Lelucon Bupati Halmahera Utara Tanggapi Aksi Mahasiswa

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Lelucon Bupati Halmahera Utara Tanggapi Aksi Mahasiswa

28 November 2017

Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Paguyuban Mahasiswa Halmahera Utara Yogyakarta (IMAHU) menyikapi tanggapan bupati dan KADIS Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Halmahera Utara, Sabtu (25/11).
Yogyakarta, marjinews.com - Aksi mahasiswa Paguyuban Halmahera Utara Yogyakarta (IMAHU) mendapat tanggapan lelucon dari bupati Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Frans Maneri. Saat ditemui disalah satu caffe di Yogyakarta, Stenly Makagingge salah satu anggota IMAHU menyampakan, PEMDA Halmahera Utara menyediakan sekretariat bagi mahasiswa yang kuliah diluar daerah. Untuk beberapa kota di Indonesia sda disediakan tapi di Yogyakarta sendiri belum jelas kebradaanya, proposal yang diajukan IMAHU juga tidak ditanggap oleh PEMDA. 

"Ada beberapa sekretariat yang disediakan oleh PEMDA Halmahera Utara di kota berbeda di Indonesia untuk mahasiswa yang kuliah diluar daerah, tapi di Yogyakarta sendiri belum jelas bahkan proposalnya tidak ditanggap" jelasnya.

Waktu terpisah, melalui pesan singkat kordinator umum IMAHU   Arfan Karibo menyampaikan, saat ditanya oleh salah satu mahasiswa IMAHU terkait sekretariat mahasiswa halmahera Utara di Yogyakarta, Salatiga, Semarang, Malang, Makassar, Ternate dll bupati Frans Maneri menjawab silahkan tanya pada rumput yang bergoyang.

Selain itu KADIS Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Nakertrans Jefry R. ikut berkicau menanggapi hal tersebut, "suru ngoni p orang tua kirim doi kosan supaya tara mengemis di Pemda, Pemda p urusan banyak bukan cuma urus ngoni" katanya dalam bahasa daerah. Jika diterjemahkan (suruh orang tua kalian kirim uang kosan supaya tidak mengemis di Pemda, urusan Pemda banyak bukan cuma mengusrusi kalian). 

Setelah mendapat tanggapan seperti itu dari PEMDA yang menurut Arfan telah melanggar norma dan etika berbicara yang tertera dalam UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah daerah, pada tanggal 11 November 2017 Ikatan Mahasiswa Halmahera Utara (IMAHU) Yogyakarta turun ke jalan melakukan aksi untuk meminta klarifikasi dari Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery dan kadis Nakertrans Jefry R. Hoata atas tindakan yang tidak bermoral dan tidak beretika tersebut.

Bukannya mengklarifikasi, Bupati Halmahera Utara Ir.Frans Manery dalam akun Facebook miliknya PANCE MANERY berkomentar terkait aksi tersebut "yang pang bafeto itu otak tara pono" diterjemahkan "yang tukang marah (berdemonstran) itu otaknya tidak waras." 

Kemudian Jefry R. Hoata juga melakukan rencana tindak kekerasan dengan menyuruh preman yg bernama JJ Nanere mencari 5 orang Mahasiswa Halmahera Utara dan 1 orang masyarakat Halmahera yang menetap di Yogyakarta yang dianggap sebagai otak dibalik aksi tersebut, agar diberi pelajaran melaui kekarasan (fisik). Kelima mahasiswa Halmahera Utara tersebut adalah Rian Lobiua, Farianto Masuru, Arfan Karibo, Novet Ch. Akollo, Noval Djumoku, dan Prais Dawile.

Menyikapi tanggapan PEMDA tersebut, IMAHU Yogyakarta melakukan aksi demonstran jilid II pada tgl 25 November 2017 yang menunutut :

1. Bupati dan Kadisnakertrans Halmahera Utara harus meminta maaf kepada IMAHU-DIY secara terbuka.

2. Copot Jefri R. Hoata dari jabatannya sebagai KADIS Nakertrans

3. DPRD kab. Halmahera Utara harus bersikap tegas menyelesaikan persoalan ini antara PEMDA HALUT VS IMAHU-DIY.

4. Bupati Halmahera Utara harus transparan mengenai kebijakan pengadaan sekretariat Mahasiswa Halmahera Utara se-Indonesia. (VP/MN)