Lodok, Cicing Menalar Tuhan

Budaya tidak selalu berada dalam ukuran ratio penciptanya lantaran nuansa mistis yang dikandungnya membutuhkan keterarahan jiwa pada sumber segala kreasi itu sendiri (Foto: Istimewa)
Budaya bukankanlah bagian dari kajian teoritis meski sering dijadikan sebagai obyek kajian ilmu pengetahuan. Terbentuk karena adanya dialektika kehidupan antara manusia dan sesamanya yang hidup dalam naungan alam ciptaan, bagian yang membentuk kesempurnaan dunia. 

Ketika manusia mulai berkreasi dan mematenkan dalam tutur dan tindakan maka disanalah budaya terbentuk mencari bentuk yang paling tinggi. Budaya tidak selalu berada dalam ukuran ratio penciptanya lantaran nuansa mistis yang dikandungnya membutuhkan keterarahan jiwa pada sumber segala kreasi itu sendiri.

Dalam pembagian tanah orang Manggarai, istilah lodok dan cicing sudah tidak asing lagi. Lodok adalah pusat, dan cicing menjadi batasan luar dari kebun. Antara lodok dan cicing terdapat langang garis batas kepemilikan individu dalam kesatuan  komunal yang disebut lingko.

Lodok sebagai pusat adalah simbol dari Sang Sumber Kehidupan. Titik awal segala ciptaan dan muara terakhir dari seluruh pencarian spiritual manusia. Apapun yang berasal dari sumber kehidupan tidak pernah mengandung calang (salah) dan cela (kelemahan) dan jika dalam perjalanan waktu manusia kehilangan arah maka maka ia pasti akan mencari sumber kebenaran dan keadilan. 

Munculnya keos atau kekacauan selalu disebabkan oleh individu. Egoisme dan materialisme mengantar manusia pada semangat langang-isme.  Adanya paki tau (saling membunuh) karena orang lebih mementingkan langang daripada lingko. Lodok dan cicing hanya dipandang sebagai pusat dan batasan materil yang nilai kesakralannya tidak lagi menyentuh nurani para pewaris kehidupan. Kesejahteraan bersama dikapling-kapling oleh semangat menumpuk harta. Keadilan menjadi kompetisi menang kalah diperadilan. 

Sebagai hasil karya manusia budaya membentuk entitasnya sendiri. Dalam entitas itulah eksistensi identitas manusia yang menghidupi dan juga menjadi pewaris dapat ditemukan. Dalam budaya terkandung jiwa dari sebuah peradaban. Jiwa itu mentransformsi diri dalam kata “do’ang” atau mantra, Wintuk atau tata cara dan tingkah laku, gauk atau sikap, pande atau perbuatan. 

Budaya hadir dalam simbol materil seperti niang (rumah adat), Pati tanah (pembagian tanah), towe (sarung), dan lain sebagainya. Semuanya itu mengandung pesan tersirat yang terus ditransformasikan oleh ratio setiap generasi tanpa harus membuat batasan salah dan benar. 

Merawat kebudayaan berarti merawat jiwa peradaban. Rusaknya keberagaman dalam rumpun kemanusiaan menjadi tanda terputusnya nalar ketuhanan dalam karsa materialisme. Cara berpikir ontologis mendominasi  pa’ang olon agu ngaung musin, sehingga natas tidak lagi berfungsi sebagai ruang dialog kehidupan yang mempersatukan melainkan sarana toto ombeng agu lomes (narsis dan eksis) individu.

Pocu ngasang data” gosib menjadi kurikulum baku budaya ci hutu (cari kutu) para wanita. Sementara mu’u luju dan lema emas (kesantunan dan seni dalam bertutur) menjadi topeng kemunafikan para lelaki untuk mendomunasi satu dengan yang lain.

Oleh: Yoseph S. A. Jemparut 

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Lodok, Cicing Menalar Tuhan
Lodok, Cicing Menalar Tuhan
https://3.bp.blogspot.com/-o6gMVbeBP_U/WgRMbE1L5wI/AAAAAAAAB8Y/wqhx0lWA_nMo9-SL8p4pUinliOTnEHBsQCLcBGAs/s320/Lodok%2BStenli%2BMarjin%2BNews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-o6gMVbeBP_U/WgRMbE1L5wI/AAAAAAAAB8Y/wqhx0lWA_nMo9-SL8p4pUinliOTnEHBsQCLcBGAs/s72-c/Lodok%2BStenli%2BMarjin%2BNews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/lodok-cicing-menalar-tuhan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/lodok-cicing-menalar-tuhan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy