Kenang yang Tak Lekang, Puisi-Puisi Ady Klodor
Cari Berita

Kenang yang Tak Lekang, Puisi-Puisi Ady Klodor

2 November 2017

Esok terlalu dini bagi malam, sementara malam masih berkisah lagi berkasih  pada rona wajah, pelipur lara (Foto: Tasya Harman)
Meski kau beranjak, matamu bening selalu ku ingat
Betapa syahdu suaramu, walau sedetik ku dengar
Pada malam sunyi senyap, menjelang purnama
Aku mendamba wajah ayu bak hujan dirindu petani

Esok terlalu dini bagi malam
Sementara malam masih berkisah lagi berkasih
Pada rona wajah, pelipur lara
Mungkinkah?

Meski kau di goda balutan mendung pagi
Masih setia kau pantul cahaya terang terasa
Saat butir-butir gerimis mengandung mengundang sirami tanah
Aku terhanyut dalam buaiannya
Mungkinkah?

Meski aku gersang terus membisu
Pada sunyi decak ku mendamba
Pada sepi  ku menginginkanmu
Pada harap kenang tak lekang
Kita berjumpa dalam doa pada kata Amin
 
Untukmu gadis manis bergigi gingsul
Saat mengadakan kunjungan di Maurole 21 Oktober 2017
 


Tak Menyerah
Malam menjalar pergi
Menyambut sukma mentari
Nafas baru terhirup sanubari
Degup, senyum kagum
Pada Sang Khalik
Tempat pilu, getir tertumpah

Tak ada samar, lagi pudar dalam hidup
Siap tenaga, sembari percaya
Bergegas benahi diri
Benahi mereka supaya merekah
Walau perih sampai nyeri

Usai mendengar suara Syaduh Ayah & Bunda tentang jeritan  Hidup yang merobek sukma.

Oleh:  Ady Klodor
Pengagum Sastra
Penghuni Biara St. Kamilus de Lelis-Maumere
Mahasiswa STFK Ledalero