Perempuan dan Perbudakan

 Di Indonesia sendiri perbudakan terjadi pada jaman Belanda yang mana perempuan diperjual belikan dan dijadikan sebagai alat pertukaran manusia (Foto: Dok. Pribadi)
Upaya mengangkat derajat kaum perempuan dan isu perbudakan sesama manusia serta menghapus kepercayaan dan keyaakinan tradisi kuno yang menganggap perempuan dan para budak sebagai property seksual dan budak pekerja lepas. 

Perbudakan mendapat perlawanan yang keras dari kaum perempuan terhadap para penguasa yang menganut sistem (Patriarkal), yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasan utama dan mendominasi dalam berbagai peran termasuk harta dan kekuasaan dan perempuan posisinya ditempatkan dibawah kekuasaan laki-laki. Baik dalam hal polititk, ekonomi, dan kebebasan berpendapat.
 
Jaman dahulu orang-orang Romawi menganggap budak hanya bagian dari sesuatu dan bukan bagian dari manusia. Mereka seenaknya memperhambakan dan menyedot darah budak dan dipaksa bekerja tanpa digaji dan hanya diberi makan ala kadarnya. Perempuan dan budak di jaman itu dipekerjakan untuk membangun jalan dan bekerja sebagai petani di ladang. Mereka ditempatkan di satu base camp dan tidak diperlakukan seperti manusia, kemudian budak perempuan dan laki-laki dipisahkan.
 
Di Indonesia sendiri perbudakan terjadi pada jaman Belanda yang mana perempuan diperjual belikan dan dijadikan sebagai alat pertukaran manusia. Perempuan juga dijadikan hadiah bagi tetamu penting yang datang ke Indonesia untuk berinvestasi oleh para penguasa Belanda. Para perempuan dipekerjakan secara paksa membuat jalan atau berkebun dan juga sebagai penari pada saat penguasa Belanda mengadakan pesta menyambut para tentara Belanda yang datang ke Indonesia.
 
Semasa jaman penjajahan para tentara Belanda banya yang datang sendirian masuk ke Indonesia dalam artian tidak membawa istri dan anak. Untuk itu mereka membutuhkan perempuan sebagai alat pelampiasan napsu dan pada waktu itu muncul istilah “GUNDIK”. Gundik adalah pelayan yang harus melayani tuannya memberi makan dan memberi kepuasan seksual, mereka seperti istri tetapi tidak ada pernikahan secara resmi dan direkrut secara paksa.
 
Praktek perbudakan yang mengerikan ini terus berlangsung semasa jaman penjajahan Belanda. Hingga Indonesia merdeka dan berkembang seperti sekarang. Namun perbudakan di Indonesia masih merajalela dan sepertinya susah dihapus dan mereka bekerja secara diam-diam.
 
Tujuan membeli budak memang untuk dipekerjakan dengan upah murah, diperlakukan layaknya hewan dan bekerja secara paksa hingga mendapat hasil yang optimal dengan tidak mengenal pri kemanusiaan. Jika budak itu adalah hasil dari transaksi atau tawanan perang mungkin masih terasa bahwa dirinya sedang diperbudak, namun lain halnya jika budak itu mempunyai keluarga dan anak sehingga tidak sempat mendidik anaknya karena harus bekerja keras dan jauh dari keluarganya. 

Dampaknya akan di rasakan oleh anaknya yang bisa saja nanti akan bermental budak, namun tidak lagi merasa diperbudak tetapi bahkan merasa bangga dirinya diperbudak apalagi jika majikannya mempunyai kedudukan di masyarakat atau mempunyai kekuasaan dan berasal dari etnis-etnis tertentu.

Pada masa ini, perbudakan juga berlaku dalam partai-partai politik. Pembelaan habis-habisan terhadap petinggi partai sampai membabi buta ketika atasannya sedang di kritik atau di buli oleh partai lain dan kelompok aktivis tertentu, tidak peduli sang atasan salah dalam menyampaikan pendapat atau terlalu berutal dalam berdemokrasi. 

Berbagai hal pun  dilakukan, seperti mencari kelemahan lawan partai atau mengkritik secara langsung dan dengan sadar bahwa hal itu akan mencelakai dirinya pribadi, ini bisa saja disebut perbudakan terhadap diri sendiri.
 
Perbudakan yang sekarang marak terjadi di indonesia adalah Human Trafficking atau perdagangan manusia. Segala bentuk jual beli terhadap manusia dan juga ekspolitasi terhadap manusia itu sendiri. Sama halnya dengan “GUNDIK” perbudakan atau praktek  yang menyerupainya seperti perdagangan atau pengambilan organ tubuh manusia secara sadis, ini yang kerap terjadi dan perbudakan sesama manusia akan terus berlangsung.
 
Hal yang harus kita sadari adalah apakah sekarang kita masih diperbudak atau kah kita sudah bebas dari perbudakan ?
 
Tidak terlepas dari berbagai polemik yang  sedang terjadi di negeri ini. Apakah pemerintah adalah budak kita atau rakyat yang diperbudak? Atau kita sama-sama diperbudak oleh jongos-jongos di negeri ini?

Oleh : Emanuel Odi
marjinnews.com Jakarta

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,204,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1040,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Perempuan dan Perbudakan
Perempuan dan Perbudakan
https://4.bp.blogspot.com/-JiDOUjXKJsE/WfwXylU_ggI/AAAAAAAAB24/_rROMewqCxo8SELihlTKLtjhOeO23g6CgCLcBGAs/s320/Noel%2BOdi%2BMarjin%2BNews.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-JiDOUjXKJsE/WfwXylU_ggI/AAAAAAAAB24/_rROMewqCxo8SELihlTKLtjhOeO23g6CgCLcBGAs/s72-c/Noel%2BOdi%2BMarjin%2BNews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/perempuan-dan-perbudakan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/perempuan-dan-perbudakan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy