Pelatihan Leadership in Social Movement PMKRI Surabaya Pintu Masuk Perubahan Sosial Masyarakat

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Pelatihan Leadership in Social Movement PMKRI Surabaya Pintu Masuk Perubahan Sosial Masyarakat

3 November 2017

Ketua Presidium PMKRI Cabang Surabaya-Sanctus Lucas, Mathilda Indah Maryati tengah membuka sidang kehormatan dalam protokoler pembuka kegiatan Pelatihan Leadership in Social Movement, Sabtu (28/10) (Foto: RD. Hardi Aswinarno)
Surabaya, marjinnews.com – Memperingati hari Sumpah Pemuda (28/10), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Surabaya-Sanctus Lucas menyelenggarakan Pelatihan Leadership Social Movement yang diselenggarakan di Paroki Sakramen Mahakudus Jl. Pagesangan Baru No. 4. Surabaya. 

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Komisaris Daerah III Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, saudara Yoseph Stenly Agung Jemparut. Hal itu dilatarbelakangi oleh situasi saat ini, dimana mahasiswa pada masa sekarang tidak punya pilihan lain selain menyalahkan orang lain dalam melihat persoalan sosial yang ada. 

“Kita menyaksikan mahasiswa lebih memilih menyalahkan orang lain dari pada secara kreatif mengimplementasikan idenya sendiri untuk perubahan sosial,” tandas Stenly, sapaan akrab penyuka lagu Sio Mama tersebut.

Kegiatan tersebut dibuka dengan Sidang Kehormatan dan dihadiri oleh 26 peserta yang berasal dari Cabang Surabaya dan Cabang Jember, senior PMKRI Cabang Madiun saudara Goris sekaligus RD. FX Hardi Aswinarno yang mewakili Pastor Moderator PMKRI Surabaya. 

Dalam pidatonya, Ketua Presidium PMKRI Surabaya Mathilda Indah Maryati menekankan pentingnya peran kaum muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui keterlibatan secara aktif untuk merealisasikan ide dalam bentuk yang lebih konkret untuk menunjang keberlangsungan hidup dan relasi mahasiswa tersebut di masa yang akan datang. 

“Kita sebagai kaum muda harus turut serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui berbagai kegiatan yang bisa menghasilkan sesuatu dan tidak bergantung kepada orang lain. Kita jangan hanya sampai kandas pada tataran ide namun tidak pernah benar-benar melaksanakan ide-ide tersebut  untuk perubahan sosial masyarakat kita” tegasnya.
Tak hanya itu, RD. FX Hardi Aswinarno dalam sambutannya mewakili Pastor Moderator PMKRI Surabaya membacakan ikrar pemuda yang pada intinya adalah sebuah komitmen kaum muda untuk terlibat dalam dinamika bangsa.

Pada sesi pertama, Dosen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Elisabeth Supriharyanti memaparkan materi tentang Sosial Enterprise dan disambut antusias oleh peserta pelatihan. Menurutnya, sosial enterprise adalah salah satu bentuk perjuangan yang berpihak pada masyarakat tertindas dan lebih mengedepankan konstruksi sosial untuk menciptakan lingkungan masyarakat lebih bermartabat. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan sharing interaktif dengan dua orang senior senior PMKRI Cabang Madiun, Goris dan  Ketua Presidum PMKRI Surabaya periode 2014-2015, Yohanes Dambuk.

Keduanya bercerita tentang gerakan sosial yang sudah dan sedang mereka lakukan. Goris yang saat ini menjadi perintis gerakan sosial di daerahnya di NTT mengaku bahwa tidak semua orang memiliki kesadaran untuk memilih jalan seperti mereka. Karena baginya konsep berjuang dan terlibat seperti visi dan misi PMKRI bukanlah hal yang mudah diimplementasikan. Semuanya tergantung panggilan masing-masing pribadi kader PMKRI itu sendiri.

Sementara  Yohanes Dambuk lebih kepada bagaimana seorang kader PMKRI itu benar-benar membaca realitas sosial di sekitarnya. Bagi perintis gerakan membangun Indonesia ini, komitmen dan kesadaran akan posisi seorang manusia sebagai makhluk sosiallah kunci utama sebuah konstruksi sosial bisa dijalankan dengan baik.

Di sesi terakhir, peserta pelatihan disuguhkan dengan games menarik yang dibawakan oleh tim Training of Trainer yang pada intinya adalah bagaimana setiap kader PMKRI membuat keputusan sulit untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang besar, bukan malah sebaliknya.

Setelah semua rangkaian sesi materi selesai, kegiatan tersebut ditutup dengan misa perutusan yang dipimpin oleh RD. FX Hardi Aswinarno sekaligus foto bersama sesaat setelah perayaan ekaristi selesai.     

Oleh: Gandy Bosco
Anggota PMKRI Cabang Surabaya-Sanctus Lucas