Perintang Penyidikan Korupsi Setya Novanto Perlu Ditetapkan Sebagai Tersangka
Cari Berita

Perintang Penyidikan Korupsi Setya Novanto Perlu Ditetapkan Sebagai Tersangka

MARJIN NEWS
30 November 2017

Pemanggilan terhadap Setya Novanto, Fredrich Yunadi dkk. dimaksudkan untuk memeriksa dan memastikan siapa sesungguhnya aktor intelektual peristiwa pidana yaitu  "merintangi atau menggagalkan" penyidikan KPK (Foto: Tirto.id)
KPK sebaiknya segera meningkatkan status pemeriksaan Laporan Masyarakat dan Perhimpunan Advokat Pendukung KPK/PAP-KPK ke tahap Penyidikan dan segera memanggil Sdr. Setya Novanto, Fredrich Yunadi dkk. untuk didengar keterangannya sehingga bisa ditetapkan siapa saja tersangka pelaku yang diduga sebagai merintangi penyidikan atas dugaan korupsi e-KTP a/n. Tersangka Setya Novanto. Oleh karena pelanggaran terhadap pasal 21 UU KPK tentang merintangi penyidikan diancam dengan pidana penjara 12 tahun. Dengan demikian maka terhadap tersangkanya dapat langsung ditahan karena dampak negatif yang ditimbulkan dari peristiwa pidana berupa merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyelidikan, penyidikan dan penuntutan kasus korupsi oleh KPK, bisa memperlemah KPK.

Pemanggilan terhadap Setya Novanto, Fredrich Yunadi dkk. dimaksudkan untuk memeriksa dan memastikan siapa sesungguhnya aktor intelektual peristiwa pidana yaitu  "merintangi atau menggagalkan" penyidikan KPK sebagaimana laporan PAP-KPK pada tanggal 13 November 2017 yang lalu, karena absennya Setya Novanto dari panggilan KPK  secara patut, tanpa alasan yang sah, jelas merupakan "Tindak Pidana Merintangi secara langsung atau tidak langsung Penyidikan kasus korupsi e-KTP"a/n. Tersangka Setya Novanto. Oleh karena itu PAP-KPK meminta agar KPK segera meningkatkan pemeriksaan ke tahap Penyidikan sekaligus menjadwalkan pemanggilan terhadap Setya Novanto, Fredrich Yunadi, Sandy Kurniawan dan Damayanty untuk diperiksa, guna menentukan siapa-siapa saja tersangka pelaku yang diduga merintangi Penyidikan KPK.

Urgensinya bagi KPK untuk segera membuka penyidikan atas dugaan terjadi peristiwa pidana berupa merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang dipersangkakan atas diri Setya Novanto, agar perilaku "merintangi" penyidikan yang oleh UU dikualifikasi sebagai perbuatan yang berkaitan dengan Tindak Pidana Korupsi jangan sampai menghambat perjalan kasus e-KTP a/n. Tersangka Setya Novanto pada tahap penuntutan dan persidangan di Pengadilan Tipikor. Selain itu agar perbuatan merintangi penyidikan ini, tidak boleh dicontoh atau ditiru oleh sipapun juga, karena modus dari perbuatan merintangi Penyidikan KPK itu akan sangat menghambat tugas KPK dalam Penyidikan dan Penuntutan hingga Pemeriksaan Persidangan pada Pengadilan Tipikor di masa yang akan datang karena dapat memperlemah KPK.

Dengan dimulainya Penyidikan terhadap Laporan masyarakat terhadap Setya Novanto dkk. maka media massa diharapkan  dapat menghentikan pemberitaan yang bersifat mengeksploitasi gaya "mulut besar, congkak dan tidak bermutu dari Fredrich Yunadi yang akhir-akhir ini muncul menghiasi pemberitaan media masa terkait dengan kasus Setya Novanto. Ini benar-benar tidak intelek bahkan tidak memberikan kontribusi positif tidak hanya terhadap kelancaran tugas Penyidikan dan Penuntutan KPK, tetapi juga tidak memberikan manfaat bagi kepentingan Klien yang dibela. Lebih tragis lagi Klien yang dibela hanya dikorbankan untuk kepentingan kepuasan pribadi si Pembela.

Oleh: Petrus Selestinus
Koordinator PAP-KPK dan Advokat PERADI