka, patut diwaspadai karena dikhawatirkan dengan jumlah 14 orang yang harus diperiksa, diduga sebagai rekayasa untuk menghambat pelimpahan berkas perkara ke Penuntutan sebelum sidang praperadilan diputus Hakim. Hal ini diduga demi mencegah gugurnya sidang praperadilan Setya Novanto sebelum putusan Hakim. Ini memang sebuah siasat yang dipersiapkan secara matang, sistimatis dan terukur, karena itu KPK tidak boleh lengah, jika KPK ingin melumpuhkan praperadilan Setya Novanto lewat percepatan pelimpahan BAP hasil Penyidikan ke tahap persidangan pertama Penuntutan di Pengadilan Tipikor, dengan target praperadilan gugur demi hukum.

Pemeriksaan 9 saksi dan 5 ahli meringankan memang tergolong jumlah yang tidak sedikit dan langka untuk saksi dengan kriteria meringankan atau menguntungkan. Namun demikian KUHAP memang tidak membatasi sampai dalam batas jumlah berapa tersangka boleh mengajukan, bahkan KUHAP mewajibkan penyidik untuk memenuhi permintaan tersangka atau penasehat hukumnya mengajukan saksi yang memguntungkan. Karena itu pada saat ini, baik KPK maupun Setya Novanto sama-sama berada pada posisi mengadu kecepatan dan strategi untuk menuju pada titik gol masing-masing yaitu memenangkan strategi. 

Jika KPK bisa memsiasati dengan cara membatasi jumlah saksi dan ahli untuk didengar sebagai saksi meringankan saat penyidikan, sedangkan sebagian lagi saksi meringankan diberikan kesemptan pada tersangka untuk mengajukan sebagai saksi meringankan pada pemeriksaan persidangan sebagai Terdakwa tiba. Atau memeriksa 9 saksi dan 5 ahli secara serentak pada hari dan tanggal yang sama sebelum atau selama sidang praperadilan berlangsung. Jika motede ini bisa dilakukan, maka bisa saja KPK lebih cepat mengejar target untuk melimpahkan ke persidangan pengadilan tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan membuka jadwal sidang pertama dimulai, sehingga target menggugurkan praperadilan sangat terbuka lebar.

Namun demimikian situasi akan berbicara lain apabila dengan 9 saksi dan 5 ahli meringankan ini pemeriksaannya di delay, maka Setya Novanto atau Penasehat Hukumnya berhasil memperlambat lajunya penyidikan dan penuntutan dan berhasil membawa persidangan praperadilan berakhir normal melalui putusan hakim sesuai jangka waktu yang ditentukan. Jika ini yang terjadi, maka Setya Novanto masih punya peluang untuk memenangkan praperadilan dan bisa serta merta melepaskan rompi orange dan kembali lenggang ke Senayan dan Slipi. 

Namun demikian KPK masih punya cara lain yaitu, seandainya KPK punya lebih dari satu sprindik untuk perkara korupsi yang lain atau berbeda a/n. Setya Novanto, maka KPK bisa saja tetap mengeluarkan perintah penahnan untuk kasus korupsi yang lain, sambil membenahi prosedure pemeriksaan pokok perkara yang penyidikannya dimenangkan oleh Setya Novanto pada praperadila  jilid II nanti, agar segera dilimpahkan ke persidangan Pengadilan Tipikor tentu saja dalam keadaan Tersangka/Terdakwa berada dalam tahanan.

Oleh: Petrus Selestinus
Koordinator TPDI dan Adavokat PERADI