Korupsi Wabah Penyakit Lintas Generasi yang Harus Dimusnahkan

Ia mengaburkan demokrasi dan kedaulatan hukum, ia adalah akar dari pelangaran-pelanggaran HAM, menghancurkan tatanan ekonomi pasar, menurunkan kualitas hidup dan menyuburkan kejahatan terorganisir, terorisme dan ancaman-ancaman kemanusiaan lainnya (Foto: Dok. Pribadi)
Dalam sebuah kesempatan mantan sekjen PBB Kofi Anna merumuskan secara tepat terkait dengan dampak korupsi. Ia menyatakan: “Korupsi adalah sebuah wabah dengan spektrum dampak sangat luas yang menghancurkan tatanan sosial. Ia mengaburkan demokrasi dan kedaulatan hukum, ia adalah akar dari pelangaran-pelanggaran HAM, menghancurkan tatanan ekonomi pasar, menurunkan kualitas hidup dan menyuburkan kejahatan terorganisir, terorisme dan ancaman-ancaman kemanusiaan lainnya”. 

Secara gamblang Kofi Anna mengakui dampak buruk dari korupsi yang kerap kali kita temukan dalam institusi pemerintah maupun swasta lainnya. Korupsi, demikian Anna menerangkan sebagai sebuah wabah dengan  spektrum atau ledakan sangat dasyat yang membawa pengaruh buruk pada setiap elemen kehidupan yang mengakibatkan kemunduran tatanan hidup manusia. 

Sebagai sebuah wabah, korupsi dalam pengertian lainnya bisa dilihat sebagai sebuah penyakit yang mendera aktor-aktor terkait. Dalam konteks penyakit, korupsi mesti ditangani secara serius dan dicari akar penyakitnya supaya bisa diobati karena hanya dengan mencari obatnya penyakit tersebut baru bisa disembuhkan. Dalam tulisan ini penulis akan membahas masalah korupsi sebagai sebuah penyakit yang tren di Indonesia dan upaya penangulangannya.

Korupsi Sebagai Penyakit Lintas Era 
Dalam sebuah novel yang berjudul ‘’Jejak Langkah”, tulisan novelis tersohor indonesia, Pramodya Ananta Toer secara eksplisit mengisahkan bahwa masalah korupsi telah mengakar sejak masa pemerintahan kolonial. Novel yang mengambil latar masa Kolonial tersebut mengisahkan bahwa Kaum-kaum priyanyi yang menduduki posisi tertentu dalam jabatan struktural kerap kali melakukan tindakan korupsi. 

Dan tindakan korupsi pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Hal itu dapat dimaklumi karena pada saat itu, belum ada suatu sistem ideal yang mengatur tentang masalah korupsi dan masyarakat umumnya masih tunduk pada sistem Feodal, dimana tindakan penguasa dapat dilegitimasi meskipun tidak benar. 

Setelah sekian abad beraada di bawah tekanan kolonial, bangsa Indonesia akhirnya memproklamasikan kemerdekannya dengan tampilnya sosok Soekarno sebagai proklamator. Namun, kepemimpinan sang presiden yang kharismatik itu, lengser dibawah sebuah gerakan kudeta. Naiklah Soeharto sebagai presiden dan bangsa Indonesia memasuki babak baru dalam era kepemerintahannya yaitu ‘’Orde Baru”. Selama 32 tahun sang diktator berkuasa, korupsi semakin merajalela mulai dari instansi-instansi yang paling kecil sampai pada instansi-instansi besar. 

Di sisi lain, kongkalikong antara parlemen, pemerintah dan korporasi dalam menentukan  kebijakan yang sarat akan kerugian publik mewarnai masa pemerintahan Orde Baru. Hingga pada puncaknya Krisisi monoter yang terjadi pada tahun 1997 salah satu faktor kuncinya adalah korupsi yang merajalela pada setiap jenjang instansi pemerintahan. 

Melihat pemerintahan Orde Baru yang kental dengan praktik korupsi, segenap akademisi berjuang untuk menumbang pemerintahan Orde Baru. Hasil perjuangan itupun berbuah manis dan pemerintahan Indonesia kembali memasuki babak baru dalam masa kepemerintahannya yakni era Reformasi. 

Salah satu agenda dari gerakan reformasi yang dipelopori oleh kaum akademisi adalah reformasi birokrasi  yang bertujuan memperbaiki tatanan birokrasi pemerintahan agar luput dari wabah korupsi. Para akademisi saat itu menghendaki perubahan yang signifikan terhadap elemen-elemen borikrasi antara lain kelembagaan, akuntabilitas aparatur, sumberdaya manusia aparatur yang semuanya berorientasi pada pemerintahan yang bersih (clean government) dan bebas korupsi demi terwujudnya pemerintahan yang baik (good governance). 

Babak reformasi pun dimulai, berbagai upaya terus dilakukan untuk membersihkan negara ini dari wabah korupsi. Salah satunya adalah dengan didirikanya lembaga anti rasuah yakni KPK. KPK memiliki visi yang jelas terkait dengan implementasi dari tugasnya yakni membersihkan wabah korupsi pada semua lini instansi. 

Namun, ironinya setelah lebih dari sepuluh tahun eksistensi KPK di tanah air pasca Orde Baru, wabah korupsi malah semakin parah. Hampir tidak ada bedanya korupsi yang terjadi pada era reformasi dan era Orde Baru. Reformasi birokrasi yang dibidik pada saat meruntuhkan Orde Baru, runtuh total. Lihat saja, Transparency International Indonesia (TII) meyebutkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada tahun 2016 berada pada peringkat 90 dari 176 negara. Hal ini mengindikasikan bahwa era reformasi pun korupsi menjadi penyakit sosial yang bersahabat. 

Solusi
Sebuah bangsa tidak akan pernah maju jika praktek korupsi menjadi sahabat karib dari setiap aparatur negara. Sebagai sebuah penyakit, korupsi mesti dilihat sebagai sesuatu yang serius dan harus ditangani dengan baik. Penanganan korupsi tidak hanya dengan memperkuat posisi KPK sebagai garda terdepan dalam memberantas korupsi. Namun yang paling penting adalah bagaimana agar penyakit korupsi itu bisa sembuh total. 

Hemat saya hal yang paling penting dilakukan adalah mendorong lembaga pendidikan untuk memberikan pendidikan anti korupsi kepada anak didiknya. Lembaga pendidikan harus betul-betul menyiapkan kader-kader yang berkarakter tangguh terhadap tawaran korupsi. Hanya dengan penguatan karakter, bangsa Indonesia bebas dari penyakit korupsi yang mendera sekian lama.  

Oleh: Safio Nalut

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Korupsi Wabah Penyakit Lintas Generasi yang Harus Dimusnahkan
Korupsi Wabah Penyakit Lintas Generasi yang Harus Dimusnahkan
https://3.bp.blogspot.com/-0oircl6gug4/WgOsUtAoyQI/AAAAAAAAB7o/xiBx0VOO4ZQ4F8IRwyMnYejfDtCXI9DXQCLcBGAs/s320/Ento%2BNalut%2BMarjin%2BNews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-0oircl6gug4/WgOsUtAoyQI/AAAAAAAAB7o/xiBx0VOO4ZQ4F8IRwyMnYejfDtCXI9DXQCLcBGAs/s72-c/Ento%2BNalut%2BMarjin%2BNews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/korupsi-wabah-penyakit-lintas-generasi.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/korupsi-wabah-penyakit-lintas-generasi.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy