Larangan Tangkap Ikan Paus di Desa Lamalera, Ini Tanggapan Ketua KEMADABAJA

Solusi yang ditawarkan Menteri Susi yang meminta kegiatan Leva diganti dengan hanya menonton ikan paus lewat sangat tidak masuk akal (Foto: Dok. Pribadi)
Pernyataan Kementrian Kelautan dan Perikanan mendapat kecaman dari sejumlah aktivis muda, termasuk komunitas mahasiswa KEMADABAJA (Keluarga Besar Mahasiswa dan Pemuda Lembata Se-Jabodetabek) terkait larangan atau statemen yang di keluarkan oleh Mentri Kelautan untuk tidak lagi menangkap ikan paus di desa Lamalera Kec. Wulandoni Kabupaten Lembata, NTT.

Choky Askar Ratulela, selaku ketua dari komunitas  Kemadabaja menyampaikan komentar dan penolakan dari larangan oleh Mentri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Mahasiswa dan pemuda Lembata di Jakarta yang disini diwakili oleh ketua Kemadabaja, Choky Ratulela merasa sangat kecewa dengan pernyataan Ibu Susi yang mengeluarkan pernyataab melarang tradisi penangkapan Ikan Paus (Baleo) di Lamalera. 

Choky menilai bahwa sebuah kebijakan atau sistem tidak bisa melarang atau membatasi kebiasaan adat istiadat, tradisi penangkapan ikan paus atau dalam bahasa lamalera disebut LEVA yang sudah ada dan berjalan selama 400 tahun yang lalu sebelum Indonesia merdeka dan sebelum Negara ini di dirikan. 

Dalam hal ini Choky menekankan bahwa Ibu Susi jangan melihat proses penangkapan ikan paus saja. Secara garis besar ini bukan seperti kasus-kasus pencurian ikan yang sering terjadi.

"Ibu Susi jangan samakan tradisi di Lamalera sebagai pelanggaran UU perlindungan ikan, karena ada banyak tahapan sebelum ritual ini dilakukan dan dilalui dari nelayan pergi ke gunung membuat seremoni ke batu paus dan meminta izin kepada leluhur".

Sistem atau peraturan yang berkaitan dengan keberlangsungan sebuah adat istiadat yang jelas, dan sudah ada sejak jaman dahulu kala, harus disosialisasikan terlebih dahulu. 

"Ibu Susi seharusnya turun langsung ke Lamalera, melakukan observasi, pendekatan serta komunikasi secara musyawarah. Tidak memandang hal ini dari segi peraturan saja  dan mempelajari bagaimana adat istidat ini berjlalan karena hal ini sangatlah berbeda dengan penangkapan ikan secara legal dan sistem bartel yang sudah ada sejak lama" lanjutnya.

Ini menjadi polemik atau kontroversi yang sudah lama terjadi di Lemalera, berbagai tanggapan pun muncul dari masyarakat local baik di Lamalera atau masyarakat Lembata pada umumnya. Ada yang pro dan ada pula yang  kontra. Pihak yang tidak mendukung kebijakan ini sudah jelas alasannya karena ingin mempertahankan adat istiadat dan tradisi yang sudah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang yang harus di jaga dan di lestarikan. Sementara pendapat orang yang mendukung kebijakan ini belum bisa memberikan jawaban yang jelas dan masuk akal soal kebijakan tersebut.

Jenis ikan paus yang di tangkap juga tidak sembarang paus, sperm whale dalam bahasa latin physeter macrochepalus atau yang dalam bahasa Lamalera dikenal dengan nama Koteklema adalah jenis paus jinak dan mudah di tangkap. Perburuannya pun tidak berlangsung sepanjang tahun ada peraturan adat dan kebijakan daerah setempat bahwa penangkapan hanya bisa dilakukan pada bulan-bulan tertentu. Masyarakat dan nelayan boleh menangkap ikan paus mulai dari bulan Mei hingga November, setelah itu tidak ada penangkapan dan perburuan. Apabila ada yang melanggar, maka akan ada hukuman yang di berikan baik hukum adat atau hukum pidana.

Solusi yang ditawarkan Menteri Susi yang meminta kegiatan Leva diganti dengan hanya menonton ikan paus lewat sangat tidak masuk akal. Hal ini kerena ada peralihan kebiasaan adat istiadat menjadi sebuah pertunjukan biasa yang akan terjadi. Sehingga bagi jelas seperti yang dikatakan Choky bahwa solusi yang tepat mengatasi persoalan ini adalah masyarakat harus tetap berpegang teguh pada adat dan istiadatnya namun dengan catatan harus bisa menjaga kelestarian serta unsur keunikan dan sakral dari tradisi ini agar tetap awet terjaga.

Oleh: Rista Meo
Mahasiswa STPI, Jakarta

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Larangan Tangkap Ikan Paus di Desa Lamalera, Ini Tanggapan Ketua KEMADABAJA
Larangan Tangkap Ikan Paus di Desa Lamalera, Ini Tanggapan Ketua KEMADABAJA
https://3.bp.blogspot.com/-DcmJ18awLpc/WhkplLhYkOI/AAAAAAAACL8/rij1ynDjQnIZKQ7sPoQ4_vyA7WK-GRQfACLcBGAs/s320/19731804_1830107587304942_4978344819373139934_n.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-DcmJ18awLpc/WhkplLhYkOI/AAAAAAAACL8/rij1ynDjQnIZKQ7sPoQ4_vyA7WK-GRQfACLcBGAs/s72-c/19731804_1830107587304942_4978344819373139934_n.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/larangan-tangkap-ikan-paus-di-desa.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/larangan-tangkap-ikan-paus-di-desa.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy