Maria Mengejar Leonardo

Kau begitu cantik dalam keanggunanmu, tapi sekali lagi aku meminta maaf kepadamu untuk semua hal-hal yang telah engkau lewati besama angan-angan (Gambar:Istimewa).
Hari ini genap 40 hari Yosef berada dalam peristirahatannya yang terakhir dan hari ini juga genap 40 hari Maria baring dalam ranjang tanpa ditemani suaminya, atau mungkin lebih. Di depan rumahnya, Maria berdiri dan menapakan diri dalam kecemasan, sebentar matanya mencuri padangan di mulut jalan menuju rumahnya yang sedang menunggu sesosok yang dia impikan. Mungkin menunggu Yosef yang masih dalam api penyucian dan berharap akan bangkit kembali.

“Maria, ada sebuah titipan dari almarhum suamimu, aku tak tahu isinya apa, tapi aku rasa ini sangat penting bagimu. Ambilah” kata Elisabet mengagetkan Maria.

Maria menerima dan membuka map kuning itu, warnanya agak kusam dan bau. Rasa penasaran memenuhi otak Maria, dia berharap setelah suaminya itu menginggal sebagai seorang janda akan ada sebidang tanah atau harta karun yang ia coba titipkan untuk kehidupannya, namun yang didapatinya hanya selembar ketas berisikan tulisan. Perlahan, Maria duduk dan membaca tulisan suaminya.

Maria sayang
Aku berhutang cinta dan maaf kepadamu. Kau begitu cantik dalam keanggunanmu, tapi sekali lagi aku meminta maaf kepadamu untuk semua hal-hal yang telah engkau lewati besama angan-angan.

Ingatkah engkau kala kita bertemu di sebuah pantai saat engkau mencari seseorang sesosok yang engkau impikan dan sialnya bertemu denganku. Engkau dengan indahnya bercerita tentang lelaki yang engkau temukan dalam mimpimu di depan diriku yang sangat mencintaimu. Tapi bukankah cinta memang harus memilih dan mengorbankan segalanya.

Leonardo, itulah jodoh yang engkau temukan dalam mimpimu itu, bahkan kegilaanmu semakin bertambah ketika setiap minggu dia mengirimkan surat cinta kepadamu. Kamu pasti heran aku tahu semuanya, bahkan aku pun tahu engkau pun dicumbuinya dalam mimpi indahmu.  Dan saat itu dalam tangismu engkau berjalan menuju pantai berharap Leonardo datang dan membawamu ke pelaminan. Sebab tak ada yang percaya akan cerita cintamu selain aku. Ya, mungkin mereka gila atau terlalu normal untuk cerita cintamu.

Maria istriku,                                     
Aku tahu dalam hatimu ada kebingungan yang besar tentang aku dan hubunganku dengan Leonardo. Aku ingin engkau memaafkan diriku atas segala keburukanku.  Pada dirimu dan Leonardo, aku seperti telah menemukan kesenangan dalam sakitku yang pada akhirnya tetap membunuhku. 

Kesenanganku ini tumbuh perlahan bersama Leonardo yang engkau ceritakan saat kita bertemu pertama kali di kantor pos. Engkau bercerita bahwa setiap malam engkau mimpi bertemu seorang kesatria tampan, sedang menunggang kuda dan selalu menang dalam pertempuran. Dan dialah sosok yang kau impikan sebagai pasanganmu di kemudian hari, namun sayang dia justru menyuruhmu menikahi lelaki yang engkau lihat pertama kali saat dirimu menginjak bibir pantai. Sayangnya lagi, sosok yang engkau temukan justru diriku yang berjalan kaki, tanpa pedang dan tak berkuda.

Maria yang aku impikan,
Aku begitu cemburu, sangat cemburu melihatmu selalu menunggunya. Aku masih tak lupa ketika kupeluk dirimu dalam dinginnya malam namun nama yang yang kau sebutkan bukan namaku tapi Leonardo.  Saat itu aku tah bahwa ragamu telah kumenangkan namun hatimu masih tersimpan bersih untuk sang Leonardo. Maafkan aku kekasihku karena telah membuatmu dilema. Sunnguh engkau adalah belahan jiwaku yang aku jumpai saat aku pertama kali bermimpi. 

Aku tahu, mungkin engkau sedang berharap di depan rumah dan menunggu sosok Leonardo yang datang dengan kudanya, menjemputmu dan membawamu ke istananya, menjadikanmu permaisuri. Bukankah memang begitu janji yang diucapkan Leonardo kepadamu.

Maafkan aku atas segala kisah yang telah kubuat dalam diriku dan dirimu. Aku melihat hal-hal yang menyedihkan dalam kisah yang kubuat. Aku telah melakukan kesalahan besar pada dirimu. Kamu mungkin tak tahu, ketika engkau sedang tertidup pulas akulah yang mencumbuimu dan kamu justru berpikir bahwa yang mencumbuimu itu adalah Leonardo.

Maria yang tak tergantikan dalam hidupku,
Aku menyesal telah membuatmu hidup dalam angan-angan. Aku masih ingat ketika kita berjalan berdua, engkau menceritakan tentang Leonardo dan pada saat itu juga orang gila yang sering duduk di depan emperan toko mengatakan “hey, gadis itu gila, ya dia gila. Aku mendengar dia menemukan jodohnya dalam mimpi. Ya dia gila”. 

Atau seoang anak kecil yang tak sengaja kita temukan saat pementasan seni di lapangan kota, dia tersesat dan kita menolongnya. Lagi-lagi kau menceritkan Leonardo kepadanya. Lucu, memang lucu. Bahkan seorang anak kecil pun menasihatimu, “kaka yang cantik, mengapa masih saja percaya dengan mimpi, bukankan mimpi itu hanya bunga tidur?”, aku yang mendengar perkataan itu ikut tertawa namun merasa bahwa aku semakin bersalah kepadamu.

Terkadang dalam diam, aku marah pada diriku sendiri yang telah menciptakan kegilaan ini. Saat engkau berlari di lorong-lorong pertokoan dan begitu banyak orang menunjukmu dan mengatakan “betul kata orang tua gila itu, bahwa gadis itu juga gila” dan si tua gila itu mungkin merasa senang dengan keadaan itu karena setelah sekian lama dia berada di sana, sampai pada akhirnya Tuhan kirimi juga gadis gila untuk dirinya. 

Atau ketika kita berjalan membeli boneka kita justru diolok-olok oleh segerombolan anak kecil, “orang gila, orang gila”. Aku pun dengan susah payah membuarkan kerumunan anak-anak itu.

Maria permaisuriku,
Aku  yakin engkau sangat bingung dengan semua surat  ini, kepalamu pasti dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan tentang aku, leonardo, dan kisah kalian. Aku hanya ingin mengatakan bahwa dalam kebangsatanku aku sering memandangi fotomu. Aku yakin Tuhan menciptakanmu di waktu pagi hari dengan sedikit kehangatan dan yang pasti Tuhan baru memulai pekerjaannya.

Maria sayangku, gadis manisku. Aku berhutang pengakuan pada dirimu. Tentang sesuatu yang pernah engkau jalani.  Aku hanya ingin mengatkan bahwa berhentilah engkau menunggu surat dari Leonardo. Sebab ini adalah surat terakhir yang engkau terima dariku atau Leonardo. Surat-surat yang selama ini engkau terima dari Leonardo, tak lebih dari hasil goresan-goresanku. Akulah yang mengirim surat untukmu setiap minggu. 

Sore itu, mungkin puncaknya rasa rinduku padamu, dalam hati malaikat tengah berperang dengan iblis dan aku berada diantaranya. Malaikat coba memberi keputus asaan dan iblis justru menjanjikan sejuta mimpi. Ada sepucuk surat saat itu yang tengah ku tulis atas namaku, Yusuf. Tapi entah apa yang membuatku tiba-tiba mengubahnya menjadi Leonardo. awalnya aku senang engkau selalu membalas suratku, tapi semakin lama aku justru merasa berdosa dengan memberimu harapan yang sebenarnya tak bisa aku tepati. Ya Leonardo yang kau impikan justru membuatku semakin bersalah dengan mengahadirkannya dalam hidupmu.

Maria jangan menangis, maafkan aku atas segala kebangsatanku.  Tak ada Leonarno di kehidupan ini. semua surat yang engkau terima adalah tulisanku bukan Leonardo. Aku bersalah telah membuatmu jatuh cinta pada seseorang yang tak pernah ada. Kadang aku berpikir, memang bodoh telah melahirkan sesosok bayang yang justru membunuhku diriku sendiri, merasa cemburu pada diriku sendiri. Leonardo telah menjadi musuh dalam diriku. Aku telah berhasil membuatmu jatuh cinta padanya tapi bukan padaku.

Akhirnya Maria, aku berharap ketika engkau membaca surat ini tak lagi ada kemarahan dalam dirimu. Kelak engkau akan merindukanku sebagai seorang bajingan yang telah memporak-porandakan hatimu. Hanya satu pesanku untukmu istriku tersayang, rawatlah anak kita, anakku, anakmu, anak leonardo. Bisikan pada tiap tidurnya bahwa janganlah engkau terlalu lelap sebab mimpi itu anjing. Dia menjanjikan suatu kebahagiaan namun hanya dalam angan-angan.

Aku berharap juga engkau akan setia dalam keheningan mengucapkan namaku dalam doa agar setidak-tidaknya Tuhan segera mengangkatku dari api penyucian. Sebab aku yakin dia begitu dendam dan marah padaku dan hanya dirimulah yang mampu membuatnya luluh.
Aku yang mencintaimu, suamimu, pacarmu
Yusuf, Leonardo

Ruteng, 8 Oktober 2017

Oleh: Klaudius Marsianus Juwandy
*Penulis adalah mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,204,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1040,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Maria Mengejar Leonardo
Maria Mengejar Leonardo
https://3.bp.blogspot.com/-Nm3lb-yMARk/Wf40wZmjFpI/AAAAAAAAB5o/1klZwPnfEzM7y3IZ0yNLbsxr4t33CND6ACLcBGAs/s320/cinta-wanita-utama%2Bmarjin%2Bnews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-Nm3lb-yMARk/Wf40wZmjFpI/AAAAAAAAB5o/1klZwPnfEzM7y3IZ0yNLbsxr4t33CND6ACLcBGAs/s72-c/cinta-wanita-utama%2Bmarjin%2Bnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/maria-mengejar-leonardo.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/maria-mengejar-leonardo.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy