Pasca Novanto, Golkar Harus Melahirkan Ketua Umum dengan Kualifikasi Negarawan

Jika Partai Golkar masih mempertahankan gaya kepemimpinana Golkar yang pragmatis sebagaimana diperankan oleh Setya Novanto selama ini, maka Partai Golkar akan tetap terpuruk menuju Partai Gurem pada pemilu 2019 (Gambar: jawapos.com)
Partai Golkar harus memproyeksikan memilih seorang Ketua Umum pasca Setya Novanto melalui sebuah Munaslub yang demokratis. Karena untuk memilih Ketua Umum dengan kriteria seorang negarawan, pasca Setya Novanto, maka ada 3 (tiga) syarat yang harus dipenuhi yaitu Munaslubnya harus demokratis, tidak ada politik uang dan tidak ada politik perkubuan. Dengan dinonaktifkan Setya Novanto dari Jabatan Ketua Umum Golkar karena berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi  proyek e-KTP, maka efek domino dari status tersangka korupsi yang disandang Setya Novanto membuat Partai Golkar terpuruk dan berada pada titik nadir. Oleh karena itu, Partai Golkar harus secara cerdas mengangkat kembali posisi keterpurukan Partai Golkar, dengan memilih seorang Ketua Umum baru dengan kualifikasi memiliki karakter dan kompetensi sebagai seorang negarawan, yang saat ini sudah langka di Partai Golkar. 

Jika Partai Golkar masih mempertahankan gaya kepemimpinana Golkar yang pragmatis sebagaimana diperankan oleh Setya Novanto selama ini, maka Partai Golkar akan tetap terpuruk menuju Partai Gurem pada pemilu 2019. Karena itu hanya dengan memilih sosok yang negarawan dengan kualifikasi memenuhi kriteria menjadi bakal Capres/Cawapres RI pada Pemilu 2019 mendatang, Partai Golkar dapat menyelamatkan posisinya dan tetap berada pada Partai Politik papan atas bahkan bisa jadi pemenang pemilu 2019. Karena itu Munaslub yang demokratis merupakan satu-satunya solusi, karena disitulah potret seorang negarawan lahir dari Munaslub yang demokratis, tanpa politik uang dan tanpa politik perkubuan. 

Karena itu syarat utama Partai Golkar untuk bangkit dari keterpurukan pasca Setya Novanto mundur/diberhentikan adalah Munaslub yang demokratis, Munaslub tanpa semangat politik uang dan politik politik perkubuan. Jika tiga syarat dimaksud berhasil diterapkan, maka, bukan tidak mungkin, Partai Golkar akan memetik manfaat banyak dari kejatuhan Setya Novanto, malahan munaslub Partai Golkar diharapkan akan melahirkan budaya politik baru yang mengedepankan kejujuran, keaantunan dan bermartabat dengan menjunjung tinggi aspek integritas moral dan kejujuran yang tinggi demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Sejumlah bakal calon sudah dimunculkan, namun publik belum merespons isu Munaslub Golkar karena sejumlah upaya hukum sedang dilakukan Setya Novanto yang membuat publik masih melihat seberapa digdaya Setya Novanto menghadapi status tetsangka yang disandangnya. Salah satu nama yang populer digadang untuk jadi bakal calon Ketum Golkar adalah Ir. Airlangga Hartarto. Ia adalah orang muda yang memenuhi kriteria PDLT (prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas dan tak tercela), juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, karena sejak masih menjadi siswa di SMA Kanisius sudah lahir jiwa kepemimpinan terbukti dengan dipercaya sebagai Wakil Ketua OSIS di SMA Katolik Kanisius di Jakarta dan menjadi Senat Mahasiswa di Fakultas Teknik Univ Gajah Mada Jogyakarta serta  pengalaman mempimpin Barisan Muda Kosgoro dll.

Ini membuktikan bahwa Ir. Airlangga Hartarto memiliki akar yang cukup kuat di Partai Golkar, disamping tidak terkontaminasi dengan konflik kepengurusan Partai Golkar yang melahirkan dualisme kepengurusan Golkar beberapa waktu yang lalu. Meskipun pada saat ini Partai Golkar diterpa musibah akibat tsunami korupsi e-KTP yang melibatkan begitu banyak kader Golkar termasuk Ketua Umumnya Setya Novanto, namun nuansa dualisme kepengurusan di antara kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakri pasca penunjukan Plt. Idrus Mauhram masih nampak, namun lagi-lagi Ir. Airlangga Hartarto tetap membangun semangat kader muda Golkar yang rekonsoliatif agar kedua kubu yang sudah melakukan rekonsoliasi tetap mempertahankan Partai Golkar yang solid sebagai wujud tanggung jawab untuk mengembalikan Partai Golkar sebagai aset bangsa yang mampu mengelola dan menjaga  negara ini dengan berbagai persoalan yang kompleks dan multidimensi.

Ir. Airlangga Hartarto, memang kaya akan pengalaman dan matang dalam berpolitik, karena itu  kriteria sebagai politisi yang matang, intelektual, profesional muda, organisator, nasionalis dan tentu saja religus,  kiranya akan menyatu menjadi bagian yang integral dalam sosok seorang negarawan. Ini akan menjadi modal sosial yang sangat berharga ditambah jaringan infrastruktur politik dan bisnis yang dimiliki, sehingga Munaslub Partai Golkar nanti diharapkan bisa melahirkan sosok generasi muda pemimpin  yang visioner dan negarawan, sekaligus bisa diterima oleh semua kelompok dan faksi di internal Golkar dan berbagai kelompok masyarakat di luar Partai Golkar yang plural yang selama ini menjadikan Partai Golkar sebagai rumah bersama.

Oleh: Petrus Selestinus
Koordinator TPDI dan advokat PERADI

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,109,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,144,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,537,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,200,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1031,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,45,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Pasca Novanto, Golkar Harus Melahirkan Ketua Umum dengan Kualifikasi Negarawan
Pasca Novanto, Golkar Harus Melahirkan Ketua Umum dengan Kualifikasi Negarawan
https://4.bp.blogspot.com/-QgQiPVTOH8A/Whe_d1ZBj_I/AAAAAAAACLM/xHcB-RJXcKgI5CQAMya483PhnPHmQA7VACLcBGAs/s320/setya-novanto%2Bmarjin%2Bnews.jpeg
https://4.bp.blogspot.com/-QgQiPVTOH8A/Whe_d1ZBj_I/AAAAAAAACLM/xHcB-RJXcKgI5CQAMya483PhnPHmQA7VACLcBGAs/s72-c/setya-novanto%2Bmarjin%2Bnews.jpeg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/pasca-novanto-golkar-harus-melahirkan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/pasca-novanto-golkar-harus-melahirkan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy