RANJANG KUSAM

Dalam kamar ini kami bercinta dalam kamar ini cinta kami harus berakhir. Dia meninggalkanku dengan sisa perasaan di ujung nafsu dan dia pergi bersama sebuah kisah yang tak pernah ku tahu (Gambar: Istimewa).
Aku tak penah bertanya mengapa kopi itu pahit, aku tak pernah berdebat tentang siapa yang menciptakan bayang-bayang aku atau matahari, dan aku tak pernah bertanya mengapa kopi itu begitu nikmat ketika disuguhkan saat senja. Tapi kali ini, aku ingin bertanya satu hal padamu saat ini, mengapa engkau mempertemukan kami dalam sebuah kebetulan lantas menyatukan kami dalam sebuah kesepakatan?

Ah aku sudah bosan dengan sandiwaramu, selalu mempesulitku tanpa pernah engkau bertanya pada dirimu apakah aku pernah sekali-kali bermain lakon denganmu?

Tapi malam ini aku ingin bercerita banyak denganmu, ku harap Engaku memiliki lebih banyak waku bersamaku, sebab telah ku siapkan sepasang lilin dan patung-Mu yang terbuat dari kayu. Aku berharap Engkau mau mendengarku malam ini.

Malam ini aku sengaja tak tidur, kedua mataku seperti tak sejalan. Sejak tadi bantal yang selalu menemaniku seperti tak bisa mengayunkanku dalam melodi kelelapan. Kali ini kedua mata ini telah menang melawan malam. Akhirnya aku memutuskan untuk sedikit meluangkan waktu untuk berbicara denganmu tentang aku, Kamu dan dia yang telah pergi.

Tapi maaf, aku harus membuka diskusi ini dengan kebencian karena aku begitu marah pada-Mu. Lihatlah warna kamar yang pucat ini begitu menyiratkan suatu kehilangan, juga segala yang ada di dalamnya, seperti lampu yang menyala seadanya. Sunyi bukan? kesunyian itu, mengingatkanku pada seoang teman yang membuat malamku jadi begitu menyenangkan.

Tapi itu semua berubah ketika Engkau memisahkan kami dengan cara-Mu yang begitu licik. Sebab itulah aku mengajakmu berdiskusi malam ini  agar kau tahu bahwa aku bisa sangat cemas hanya karena sebuah kamar dan kesunyian.

Malam ini aku sedang mendekam di kamarku. Kamar dengan warna hijau tua dan tirai yang kusam ditimpa cahaya bulan yang sekali-kali melambai-lambai keluar jendela. Perlahan angin malam menerpa tubuhku, begitu dingin.

Sedetik perhatianku tertuju pada sepasang burung hantu yang terlihat di kejauhan. Mereka bertengger di sebuah pohon rindang dan sesekali mengeluarkan suara yang merdu. Begitu romantis ketika beberapa helai daun gugur saat dengan cueknya mereka bercinta.  Sungguh, perasaan  yang sama sekali berbeda dengan yang kudapati di kamar pucat itu. 

Kamu tahu, hal ini yang memaksaku untuk meteskan air mata lantaran kembali mengingat gadis yang kucintai saat kami lalui malam begitu mesra. Maka sebelum aku hendak mengingatnya lagi aku memutuskan untuk mengajakmu berbicara malam ini tentang gadis itu.

Kupikir aku mesti mengatakan hal ini kepadamu. Memang tak penting tapi agar engkau tahu betapa gelisah dan takutnya aku pada sebuah kamar.

Malam ini memang puncak rinduku pada dirinya, entah mengap pikiranku seperti mengingatnya. Tak seperti biasanya,  aku begitu merindukan sosok gadis itu hadir dalam ranjangku malam ini. Biasanya kami berdua melewati malam yang bertabur bintang dalam selimut yang sama. Indah bukan? Itulah hal paling indah ketika Adam dan Hawa bertemu.

Tapi kisah itu seperti terhapus dan berakhir ketika gadis itu memutuskan untuk mencarimu. Dia tak mengajakku dan hanya sendiri. Aku begitu berdua atas kepergiannya, tak menitip surat hanya seutas tali yang melilit lehernya.

Dalam kamar ini kami bercinta dalam kamar ini cinta kami harus berakhir. Dia meninggalkanku dengan sisa perasaan di ujung nafsu dan dia pergi bersama sebuah kisah yang tak pernah ku tahu.

Kamu tahu, pernah sesekali kakek tua dengan suara terbata-bata bertanya padaku, “mengapa gadis itu bunuh diri?”, kadang ketika mendapati pertanyaan itu amarahku sekejap memuncak tetapi dengan penuh canda aku menjawabnya “ranjang kusam miliku telah bosan dengannya, dia meminta cerita baru dengan lakon baru”.

Aku harap kamu tak pura-puar sedih mendengar keluh kesahku. Dan ku berharap juga permataku telah berada di sisi kanan-Mu. Dan, ketika doa ini selesai, dari atas meja di sisi jendela, aku meraih sebuah buku puisi milik seorang penyair dan membacanya dalam keheningan–puisi yang juga bicara tentang kehilangan dan cinta. Seperti sepasang kekasih yang bercinta tanpa henti hingga malam bertambah malam . Aku pun mengingatnya sekali lagi.

Iteng, 16 November 2017

Oleh: Klaudius Marsianus Juwandy
Penulis adalah mahasiswa STKIP Santu Paulus Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,204,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1040,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: RANJANG KUSAM
RANJANG KUSAM
https://1.bp.blogspot.com/-BY-cM98odgc/Wg9WWCbXsCI/AAAAAAAACFM/wxPflGKsSOI1D7Y2jtHEoSLfKgW6AtwugCLcBGAs/s320/ranjang%2Bkusam%2Bmarjinnews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-BY-cM98odgc/Wg9WWCbXsCI/AAAAAAAACFM/wxPflGKsSOI1D7Y2jtHEoSLfKgW6AtwugCLcBGAs/s72-c/ranjang%2Bkusam%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/ranjang-kusam.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/ranjang-kusam.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy