Pengakuan Saksi Hidup Korban Human Trafficking Di NTT, Tunjuk Alamat Terduga Calo Disini

Kisah J terjadi tiga tahun silam (2014) waktu ia masih berusia 23 tahun. Ada beberapa hal menjanggal yang sampai sekarang masih membuat J penasaran. Ia mengaku hanya butuh waktu satu hari untuk mengurus visa ke luar negeri (Malaysia) (Ilustrasi: Istimewa).
Kasus Olivia yang adalah korban keganasan tindak kriminal Human Trafficking di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu membuka mata hati banyak orang untuk sesegera mungkin mengungkap jaringan pelaku tindak kriminal yang melanggar Hak Asasi Manusia ini. Salah satu dari sekian  banyak orang baik itu adalah J (26). Gadis yang menolak disebutkan namanya itu menceritakan kisahnya kepada kami (marjinnews.com) melalui via messenger pada Rabu (29/11) dini hari (Pkl 00.34-1.40 WIB).

Kisah J terjadi tiga tahun silam (2014) waktu ia masih berusia 23 tahun. Ada beberapa hal menjanggal yang sampai sekarang masih membuat J penasaran. Ia mengaku hanya butuh waktu satu hari untuk mengurus visa ke luar negeri (Malaysia).

"Adi tp b kerja si aman2 bos baik baik2 ke malaysia hny yg b sonde mangarti dr kupang urus visa dlm 1 hari saa..langsung barangkat.jd sore nii pi foto. nginap langsung jam 5nya langsung barangkat pkl 5 pagi pk pesawat pi jkrt.ganti naik pesawat ke batam.tp yg anehx, waktu mendrt di jkrt tu rombongan kk tp sonde slng bakanal br dong arahkan ktng kl jln ko ada org tx blng sa mau pi berkunjung di luar negri.br blng dg tx ju srh diam2.abis itu naik pswt ke batam smp jam 3 sore br ktng mkn disn.abis itu br lanjut pi naik kpl dr batam ke malaysia.hny  yg bt penasaran agent sn dong tw sa ktng naik pswt pi."

"Ada tapi saya kerja aman-aman saja dengan bos-bos baik di Malaysia. Hanya yang tidak saya mengerti dari Kupang urus visa dalam satu hari saja langsung berangkat. Jadi sorenya kami pergi foto, nginap langsung berangkat pukul 5 pagi pakai pesawat ke Jakarta. Ganti naik pesawat ke Batam. Tapi anehnya, waktu mendarat di Jakarta rombongannya kaka tidak saling kenal. Baru mereka arahkan kita, kalau di jalan ada yang tanya bilang saja mau berkunjung ke luar negeri. Mereka juga suruh kita diam-diam saja. Habis itu naik pesawat ke Batam sampai jam 3 sore baru kita makan di sana. Baru kemudian lanjut naik kapal dari Batam ke Malaysia. Hanya yang buat saya penasaran itu agennya tahu saja kalau kita berangkat ke sana naik pesawat."

Dalam kisahnya juga J yang bekerja selama dua setengah tahun di Malaysia itu mengaku diperkenalkan oleh seorang tanta yang pernah mengurusnya merantau ke Kepulauan Riau pada tahun 2012. Tetapi, karena tanta itu mengaku hanya urus yang dalam negeri, maka ia mengarahkan J ke agensi luar negeri yang tinggal di Jln. Bajawa di Oebufu, Kupang. Nama agen (tanta) tersebut sudah tidak diingat J, namun alamatnya menurut J ada di dekat walikota Kupang. J juga mengingat yang mengurusnya adalah orang Ambon berambut gondrong dan isterinya orang Jakarta.

"Ada knl dgn itu tanta yg prh krm b kerj di pkn br riau thn 2012 kl tk slh.soalx b ju kerj 2 thn.waktu itu 1.5 thn di riau as itu ikut boss pinda pi jkrt jdx gnp 2 thn plng. tp dia py hny utk di dlm saa.jd dia pi  antar bt di agensi utk luar negri pny alamatx di jln bajawa situ di oebufu. Yg urus waktu itu om org ambon rambut gondrong dia pun bini org jkrt kl tdk slh. B su lp dia pung  nm (tanta) tp dia pung alamat di walikota diatas dr menara pengawal/kesaksian kl tdk slh ada msk ke dlm diatas dr kios sblh kanan di dlm pagar ada papan nm urus tng kerj punya"

"Ada kenal dengan itu tanta yang pernah kirim saya kerja di Pekan Baru Riau tahun 2012 kalau tidak salah. Soalnya saya juga kerja dua tahun. Waktu itu 1,5 tahun di Riau saya ikut bos pindah ke Jakarta jadi genap 2 tahun pulang. Tapi dia punya hanya untuk di dalam (negeri red.) saja. Jadi dia pergi antar saya di agensi untuk luar negeri punya yang alamatnya di jalan Bajawa situ di Oebufu. yang urus waktu itu om orang Ambon berambut gondrong. Dia punya isteri orang Jakarta kalau tidak salah. Saya sudah lupa dia punya nama (tanta), tapi dia punya alamat di wali kota di atas menara pengawal/kesaksian kalau tidak salah ada masuk ke dalam, di atas dari kios sebelah kanan di dalam pagar adan papan nama tempat kerjanya".  

Demikian jawab J waktu kami bertanya soal awal perjumpaannya dengan agen yang mengirimnya bersama beberapa orang lainnya yang semuanya perempuan dan buta huruf. 

J juga menceritakan kisah seorang temannya yang diancam di over ke perkebunan sawit jika masih gagal belajar keahlian bekerja. Hal ini juga menurut J cukup menjanggal. Rata-rata tenaga kerja yang dikirim tidak bisa berbahasa Indonesia dan buta huruf. Ia mengaku di beri uang sirih pinang sebesar 1.5 sampai 3 juta. Tidak ada iming-iming apa pun yang diperoleh J dari agennya karena waktu itu dia yang mengajukan diri menjadi salah satu pekerja yang mau dikirim ke luar negeri.

"Dong sonde tawari apa2 mungkin krn bt yg menawarkn diri jd dong sonde tawar tp dr bt punya tmn dg yg laln waktu itu blng dg di tawari uang mk org blng uang sirih png. Sebesar 1,5 atau 3 jt kl tdk slh.hny bt msh penasaran dong itu kirim org yg kebanyakan bt huruf artix.snd mangarti bhs indonesia alias bhs daerah sa yg dia tahu sonde sakolah. Perlakuan ksr sonde ada hnya smp di agensi malaysia br dong pny urusan"

"Mereka tidak menawarkan apa-apa (kepada saya red.) mungkin karena saya yang menawarkan diri jadi mereka tidak tawar. Tapi dari teman saya yang lain waktu itu bilang ditawari uang, mereka bilang uang sirih pinang sebesar 1.5 sampai 3 juta kalau tidak salah. Hanya saya masih penasaran mereka itu kirim orang yang kebanyakan buta huruf. Artinya tidak mengerti bahasa Indonesia alias bahasa daerah saja yang dia tahu. Tidak sekolah. Perlakuan kasar tidak ada hanya sampai di agensi Malaysia baru mereka punya urusan".

"hny bt msh penasaran ada satu teman org timor dia itu sonde fasih bhs kpng n indonesia.waktu itu ktng smp disana jam 12 mlmbr mkn.dp krng 2 di dlm kmr kantor.br klr ko pi latihan untuk jd pekerja yg baik.hny itu nona timor tu su latih2 dia smp bnyk hr ju sonde tahu bisa2 jd dia dp over pi agensi lain jd dong blng dia kl snd bisa ju dong akan lmpr kerja dia di klp sawit yg ada ular dong tp smp skrnh b su snd tahu dia pun nasib su smp di mn"

"Hanya saya masih penasaran, ada satu teman saya orang Timor. Dia tidak fasih bahasa Kupang dan bahasa Indonesia. Waktu itu kita sampai disana jam 12 malam baru makan. Mereka kurung 2 di dalam kamar kantor. Baru kalau keluar pergi latihan untuk jadi pekerja yang baik, hanya itu nona Timor itu sudah latih-latih dia sampai beberapa hari juga tidak bisa apa-apa. Jadi di over pergi ke agen lain, mereka bilang dia kalau tidak bisa-bisa juga maka akan dilempar bekerja di kelapa sawit yang ada ular. Tapi sampai sekarang saya tidak tahu nasibnya seperti apa" Lanjut J.

Itulah sepenggal kisah dari seorang mantan TKI asal NTT yang dikirim oleh terduga calo seperti yang disebutkan sebelumnya. Semoga kisah ini membuka mata hati kita untuk semakin waspada dan tentunya mampu mengungkap jaringan pelaku human trafficking di NTT. 

Olivia adalah korban nyata yang kita saksikan dan cerita dari J kepada kami ini membuka jalan bagi kita, kemana harus menyelesaikan persoalan yang sepertinya terstruktur ini.

Catatan: Segala bentuk pengakuan J dalam kisahnya kepada kami sewaktu-waktu bisa ditinjau kembali, kami juga berharap agar pembaca juga proaktif membuktikan kebenaran dari pengakuan J ini. Bagaimana pun keterlibatan kita adalah tentang masa depan anggota keluarga kita dan terutama untuk NTT lebih baik. 

Oleh: Andi Andur 

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,111,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,146,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,539,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,62,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,200,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1032,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,45,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,6,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Pengakuan Saksi Hidup Korban Human Trafficking Di NTT, Tunjuk Alamat Terduga Calo Disini
Pengakuan Saksi Hidup Korban Human Trafficking Di NTT, Tunjuk Alamat Terduga Calo Disini
https://3.bp.blogspot.com/-iNXZwQklHoM/Wh2-YJoNPmI/AAAAAAAACQ4/9PSbG0kmEpYWiF5md-DIz9OF-C3CicHfgCLcBGAs/s320/Human%2BTrafficking%2BNTT%2BMarjin%2BNews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-iNXZwQklHoM/Wh2-YJoNPmI/AAAAAAAACQ4/9PSbG0kmEpYWiF5md-DIz9OF-C3CicHfgCLcBGAs/s72-c/Human%2BTrafficking%2BNTT%2BMarjin%2BNews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/pengakuan-saksi-hidup-korban-human.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/pengakuan-saksi-hidup-korban-human.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy