“PENJAJAH ITU KEMBALI LAGI”

Peringatkan kepada pastor bejat itu, jangan melakukan sebuah tindakan yang keliru. Melawan kami adalah melawan Tuhan (Foto: Floresa.co)
“Jadi kau kesini, mengajak saya untuk menjadi pecudang?”, katanya dengan lembut  sambil menatap tajam padaku. “Oh, pastor Alfred saya tidak ingin....”, belum sempat menghabiskan kata-kataku ia langsung memotongnya. 

Kemudian ia memegang tanganku dan berkata dengan suara yang begitu tenang “Aku mengerti posisimu dan menyadari bahwa kau adalah sahabat terbaikku. Bertahun-tahun kita bergelut dalam dunia filsafat. Belajar berbagai hal yang sejatinya berbicara tentang bagaimana kita mendekati kebijaksanaan hidup. Aku melanjutkan pendidikanku sebagai calon imam dan kau tidak melanjudkannya, lalu memilih menjadi wartawan harian disurat kabarmu itu. Itu semua adalah pilihan. Aku menolak keputusan pemerintah untuk melakukan operasi tambang diparokiku. Ini juga adalah sebuah pilihan.....” Ia kemudian berhenti sesaat dan perlahan meneguk kopi hitam dengan aroma tajam yang ada dalam cangkirnya “Habisss....” katanya dengan bangga. 

“Candu yang tak pernah hilang...” sahutku, mencoba untuk berguyon sekedar untuk meredakan situasi yang cukup tegang antara kami. ”Setidaknya engkau mengetahui hal itu sejak awal kita masuk biara..” -katanya padaku. Kemudian kami menghabiskan waktu sore itu untuk berkisah tentang pengalaman kami di biara saat mengikuti masa pembinaan. Sejak pembicaraan itu saya menyadari bahwa banyak hal yang berubah dari sahabatku Alfred yang kini menjadi Pastor. Namun satu hal yang masih tetap ialah bahwa ia masih menjadi sosok yang keras kepala.

Setelah matahari perlahan menghilang di ufuk barat, aku memutuskan untuk berpamit pulang pada pastor Alfred. Sepanjang perjalanan aku tidak habis pikir akan pilihannya yang dengan gigih menolak operasi pertambangan di salah satu wilayah di parokinya. Sebagai wartawan yang meliput kegiatan itu, aku menyadari betul bahaya yang akan dihadapi oleh pastor Alfred dan mengetahui semua rival-rivalnya. Mereka adalah pihak pemerintah yang mengeluarkan izin operasional pertambangan dan pihak perusahaan yang mengoperasikan kegiatan pertambangan itu. 

Pihak perusahaan menyuap pemerintah untuk mengeluarkan izin operasional pertambangangan dan kebijakan lainnya yang berorientasi untuk melindungi bisnis perusahaan. Konspirasi seperti ini tidak bisa dicium oleh semua orang. Hanya aku dan teman-teman media lainnya bahkan termasuk pastor Alfred yang mengetahui dengan jelas konspirasi ini. Bahkan saya sebagai wartawan seringkali di suap untuk tidak maliput berita terkait izin operasional pertambangang atau disuap untuk mengekspos berita-berita yang menguntungkan pihak pemerintah dan perusahaan terkait dengan ijin operasi tambang. 

Jika saya tidak tunduk pada tawaran mereka, mereka akan memakai metode intimidasi yang mengerikan terhadap saya. Mereka memiliki pengaruh yang besar, salah satunya dengan mengotrol pers, secara pribadi saya menyadari sesuatu yang sia-sia ketika saya beroposisi dengan mereka. Ya, sesuatu yang besar mungkin saja akan terjadi pada pastor Alfred apabila ia terus melanjudkan perlawanannya.

Sesampainya di rumah, aku menyempatkan diri untuk membuka e-mailku dan aku menemukan sebuah pesan baru tanpa identitas pengirim yang jelas. Awalnya aku tidak peduli dengan kiriman tersebut, tapi karena tidak ada kiriman lain, aku memutuskan untuk membacanya. Pesan itu berisi demikian “Peringatkan kepada pastor bejat itu, jangan melakukan sebuah tindakan yang keliru. Melawan kami adalah melawan Tuhan. Kamilah penguasa wilayah itu dan kami punya kekuatan besar untuk melakukan apa saja yang kami inginkan. Jika membangkang, kami tidak segan-segan mencabut nyawanya”. 

Tanganku gemetar seketika usai membaca pesan misterius yang berisi ancaman itu. Dugaanku bahwa pesan itu dibuat oleh seseorang yang tidak senang dengan posisi Pastor Alfred yang menolak operasi pertambangan di parokinya. Ya, pesan itu kalau tidak ditulis oleh pihak perusahaan, pastilah ditulis oleh salah satu aparatur pemerintah. Siapakah itu?. Dan bagaimana mereka mengetahui hubunganku dengan pastor Alfred?. 

Keesokan harinya, aku bergegas menuju ke pastoran. Aku berangkat pagi sekali, berharap pastor Alfred masih ada di tempat. Setibanya di pastoran aku melihat pintu depannya terbuka, tanpa mengetoknya aku lansung masuk saja dan kudapati pastor Alfred sedang duduk di meja makan sedang menikmati secangkir kopi. Ia begitu kaget dengan kedatanganku. Pagi itu ia masih mengenakan jubah putihnya. Rupanya, dia baru saja selesai melaksanakan misa pagi. Namun, aku tidak memedulikan semuanya itu, aku menarik kursi dan duduk disampingnya. 

“Kecemasan apalagi yang ingin kau tunjukan padaku pagi ini sahabatku??” kata-katanya membuat aku lemah seketika. Dari kata-kata itu, sepertinya ia tidak akan mendengarkan pertimbanganku nanti. Aku coba menenangkan diriku dan menjelaskan baik-baik kepadanya, “Sadarkah engkau tentang kekuatan besar yang dimiliki oleh rivalmu??” tanya ku padanya. 

Ia tidak menjawab sepatah katapun, ia hanya mengangkat alisnya membiarkan aku berbicara terus “Tadi malam aku medapat pesan misterius pada e-mailku, pesan singkat tapi isinya mengerikan, tentang rencana pembunuhanmu apabila engkau masih ngotot untuk melanjutkan gerakanmu menolak operasi pertambangan diparoki ini..Mereka akan...”

Belum selesai penjelasanku, ia memotongnya,-“Cukup!!”, untuk pertama kalinya ia membentakku- “Aku tahu siapa yang akan menjadi rivalku, mereka adalah pemerintah yang kotor dan perusahaan yang tamak. Apa untungnya rakyat disini jika melegalkan pertambangan itu?. Lingkungan akan hancur, kebudayaan akan hilang, dan warga dipaksa untuk mengungsi. Belum lagi masalah lain seperti pencemaran air dan udara, munculnya penyakit-penyakit dan masih banyak lagi keburukan lainnya. Satu hal yang perlu engkau ketahui bahwa korban dari kegiatan ini adalah masyarakar kecil sementara yang untung adalah pihak perusahaan dan segelintir pejabat sundal itu. Bukalah matamu, ini adalah suatu bentuk kolonialisme baru dari mereka atas kita. Kalau dulu mereka mengangkat senjata untuk menguasai kita, tapi sekarang mereka datang dengan cara-cara baru dan halus yakni melalui perusahaan dan bisnis mereka.  Tidak ada pilihan lain selain melawan.” selesai kata-katanya ia masuk ke kamar dan meninggalkanku sendiri di meja makan.

Sepanjang perjalanan pulang aku terus meimikirkan apa yang dimaksudnya dengan “Kolonialisme  Baru”. Aku belum memahami samasekali kata-katanya itu. Bukankah kita telah merdeka setelah proklamasi yang terjadi puluhan tahun lalu?. Penjajah-penjajah asing mengeruk potensi alam kita itu sudah diusir  berkat usaha gigih dari pahlawan-pahlawan kita. Bagaimana mungkin mereka datang lagi?.

Setibanya di rumah, aku lansung mencari identitas  perusahaan asing yang ingin melakukan operasi pertambangan di paroki ini. Setelah melacaknya, aku melihat bahwa 90% daftar pemegang saham dari perusahaan itu adalah orang-orang Eropa. Kemudian aku mulai berasumsi bahwa jika operasi pertambangan dilegalkan maka  keuntung masuk pada saku investor asing. Ya, merekalah “Kolonialis Baru” yang dimaksud pastor Alfred. Bagaimana mungkin mereka bisa kaya dari sumber daya alam yang kita miliki. Ah, sekarang aku baru menyadari hal itu. Ternyata perjuangan dari pastor Alfred sangat mulia. Ia ingin mengusir penjajah-penjajah baru itu yang ingin mengeruk potensi alam di negeri ini.

“Drenggg....” bunyi smartphoneku mengagetkan aku. Ternyata Yuna sang pegawai pastoran meneleponku, aku langsung mengangkatnya. Terdengar suara tangis histeris dari Yuna. “Haloo, apa yang terjadi denganmu Yuna?”, tanyaku dengan panik. Sambungannya kemudian terputus, tak lama kemudian aku mendapat sms masuk yang memberitahukan bahwa pastor Alfred tewas ditembak oleh orang yang tidak dikenal ketika berkunjung ke sebuah stasi.
                
Oleh: Ento Nalut

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,109,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,144,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,537,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,200,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1031,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,45,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: “PENJAJAH ITU KEMBALI LAGI”
“PENJAJAH ITU KEMBALI LAGI”
https://2.bp.blogspot.com/-2Q1TciXoV7M/WgX7_CJekPI/AAAAAAAAB9I/A8kfMgc-k48mDgG5N1ZpIQPnqiaZ3eWDACLcBGAs/s320/tolak%2Btambang%2Bmarjin%2Bnews.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-2Q1TciXoV7M/WgX7_CJekPI/AAAAAAAAB9I/A8kfMgc-k48mDgG5N1ZpIQPnqiaZ3eWDACLcBGAs/s72-c/tolak%2Btambang%2Bmarjin%2Bnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/penjajah-itu-kembali-lagi.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/penjajah-itu-kembali-lagi.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy